Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

A Birthday Note

Di postingan ini saya mau menulis hal personal. Uh, harusnya segala bentuk review seperti postingan sebelumnya memang niat untuk dipisahkan dari blog ini, tapi karena si pacar yang mau bikin website baru ini kerjanya lama, jadi saja semuanya masih campur aduk di sini. Ehm, sesuai harga. Project thank you doang sih ya. :p

Jadi, yang mau mengubah website saya malam ini ulang tahun yang ke-35. Meskipun angkanya cukup besar, sejujurnya tidak terlalu terlihat dari penampilan dan mukanya (kecuali jejak burung gagak di sekitar mata. Hihi.) Tidak seperti orang-orang yang mulai terlihat seperti bapak-bapak, ia sering pakai kaos polos, kaos band, celana jeans, sepatu casual, dan kemeja flanel. Kacamatanya bulat. Rambutnya gondrong, bahkan lebih panjang dari saya, dan enggan dipotong.

Hal lain yang membuat ia terlihat muda dari umurnya adalah perilakunya yang lebih banyak bercanda ketimbang serius. Ia hobi cengengesan dan tanggap pada candaan-candan yang menggelikan. Ia adalah kebalikan saya yang serius dan kaku. Ia lebih fleksibel dan spontanitas. Saking spontannya, kadang saya sebel juga karena kadang rencana-rencana seperti mau jalan ke mana atau makan apa jadi rusak. Haha. Lama-kelamaan saya enggak bikin rencana untuk hal-hal yang kecil. Jadi dia membuat saya jadi orang yang lebih fleksibel dan woles.

Hal-hal yang sering ia bahas adalah film, musik, isu sosial, dan sedikit politik karena ia juga rajin baca berita. Ia juga seorang keyboard warrior yang gemar komentar atau retweet twitwar tokoh politik di social media. Hmm, agak kurang kerjaan ya. Tapi  bagi saya, dia teman mengobrol yang enak. Syukurlah ia tidak bahas batu akik atau mancing. Selain bapak-bapak sekali, saya juga enggak ngerti.

Di usia yang baru ini, saya harap usaha-usaha yang ia kerjakan bisa sukses, lancar, dan terkabul sehingga ia bisa lebih jongjon dalam menghadapi hidup. Supaya enggak hanya dibalik komputer aja untuk coding dan design, tapi juga bisa jalan-jalan yang jauuhh sekali. Melihat hal-hal baru, merasakan euforia keterasingan. Harapan lain yang agak sulit karena sudah berkali-kali dicoba tapi gagal adalah agar ia berhenti merokok. Setidaknya dikurangi. Dan tidak dilakukan sembunyi-sembunyi seperti di kamar mandi. Hihi.

Sebenarnya saya menjanjikan kado di setiap ulang tahunnya dari dua tahun yang lalu, tapi pas kebetulan sedang bokek terus. Seperti sekarang. Jadi sekarang hadiahnya tulisan aja ya. Mudah-mudahan hasil bokeknya berbuah manis ya. Tahun ini! #kode

Selamat ulang tahun.





Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba