Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Review Bakat Menggongong

Kumpulan cerita pendek menjadi hal yang disukai oleh saya akhir-akhir ini karena seumpama win win solution antara keinginan dan kemalasan untuk baca buku. Saat dipinjamkan buku Bakat Menggongong karya Dea Anugrah yang terlihat tipis, dengan pedenya saya berpikir bahwa buku ini akan habis dalam semalam. Tapi ternyata tidak. Huhu. Buku yang berisi 15 cerita pendek ini membutuhkan perhatian ekstra.

Bakat Menggonggong karya Dea Anugrah. Dok. pribadi.

Salah satu cerita yang saya suka berjudul Kisah Sedih Kontemporer (IV) yang berisi sebuah percakapan tentang sepasang manusia yang berdebat tentang harta gono-gini dan memutuskannya dengan cara melempar koin. Perdebatan tidak hanya mengenai harta gono-gini tapi mereka juga memperdebatkan siapa yang memilih angka dan gambar dengan memperdebatkan siapa yang memulai gagasan lempar koin ini. Pusing yak? Tapi bagus.

Cerita lainnya yang saya suka adalah Sebuah Cerita Sedih, Gempa Waktu, dan Omong Kosong yang Harus Ada. Tokoh "aku" bertindak sebagai narator sudut pandang ketiga yang menceritakan tokoh "kau". Tokoh "kau" ditemukan oleh "aku" saat "aku" sedang belanja di swalayan 24 jam. Saat itu "kau" tampak sedang bertengkar dengan seseorang di telepon. "Aku" juga bercerita tentang "kau" yang memiliki seorang ibu sebagai orang tua tunggal yang baik. Namun sayang ibu ini mengalami kehancuran ketika ia mencintai seorang laki-laki yang memperlakukannya dengan tidak baik. Ibu yang tegar menjadi penjudi dan lonte. Tokoh "kau" jadi harus mengurus ibunya dan masuk ke dalam hidup yang penuh penderitaan. Di akhir cerita, ada ending yang menarik di sini, yang sebaiknya tidak usah saya tuliskan. Sebaiknya kamu baca.

Seperti yang saya bilang sebelumnya kalau buku ini butuh perhatian ekstra, Bakat Menggonggong agak sulit dibaca dalam suasana ramai dengan perhatian yang terbelah-belah. Tidak mudah untuk kembali dan meneruskan baca setelah terdistraksi. Menurut saya lho ya, mungkin orang lain bisa menikmati buku ini tanpa usaha. Yang membuat susah bukan temanya yang rumit--bahkan cerita cukup sederhana namun tidak klise--tapi mungkin yang bikin susah dinikmati adalah kadang ada loncatan ide antar paragraf. Jadi kadang harus dibaca pelan-pelan dan dipikirkan hubungannya. Jadi membayangkan sepertinya akan lelah sekali kalau saya membaca karya Dea versi novel. Haha. Ini mengingatkan pada buku Cala Ibi karya Nukila Amal yang butuh usaha. Tapi saya lebih bisa menikmati novelnya Nukila.

Intinya buku ini bagus. Terlihat bahwa Dea adalah orang yang banyak baca. Dea juga beberapa kali memasukkan referensi pop seperti penulis atau penyanyi di dalam ceritanya. Dan ia juga bisa mengeksplorasi dalam caranya bercerita. Kalau tujuan membaca untuk rekreasi, buku ini bisa ditinggalkan. Tapi kalau perlu referensi baru untuk memperluas pengetahuan bacaan, Bakat Menggonggong bisa dijadikan pilihan.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba