Skip to main content

Kiriman Melalui Darat, Laut, dan Udara

Tenang. Ini bukan santet.

Salah satu hal yang menyenangkan saat pulang ke rumah adalah menerima sesuatu yang dikirim lewat pos atau jasa pengiriman. Bisa berupa kartu pos, surat, atau paket. Biasanya paket yang saya terima adalah barang-barang yang saya beli online lalu minta dikirimkan ke rumah, bukan ke kantor atau kostan. Hal tersebut bikin hati saya dag-dig-dug sekaligus tidak sabar kalau ibu saya kasih kabar ada paket yang ditujukan ke saya.

Kepulangan singkat kemarin, saya menerima kartu pos dan dua paket.


Kartu pos yang saya terima di atas adalah kartu pos balasan dari teman saya yang kini berdomisili di Bali, yaitu Niken. Mulanya saya yang mengirimkan kartu pos. Waktu itu saya mengirimkan kepada teman-teman saya yang ada di luar kota. Saya memberikan Niken sebuah kartu pos vintage yang bergambar sepeda. Saya mengirimkan ini karena teringat pada suasana Bali (terutama Ubud) yang tampaknya enak buat dipakai main sepeda.

Niken adalah teman saya ketika kami masih tergabung di Reading Lights Writers' Circle. Saat saya mulai bekerja di Jakarta, saya beberapa kali menghabiskan waktu jalan-jalan dan piknik bersama Niken dan teman-temannya. Sayangnya saat saya mulai tinggal di Jakarta secara penuh, Niken sudah tidak kerja lagi di sini.

Kiriman berikutnya adalah sebuah purse yang saya beli dari teman yang tidak pernah saya temui. Namanya Thia. Ia adalah seorang tattoo artist yang sebetulnya sudah saya kenal sejak SMA. Sejak kami dipertemukan kembali di WhatsApp group, saya tahu kalau Thia suka membuat kerajinan tangan. Barang-barangnya khas yaitu spooky romantic gimana gitu. Mereknya Thia dikenal sebagai Stroberi Hitam.


Cute, isn't it?

Lalu, paket terakhir adalah.. sepaket teh Twinings yang dikirim oleh dosen saya, Mbak Hani, yang kini berdomisili di Australia. Tampaknya Mbak Hani tahu kegemaran saya minum teh karena social media.  Lalu Mbak Hani memberikan teh ini dengan cuma-cuma. Saat dicoba. Duh, rasanya segar dan wanginya tidak berlebihan. Terutama campuran vanilla, madu, dan kamomil.


Kegemaran terhadap kopi juga pernah membuat sahabat saya di Bengkulu mengirimkan kopi 1001 ke rumah. Wah, baiknya. Ternyata social media ada manfaatnya. Biasanya kiriman makanan saya bagikan ke keluarga, pacar, teman, dan sahabat. Supaya mereka juga merasakan percikan kebahagiannya. :)

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…