Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Perjalanan Memaafkan

Tidak semua fase kehidupan itu berada di area senang-senang. Ada sedih, ada marah, dan ada luka. Luka-luka yang disebabkan oleh orang-orang yang barangkali tidak sengaja melakukannya. Tapi bagaimana pun, hati sudah kepalang memar dan meninggalkan bekas luka. Meski sudah tidak berdarah-darah, ingatan akan luka tersebut tetap berdatangan.

Seorang spiritualis dari Meksimo bernama Miguel Angel Ruiz, berkata, "Kita menghukum orang lain ribuan kali untuk kesalahan yang sama. Setiap kesalahan tersebut datang pada ingatanmu, kamu menghakimi mereka lagi dan menghukum mereka lagi." Membaca hal ini, saya merasa dimengerti sekali. Meski kejadian telah lama berlalu, tapi setiap ingatan tersebut datang, saya kembali menghukum mereka di ingatan.

Kesalahan mereka sulit lepas dari ingatan. Ibaratnya seperti mobil di radio yang memainkan lagu yang jelek saat dalam perjalanan ke supermarket, kemudian kamu menyadari bahwa dirimu menyenandungkan lagu tersebut saat berjalan di antara rak keju, dan kemudian masih teringat lagi saat kamu sampai di rumah dan menaruh keju di atas meja.

Beberapa tahun ke belakang, saya terus mengulang kata-kata dan tindakan orang lain yang menyakitkan di pikiran. Saya ingin memaafkan dan move on, tapi itu tidak mudah. Memaafkan tidak mudah, tapi hasilnya berharga sekali yaitu kebebasan. Kebebasan ini bukan kebebasan dari orang lain yang berbuat salah untuk lepas tanggung jawab, tapi kebebasan ini untuk diri sendiri yang bebas dari perasaan tersiksa. Kemarahan itu begitu memakan waktu dan melelahkan.



Socrates pernah bilang bahwa kunci dari perubahan adalah fokuskan semua energimu bukan untuk bertarung dengan hal-hal lama, tetapi bertarung untuk membuat hal baru. Agar tidak terobsesi dengan "musuh" tanpa nama itu, kita harus mengisi hari-hari kita dengan aktivitas yang bermakna, bekerja dengan memuaskan, dan bergaul dengan orang-orang yang penting bagi kehidupan kita. Kita harus membangun masa kini dan masa depan, bukan berkelahi dengan ingatan-ingatan di masa lalu.

Hal terpenting adalah kita harus berkomitmen untuk melakukan perjalanan memaafkan daripada menghakimi diri bahwa diri ini tidak siap untuk memaafkan. Selama kita secara tulus ingin mengembalikan keadaan mental yang damai (daripada melakukan aksi balas dendam), kita sudah berada di setengah perjalanan untuk memaafkan.

"Teman saya mengatakan bahwa memaafkan adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Kita membuat keputusan untuk memaafkan. Tapi kita harus tetap memilih untuk memaafkan, terus menerus. Berlama-lama marah dan sedih bukan berarti bahwa kita tidak dalam proses untuk memaafkan, tapi itu bagian dari proses."

Amin.


Sumber: Psychology Today

Comments

  1. Baru beberapa tahun terakhir, saya menyadari bahwa memaafkan bukan berarti melupakan. Saya masih bisa mengingat dan membicarakan kejadian yang dulu menyakitkan tanpa merasa marah atau terluka. pada titik itu sadar, saya sudah memaafkan. :)

    ReplyDelete
  2. Wiwww.. mbakikin, super sekali. Thanks for sharing! :) :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba