Posts

Showing posts from May, 2015

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

The Missing Joy

Image
Sudah hampir tiga minggu lamanya Joy menghilang. Bagi yang belum tahu, Joy itu anjing milik pacar saya, Anto. Badan Joy tidak terlalu tinggi, bahkan panjang, dan cenderung bohay. Bulunya hitam dan putih, panjang, dan kadang kusut karena Anto suka malas menyisir. Saya pernah membelikan sisir dan gunting karena bulu Joy mulai gimbal di beberapa tempat. Joy adalah anjing baik, hanya menggongong pada orang yang tidak ia kenal dan menggonggong pada dirinya sendiri saat berkaca. Ia seringkali riweuh dan over excited dengan melompat dan menjilat kalau Anto datang. Joy juga suka ngaso, tiduran dari atas lantai dengan kedua kaki yang terlentang--sehingga ia menyerupai keset. Keset yang lucu. Di balik perannya sebagai hewan peliharaan, ia berperan sebagai The Escape Artist . Keset hidup ini suka membuka pintu gerbang rumah, membobol kandang, dan--terakhir--ia membobol sekat rumah. Biasanya Joy jalan-jalan sendirian ke luar dan balik lagi ke rumah. Tapi kali ini tidak. Joy tidak pulang.

Obituary Uwa Ema

Image
Sepertinya saya terbiasa bahwa setiap kali seseorang sakit, pasti ia akan sembuh. Ah, apalagi kalau baru sakit sekali. Tapi hidup baru mengingatkan saya bahwa tidak semua orang sakit itu akan sembuh--walaupun ia tampak segar setelah sakitnya berlalu. Sakit membawa orang ke jalan yang berbeda selain kesembuhan. Akhir pekan panjang kemarin saya habiskan jalan-jalan bersama teman-teman kantor di Jawa Tengah. Saat akan kembali ke Jakarta di Minggu malam, saya menelepon ibu saya untuk memberi tahu kabar. Ibu saya bilang bahwa kakaknya, yang saya panggil Uwa Ema, kena serangan jantung. Ia sudah dioperasi, ibu saya sudah jenguk, dan uwa tampak sudah sembuh. Bahkan menurut sepupu lain, uwa sudah bisa berbicara untuk menanyakan kabar. Saya sampai di Jakarta hari Senin pukul setengah 6 pagi. Rasanya capek dan teler sekali. Begitu sampai kosan, saya tidur selama dua jam sambil membiarkan hp yang tidak saya isi baterainya. Ketika bangun dan mengecek hp, saya mendapat kabar bahwa Uwa Ema sudah