Posts

Showing posts from April, 2015

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Tanah Mama: Perjuangan Wanita Papua

Image
Hari Sabtu kemarin saya menonton film dokumenter Tanah Mama. Film ini diputar di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia. Saya sudah lama penasaran dengan Galeri Indonesia Kaya karena galeri ini mengadakan acara-acara kesenian gratis setiap bulan. Ada pertunjukkan tari, keroncong, pembacaan buku, dan pemutaran film. Dan kebetulan film yang ditayangkan juga menarik. Maka berangkatlah saya dan teman ke sana. Tanah Mama berkisah tentang perjuangan wanita di Papua dalam menghidupi diri dan keluarganya. Hidup Halosina, nama wanita itu, berubah semenjak sang suami memutuskan untuk menikah lagi. Karena enggan hidup bersama wanita lain, Halosina memutuskan untuk pergi dan tinggal bersama saudaranya. Namun sang suami tidak memberikan lahan perkebunan sehingga Halosina tidak bisa menanam dan mendapatkan penghasilan. Mulut anak-anaknya pun harus diberi makan. Oleh karena itu, Halosina memanen ubi di perkebunan milik adik iparnya. Kemudian Halosina dituduh mencuri dan harus membayar denda hi

Surat Untuk Anak

Kepada Yang Tersayang, Anak di manapun kamu berada. Anak, saya menulis surat ini untuk kamu meski saya belum hamil. Bukan karena tidak dikasih hamil oleh Tuhan, tapi karena belum menikah saja. Di lingkungan saya, hamil sebelum nikah nista hukumnya. Akan dianggap perempuan amoral sementara sang pria yang menghamili dianggap nakal saja. Jadi, karena sepertinya saya tidak tahan dengan pandangan sinis masyarakat, saya tidak mau hamil sebelum menikah. Oleh karena itu, kamu belum ada. Anak, saya harap kamu tumbuh menjadi anak yang bahagia. Kalau hidup kita buruk (mudah-mudahan tidak), saya tidak akan membiarkanmu sedih atau mengalami trauma-trauma masa kecil. Saya akan menjagamu. Saya akan mengapresiasi semua pencapaianmu, baik kecil atau besar. Saya akan mengajakmu kemana saja dan kita akan mengalami hidup bersama-sama. Kamu akan belajar banyak hal melalui semua inderamu. Merasakan lembutnya pasir pantai, merasakan nikmatnya angin dingin di wajah, merasakan masakan yang begitu nikmat,