Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Keliling Bandung dengan Bandros

Di tahun 2014, kata 'bandros' tidak lagi merujuk pada sebuah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras, kepala parut, dan santan. Bandros kini juga merujuk pada sebuah bus double-decker berwarna merah yang mengangkut para wisatawan untuk menikmati Bandung. Bus yang catchy ini merupakan sumbangan dari program corporate social responsibility sebuah perusahaan telekomunikasi.

Dikerubuti banyak orang.

Mulanya pengunjung bisa memakai Bandros dengan memperlihatkan struk belanja di factory outlet atau toko-toko yang ada di Bandung. Tapi kini pengunjung ditarik bayaran Rp10.000. Keberadaan bus yang namanya merupakan akronim "Bandung Tour on Bus" baru ada satu buah, namun direncanakan akan ada 30 bus lainnya.

Hari ini saya berkesempatan merasakan naik Bandros bersama Komunitas Aleut. Kami menunggu di depan Taman Pustaka Bunga. Ternyata banyak sekali yang mau naik Bandros sehingga kami harus berdesak-desakan. Siapa cepat, dia yang dapat. Bahkan ada yang nekat manjat dari sisi belakang karena tidak ingin melewatkan duduk di lantai dua bus. Jangan ditiru, ya! Nanti busnya cepat rusak.

Hati-hati ada kabel!

Semua orang senang. :)

Rupanya kebiasaan naik Busway TransJakarta mengajarkan saya menjadi makhluk yang lihai dalam menyalip orang lain. Hehe. Bersama kawan Aleut lainnya, saya bisa duduk di lantai dua. Kami bersorak begitu bus ini jalan. Selain bisa melihat pemandangan, berada di lantai dua ini memiliki tantangan sendiri yaitu kami harus menghindari ranting pohon dan kabel listrik yang jaraknya begitu dekat dengan kepala. Tak jarang petugas Bandros mengingatkan kami untuk tidak berdiri.

Awas pohon!

Tempat duduk yang hanya boleh diisi dua orang.

Bagian depan bus.


Berbeda dengan bus doubler-decker Jakarta, bus Bandros tidak memiliki atap. Cuaca Bandung yang bersahabat--terutama cuaca sehabis mendung saat kami naik--memang enak dinikmati tanpa penghalang. Begitu sejuk. Bagaimana jika hujan? Tenang, Bandros memiliki terpal dadakan.

Dari Taman Pustaka Bunga, bus berjalan ke arah Jl. Diponegoro, Jl. Ir. H. Juanda, Jl. Ganesha, Taman Sari, Jl. Ir. H. Juanda, dan kembali ke titik awal. Durasi perjalanan relatif singkat. Oleh karena itu, banyak dari para pengunjung yang menunggu-nunggu lampu merah dan mengharapkan jalanan macet. Hehe.

Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk membuat bus ini nyaman untuk digunakan. Salah satunya harus dibuat antrian yang jelas seperti tali atau diberi nomer sehingga orang tidak berdesak-desakan saat akan naik. Selain itu, jika pemandu dapat menjelaskan atraksi wisata atau gedung sejarah yang dilewati bus akan membuat kegiatan wisata ini jauh lebih baik.

Hukum rimba, mulai!

Meskipun demikian, pengalaman ini sungguh menyenangkan. Apalagi karena kami bisa jadi artis sehari dimana kami dilihat banyak orang atau mendapat lambaian dari orang-orang sekitar.

----
Video courtesy by Guntur.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba