Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Menurut Ryan

Reading Lights Writers' Circle mungkin mulai bangun dari mati surinya. Dalam sesi kecil dan dadakan, kami menulis flash fiction dengan tema 'hidup bagaikan film'. Saya membuat cerita tentang seorang tokoh bernama Ryan yang karakternya mirip dengan film dokumenter yang begitu kaku, penuh data-data, dan terkadang menjemukan. Yah, mudah-mudahan berhasil.

------

Aku punya seorang teman. Ryan namanya. Umurnya empat tahun di bawahku, sekitar 23 tahun. Pasca kelulusannya setelah mengenyam lima tahun di jurusan jurnalistik, Ryan tampak semakin menggebu-gebu menjalani keseharian.

Pasca lulus, ia tidak langsung bekerja. Hobinya mengarungi semua komunitas dari komunitas foto, komunitas menyelam, hingga komunitas sejarah. Semua basecamp ia datangi, ia ikuti pula beberapa sesi. Lalu ia kritisi visi, misi, dan kegiatan mereka. Katanya komunitas foto adalah sekumpulan orang-orang pamer kamera ketimbang adu teknik. Sementara komunitas menyelam hanya berisi orang-orang yang ingin pamer foto di bawah laut ketimbang konservasi karang. Lalu yang ini begini, yang itu begitu.. Akhirnya pria bertubuh cungkring ini tidak diharapkan kehadirannya dimana-mana. Kecuali terakhir, orang-orang yang suka sejarah, mungkin mereka lebih bisa untuk tidak mempedulikan kicauan satu pemuda yang belum dalam pengetahuannya.

Pasca lulus, Ryan banyak menghabiskan waktu di kamar kosnya. Selain menganggu orang dengan pertanyaan kritis--menurutnya, atau lebih ke investigatif--menurutku, ia mengurung diri. Ia sering terlihat membawa kertas besar, karton, potongan koran, guntung, dan selotip. Membuat aku--yang biasanya tidak peduli dengan keadaan kosan sepulang kerja--penasaran dengan apa yang ia lakukan.

"Ryan?" Suatu saat kuketuk pintu kamarnya.

"Siapa?" Suara di dalam kamar balik bertanya.

"Adi," jawabku agak heran. Kami sudah berteman lama, kok dia masih lupa saja dengan suaraku?

"Masuk, Kak Adi."

Begitu aku masuk, pemandangan mataku kabur sebentar. Begitu pengelihatan mulai jelas, kulihat kamar Ryan yang monokrom. Bukan saja isi ruangannya, tapi tubuh Ryan dari ujung rambut hingga ujung kaki pun monokrom. Hitam dan putih!

Di belakang Ryan terdapat tembok yang penuh dengan tempelan koran yang penuh coretan, lingkaran, dan garis yang menghubungkan satu dengan yang lain. Potongan foto orang-orang yang tidak kukenal.. aku hanya bisa ternganga lalu bertanya, "Apa ini semua?"

"Oh!" Pemuda tersebut seperti tersentak kaget lalu menjelaskan layaknya seorang presenter kaku. "Kak Adi, yang ada di depan kakak adalah mind map dinamika perkomunitasan di Bandung Raya. Bisa dilihat komunitas sejarah ini memiliki anggota yang sangat banyak karena keakraban para anggotanya. Sehingga berdampak signifikan terhadap ..."

Kata-kata Ryan tidak masuk ke dalam otakku. Dengan lampu gantung di kamar yang bergoyang kanan kiri layaknya ruang interogasi di kepolisian, aku merasa Ryan begitu tua dan kaku, seperti film dokumenter yang menjemukan.

Kulihat pemandangan di balik jendela kamar pemuda ini. Sebuah kebun merah hijau yang terang disiram cahaya lampu taman.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba