Posts

Showing posts from August, 2017

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Pasang Foto Anak di Media Sosial Juga Ada Aturannya

Image
Designed by Freepik Punya anak memang menggemaskan bagi sebagian orang. Rasanya sebagai orang tua, kita ingin berbagi perkembangan si anak kepada teman-teman di media sosial. Kadang excitement berbagi kisah anak ini membuat kita ingin posting apa saja; saat ia lagi makan, saat ia lagi sekolah, saat ia lagi berenang, bahkan ada yang beberapa kali saya temukan foto anak sedang mandi dengan alat kelamin yang disensor dan yang tidak disensor. Kalau sering meluangkan waktu di televisi, mungkin kalian tahu bahwa Nafa Urbach sedang disibukkan dengan melapor akun pedofil yang memberi komentar foto anaknya di Instagram. Sebagai catatan, kalau tidak salah Nafa membuat akun tersendiri yang didedikasikan untuk pajang foto anak dan dibuka untuk publik. Mereka berkomentar 'loli'. FYI, loli merupakan kependekkan dari Lolicon atau Lolita Complex. Kata ini memiliki makna obsesi terhadap anak-anak di bawah umur atau anak-anak menjelang pubertas. Lantas Nafa menjadi berang anaknya jadi

Drama Trimester Kedua

Image
Alhamdulillah kehamilan sudah masuk trisemester kedua. Saat saya menulis blog ini, usia kandungannya 19 minggu. Enggak terasa bahwa minggu depan usia kehamilan saya menginjak 5 bulan. Waktu terasa lebih cepat daripada saat awal usia kehamilan karena setiap hari bertanya-tanya "Wah lama sekali ya menginjak usia kandungan selanjutnya!" Kandungan trisemester pertama saya relatif tidak rewel. Hanya mual sedikit, tidak ada muntah, tidak ada ngidam, tidak ada flek, tidak ada kram. Tapi mulai trisemester kedua mulai agak rewel yaitu sakit pinggang, sakit di bagian bokong, dan sakit secara psikis melihat badan mulai melar secara signifikan dan pakaian sudah pada tidak muat. Hahaha. Sakit pinggang bermula ketika saya jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor di sebuah akhir pekan. Tidak hanya ke Bogor, saya juga jalan-jalan ke Depok. Saya wara-wiri naik KRL dan banyak jalan. Memang saat itu tidak ada masalah. Tapi begitu hari Senin datang, wah kok rasanya sakit pinggang. Bahkan hing