Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

The Happiness is Inside You

Entah apa yang begitu hebat dari yang namanya 'bahagia' sehingga semua orang tampak menginginkannya. Hal ini tampak begitu dicita-citakan, disematkan dalam doa, dicari melalui mesin pencari seperti '10 cara mendapatkan kebahagiaan'. Betulkah bahagia itu bisa didapat? Apakah bahagia itu sebuah tujuan?

Orang menggunakan beberapa media untuk mendapatkan kebahagiaan. Melakukan hal-hal yang disukai seperti menulis atau bernyanyi, menyetel kondisi atau situasi agar bahagia seperti liburan atau makan malam di situasi romantis, atau memenuhi tuntutan sosial agar bisa bahagia. Menikah, misalnya.

Dalam suatu sore, saya dan Andika membicarakan tentang para single yang ingin segera berpasangan atau menikah agar bahagia. Teman-teman saya yang belum berpasangan menunjukkan betapa inginnya memiliki pasangan. Atau parahnya, belum memiliki pasangan tapi sudah ingin menikah. Jika kebahagiaan menjadi tujuan, sebaiknya niat untuk memiliki pasangan dan menikah dibatalkan saja. Mengapa? Belum tentu dengan memiliki pasangan dan menikah membuat kita bahagia.

Konstan bahagia sepertinya tidak ada. Pernikahan yang selalu diisi dengan senyum dan tawa itu tidak ada. Daripada terbuai dengan mimpi atau harapan tentang happily ever after, sebaiknya rombak ulang sistem pikirannya. Rasanya tidak adil jika menuntut pasangan bahwa ia harus membahagiakan kita setiap saat. Rasanya terlalu lemah jika menuntut pernikahan harus membuat kita bahagia pula. Jika menjadikan bahagia sebagai tujuan dan menggantungkan hal tersebut kepada orang lain, biasanya akan mengarahkan kita pada kekecewaan. Yang memutuskan apakah kita berbahagia atau tidak adalah diri kita sendiri. Kita bisa kalau kita mau.

Happily ever after tampak tidak adil pula bagi emosi lain seperti marah, sedih, atau kecewa. Karena kita lahir dengan memiliki emosi itu semua. Mungkin caranya agar keadaan kondisi kejiwaan kita balance adalah dengan merangkul semua emosi. Rasakanlah sedih jika sedih. Rasakanlah bahagia jika bahagia. Embrace everything. Don't deny it. Live today.

Haduh, mudah-mudahan tidak tampak seperti sok tahu atau menceramahi ya. Kira-kira itulah insight yang saya dapat belakangan ini. :)

Comments

  1. Kalo kata gue, Ni, bahagia itu nggak berarti mengabaikan rasa marah, rasa sedih, rasa kecewa, rasa sakit ... bahagia lebih ke sikap hati ngadepin semuanya.

    Mungkin analoginya lebih kayak "memelihara kebun" buat yang hobi. Pas berkebun kita nggak lepas dari hama, kering, kewajiban nelatenin si taneman, tapi kalo pada dasarnya kita seneng berkebun, itu semua nggak bikin kita jadi nggak bahagia lagi, walopun mungkin aja sekali-sekali kita ngeluh, kesel, ato bahkan nangis-nangis.

    Gue percaya orang yang hobi "memeilihara idup" nggak akan keilangan kebahagiaannya. Idupnya pasti nggak selalu cerah ceria, tapi kerepotan itu bisa jadi justru bagian dari paket kebahagiaan yang perlu dirasain seutuh-utuhnya ;)

    Bahagia itu nggak cuma diukur dari setiap moment yang kita adepin, tapi seluruh gambaran besarnya kalo kata gue sih =D

    -Si Sundea-

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba