Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Hada Labo Face Wash | Is It Worth The Hype?

Nama Hada Labo happening sekali di forum-forum kecantikan. Produk dari Jepang ini harganya tidak terlalu mahal tapi hasilnya cukup memuaskan. Karena kemarin binahong soap bar-nya tidak memberikan dampak positif, saya jadi cari face wash baru. Sejauh ini, face wash yang paling cocok buat saya adalah Biokos dari Martha Tilaar. Tapi karena ketinggalan di kampung halaman terus kayaknya kulit udah urgent banget, saya beli Hada Labo yang mudah didapat.



Hada Labo punya dua jenis face wash yaitu mild peeling dan moisturizing. Karena saya sudah punya COSRX yang bisa buat ngangkat kulit mati, saya pilih yang Hada Labo moisturizing face wash. Oh ya, FYI, beberapa waktu lalu saya pernah tes kulit gitu. Ternyata kulit saya itu kering, tidak kenyal, dan dehidrasi. Wah, saya kaget juga karena saya selalu menganggap kulit ini berminyak. Tapi ternyata tidak. Huhu.

Saat pertama kali dioles, Hada Labo punya warna seperti face wash pada umumnya yaitu putih. Saat dipakai di muka, face wash ini tidak berbau, lebih cenderung sedikit bau kimia. Kalau dilihat dari kemasannya, Hada Labo itu fragrance free dan colorant free. Produk ini ngingetin sama Redwin, sebuah produk kesehatan kulit dari Australia. Beberapa orang senang dengan produk yang bebas bau. Tapi karena saya sudah terbiasa dengan produk yang memiliki bebauan, jadi agak eneg juga saat memakai face wash-nya. Haha.

Wajah saya terasa tidak kering setelahnya. Beberapa face wash kadang meninggalkan sensasi kulit ketarik. Tapi tidak 100% lembab juga karena saya melihat ada beberapa area kering di wajah saya. Dan yang terpenting sih produk ini tidak menimbulkan iritasi atau munculnya jerawat kecil-kecil. Malah beberapa jerawat saya hilang setelah seminggu pemakaian.

Produk ini bisa dibilang cocok untuk kulit saya, tapi kok saya masih terbayang Biokos face wash ya. Haha. Mendengar kata face wash, saya masih prefer Biokos dari negeri sendiri. Tapi Hada Labo bisa dijadikan produk alternatif jika Biokos saya sudah habis. :)

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba