Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Menghilangkan Sesal

Pulang ke rumah membuat saya menonton acara-acara yang tidak ada di tv nasional karena di rumah ada tv kabel. Di channel E! News, terdapat sebuah reality show yang menampilkan Tyler Henry sebagai seorang cenayang di Hollywood. Pekerjaannya adalah mengunjungi rumah-rumah artis, "menerawang" mereka dengan tangan kiri memegang benda personal dan tangan kanan mencoret-coret kertas, mengatakan dan mengkonfirmasi apa yang ia lihat yaitu leluhur klien yang sudah meninggal, dan menjawab pertanyaan.

Ada hal yang menarik dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Daripada bertanya keadaan leluhur mereka di dunia maya sana, para klien sering mempertanyakan hal-hal yang disimpan dan tidak pernah atau tidak sempat ditanyakan. Misalnya salah seorang transgender ingin bertanya bagaimana respon kakeknya mengetahui ia transgender karena semasa hidupnya ia tidak pernah bertanya. Atau seorang pria yang tidak sempat menghadiri upacara pemakaman neneknya dan ia ingin bertanya apakah sang nenek marah  karena pria itu sangat menyesal tidak bisa hadir dan menyimpan penyesalan ini bertahun-tahun.

Melihat acara ini membuat saya teringat akan kematian. Jujur saja, saya takut dengan kematian karena saya tidak tahu akan kemana, akan berwujud seperti apa, dan akan menjalani kehidupan yang bagaimana. Apalagi kalau sudah jadi roh, saya tidak bisa mati lagi. Tidak bisa seperti tidur--gelap, lupa sedang tertidur, dan hilang. Ya kalau hidup saya menyenangkan, lah kalau tidak? Kadang terpikir kenapa manusia harus mati dan harus merasakan kengerian akan kematian setelah merasakan sesuatu yang tidak manusia minta yaitu kehidupan? Kenapa kematian menjadi misteri?

Hal yang mengerikan lainnya adalah jika saya punya urusan-urusan yang belum selesai. Ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, ada perasaan-perasaan yang tidak tersampaikan. Saat di dunia, kita bisa selesaikan hal tersebut. Ada wujud yang bisa ditemui wujud tersebut bisa saling berinteraksi. Tapi kalau wujudnya hanya salah satu pihak saja bagaimana? Yang satu lagi hanya roh yang mengawang-awang tanpa bisa berkomunikasi.

Daripada terlalu memikirkan hal yang belum terjadi, kayaknya hal yang terbaik yang bisa dilakukan sekarang adalah menyelesaikan urusan-urusan sehingga tidak menyesal kemudian. Selesaikan permasalahan, sampaikan perasaan. Dan berbuat baik, supaya karma khidupan selanjutnya baik juga.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba