Posts

Showing posts from November, 2013

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Akhir Bahagia Neni

Image
Sekitar tahun 2005, saya ikutan komunitas nulis yang terletak di Kyai Gede Utama 8, Bandung. Di sana saya bertemu teman-teman baru yang memiliki minat sama dengan saya dalam dunia tulisan. Saya kenal beberapa orang, termasuk Dika dan Neni yang menjadi teman baik saya hingga kini--walaupun kami sudah tidak aktif dalam komunitas tersebut dan jarang menulis (kecuali tersangkut urusan pekerjaan). Kami sering menghadiri acara pameran seni atau acara musik. Belakangan kami sering merayakan ulang tahun kami masing-masing. Saya kenal dengan Neni lebih dekat saat ia berada di Jerman. Kami sering chatting untuk cerita--terutama kisah percintaan. Saat ia pulang, ia membawakan magnet bertuliskan Hamburg yang masih ada hingga sekarang. Kemudian adegan saling curhat pun terus berlanjut dengan objek afeksi yang berbeda. Saya suka X, dia suka Y. Lalu kami sering menggalau karena saling tidak kesampaian. Untuk melipur lara tersebut, kami suka makan di cafe fancy sebagai ' move on celebration '

Surat Buat Bapak

Halo, bapak, apa kabar? Semoga di alam sana, diluaskan kuburnya, dimudahkan urusan akhiratnya, dan amal ibadah bapak diterima di sisi Tuhan. Dan saya memaafkan bapak. Pergilah dengan ringan. Syukur di beberapa tahun terakhir sebelum bapak tutup usia, kita beberapa kali berkomunikasi dan bertemu. Saya ingat ketika komunikasi pertama kali terjalin. Rasanya bangga dan 'normal' karena akhirnya saya merasa punya bapak. Saya mulai merujuk panggilan 'bapak' dalam beberapa pembicaraan. Rasanya sedikit janggal. Kemudian bapak selalu memberi nasihat agar saya menjaga kesehatan, agar saya selalu hati-hati saat bekerja, dan tidak meninggalkan shalat. Setiap saya tanya balik, "Apa kabar, Pak?" bapak selalu mengeluhkan tentang sakit pada jantung dan rutinitas bolak-balik rumah sakit. Kesehatan bapak menurun semenjak putra bapak--adik saya juga--meninggal sekitar dua/tiga bulan lalu. Bapak mengeluh dada semakin sesak dan asmanya kambuh. Bapak menyesali kepergian adik. Ti

Mengejar Bintang dan Api Biru di Ijen

Image
As I said earlier (adeuh, pakai Bahasa Inggris), saya akan menuliskan perjalanan saya ke Ijen - Menjangan - Baluran jika Tuhan mengizinkan. Eh, ternyata Tuhan bener-bener mengizinkan lhoo. Di tengah padatnya pekerjaan serta takut tidak diizinkan untuk liburan, saya berangkat dengan restu orang tua serta atasan. Hihi. Jadi, saat liburan panjang di awal November, saya dan Eka pergi ke tiga tempat tersebut. Awalnya kami mau pergi sendiri. Tapi Eka ingin sekali ke Baluran. Setelah browsing , ternyata tidak ada angkutan umum ke taman nasional yang letaknya di Situbondo tersebut. Juga kalau kita mau ke Menjangan yang ada di Bali, kami harus menyewa kapal nelayan untuk menyebrang. Tentu biayanya akan mahal karena hanya dibagi dua. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk ikut paket wisata saja. Saya berangkat dari Jakarta pukul 11.30 siang dari Stasiun Kota naik KA Gaya Baru Malam ke Stasiun Gubeng Surabaya. Dengan lama perjalanan sekitar 14 jam, kami naik bus kecil untuk melanjutkan perja