Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya

Konon katanya begitu. Tapi saya dan ibu tampak jauh. Secara karakter, sifat kami sangat berbeda. Layaknya langit, ia begitu terang benderang. Ia begitu santai menjalani keseharian. Ia juga begitu ringan. Ia jarang mengekspresikan emosi sedihnya (berbeda dengan sang anak yang banyak mengeluh terutama saat sedih dan merasa paling menderita sedunia). Ia juga banyak bersyukur ...

Ibu tipe orang yang tidak panik. Ia juga setegar karang meski terkadang orang memperlakukannya tidak baik. Ia juga yang sering berkata, "Sudah, Nia, jangan menangis." Ia juga jarang memikirkan berlama-lama apa yang dikatakan orang--berbeda dengan anaknya yang kadang overthinking. Ia lebih banyak memberi kepada orang lain, sampai-sampai saya merasa ibu lebih sayang orang lain ketimbang anaknya sendiri.

Namun saya justru tidak ingin menjadi buah yang jatuh dekat dengan sang pohon. Saya ingin jatuh, lalu menggelinding menuruni lembah, masuk ke dalam sungai dan membiarkan diri terbawa arusnya, lalu berkelana di laut nan luas hingga lupa dengan sang induk. Lalu saat terombang-ambing di lautan, saya akan merindukan rasanya pulang.

Tingkat pendidikan ibu saya tidak tinggi. Saya tidak mau seperti itu. Melihat hal-hal buruk yang pernah terjadi pada ibu seperti perceraian dan dipandang sebelah mata oleh orang lain, membuat saya tidak ingin merasakan yang sama. Saya ingin jauh lebih baik. Ibu memiliki banyak bakat namun kurang kesempatan untuk mengembangkannya. Saya ingin mencari peluang untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang saya miliki.

Ibu selalu merasa berkecukupan, sementara anaknya ingin berkembang hingga tidak dapat berkembang lagi.

Diam-diam akar sang pohon merambat di bawah tanah begitu luas dan dalam sehingga--sejauh apapun--sang buah akan selalu kembali pada inangnya.

Comments

  1. Aku jg berbeda dari mama tapi ada sebagian diri saya ada di mama begitu juga sebaliknya, tentu saja kita menginginkaj lebih dibanding apa yg dilakukan dan diraih mama dan tentunya mama mendoakan dan mendukungnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba