Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Melawan Melalui Gambar dan Kata

Dari luar ruangan, sudah terlihat bahwa pameran Transit #2: Zona Transisi di dalam Selasar Sunaryo Art Space akan menarik. Kaca-kaca galeri penuh dengan coretan piloks merah putih yang berisi kata-kata. Sebelumnya, dalam pameran apapun, kaca-kaca tersebut selalu bersih dan menampilkan citra jernih ke dalam ruangan.

Sebuah sosok manusia dan anjing yang berada di tengah ruangan segera menarik perhatian. Dinding ruangan penuh coretan kata-kata di samping kiri, kanan, juga langit-langit yang berseru tentang ketidakpuasan pada hal-hal yang seimbang dalam sosial, ekonomi, demokrasi, dan penyelenggara sistemnya. Karena menurut Arman, seperti yang ditulis dalam katalognya, kalimat atau kata-kata lebih tajam dari mulut dan gambar.

Insting Massa oleh Arman Jamparing

Bilal Dan Picung Tokoh Fiktif Cerita Bomber oleh Arman Jamparing

Angerholic oleh Arman Jamparing

Pria kelahiran Garut pada 1975 ini biasanya sudah memiliki kata-kata dalam benak sebelum tercermin dalam aksi. Ide-ide tersebut dipicu dari masalah harian yang bertumpuk dan menahun. Biasanya ia menampilkan karyanya pada ruang publik sehingga acap kali dianggap sebagai aksi vandalistik. Namun, sebagaimana yang ditulis Aminudin TH Siregar, Arman berpikir, "Bukankah baligo caleg dan tokoh politik tak kalah vandal dan polutif? Bukankah iklan-iklan produk yang persuasif di sepanjang jalan tak hanya mendoktrin kita pada mitos baru dalam budaya konsumtif, tetapi lebih untuk menaturalisasikannya? Bukankah itu berbahaya dan keji? Dan bukankah coretan dinding di masa pra sejarah telah memperlihatkan bagaimana manusia memiliki naluri untuk menyampaikan komunikasinya dengan cara apa saja?"

Arman memang seorang seniman yang mengeksplorasi performance art radikal yang menyuguhkan tindakan 'anarkis' terhadap ruang pameran. Arman mencoret-coret dinding, memukul-mukul, berteriak dalam aksi spontan yang suka diprediksi. Menurut Aminudin, aksinya memang mengundang kita pada suasana tegang dan penuh kejutan. Opini yang selalu spontan selalu ia utarakan terhadap kisruhnya situasi sosial politik menjelang peristiwa reformasi 1998.

Namun coretan Arman bukanlah tanpa tujuan. Melalui karyanya, ia berharap orang-orang dapat memiliki visi baru dan konsep baru untuk masa depan.

Biasanya saya tidak suka karya-karya rebel dengan kata-kata panas seperti propaganda, radikal, kebodohan, kemiskinan, atau lawan. Namun eksekusi Arman Jamparing yang rapi serta kematangan ide membuat karya-karyanya tidak hanya memberi sebuah pesan, melainkan keindahan. Mereka bukan hanya sekedar coretan. Bagi saya, mereka juga memiliki konsep.

Seusai melihat pameran, saya jadi berpikir bahwa melawan hal-hal yang sudah mapan memanglah tidak mudah. Orang-orang ketakutan jika zona nyamannya tentang hal-hal yang sudah diyakininya terganggu, bergeser, mulai ragu, dan berubah. Oleh karena itu, aksi seperti Arman jarang mendapatkan tempat pada ruang-ruang steril yang biasa didatangi oleh banyak kalangan dengan latar belakang berbeda. Ketiadaan ruang membuat aksi-aksi perlawanan ini membuat mereka tersudutkan di jalan.

Untuk melihat karya lainnya, bisa dilihat di sini.

Comments

  1. menarik sekali,,, ingin liat yang lainnya

    ReplyDelete
  2. bagus bagus teteh...cek juga teh karya nya di owah.weebly.com
    "Act Move"

    ReplyDelete
  3. Sudah berkunjung balik. Website yang keren!

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba