Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Pria di Ujung Kiri


Mereka duduk berjajar di depanku, di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu. Kuhitung ada lima orang jumlahnya. Di sisi kanan terdapat tiga orang yang berkumpul bersama dengan perhatian yang terarah pada satu pria yang sedang heboh menceritakan apa saja yang ada di pikirannya. Kadang ia melucu sehingga membuat ketiga temannya tertawa terpingkal-pingkal. Candaan tanpa habisnya, seseorang sedang terlihat sedang berusaha menghangatkan suasana.

Atau entah memang dia sedang menikmati perhatian yang terlimpah padanya.

Sementara satu pria di paling kiri yang beberapa jengkal jauhnya terkadang melihat kepada polah teman-temannya kemudian tertawa sedikit saja. Selain itu, ia akan memainkan telepon genggamnya, menyeruput kopinya, atau memainkan pasir dengan kakinya. Kalau sudah bosan lihat ke bawah, ia akan lihat ke atas, menerawang ke langit yang maha luas. Atau lihat ke kiri dan ke kanan. Jika tertarik, maka ia akan memperhatikan teman-temannya. Ia akan bicara seperlunya. Ia tidak punya amunisi humor yang dibuat untuk mendekatkan pertemanan (atau memang dirasa tidak perlu dikeluarkan).

"Kenapa kamu pilih aku ketimbang si kupu-kupu sosial yang pandai bergaul dan menghangatkan suasana itu?" tanya dia suatu sore, jauh dari hari aku melihatnya pertama kali.

"Bergaul? Bagiku, ia berisik. Aku lebih suka yang tenang. Lagipula, aku tidak perlu badut yang merasa wajib membuat orang lain tertawa dan senang."

Pria itu tertawa, memperlihatkan gigi-gigi kecilnya. Sambil menggandeng tangan, ia mengantarkanku pulang.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba