Posts

Showing posts from September, 2017

Hitamnya Humor di Film Wild Tales (2014)

Image
Kalau ingin merasakan sebuah ironi eksistensi manusia atau melihat sebuah kesengsaraan sebagai suatu hal yang absurd dibandingkan menyedihkan, film-film black comedy cocok buat kamu. Beberapa film black comedy yang saya tonton berhasil membuat saya terkekeh. Salah satunya adalah Sightseers(2012) yang sepasang kekasih yang saling menularkan kegilaan.

Kemarin, saya direkomendasikan oleh teman untuk menonton Wild Tales (2014). Wild Tales adalah sebuah kumpulan enam film pendek dengan rasa black comedy, memiliki tema kekerasan dan balas dendam. Walaupun temanya terdengar negatif, tapi sebetulnya film-film di sini begitu lucu.


Pertama adalah film berjudul Pasternak. Film ini bercerita tentang semua penumpang pesawat yang tanpa diketahui saling mengenal seseorang bernama Pasternak. Semuanya memiliki kesamaan yang sama yaitu memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pasternak. Pesawat yang dikendalikan oleh Pasternak pun sengaja ditabrakkan ke rumah orang tua Pasternak.

Kedua adalah The Rats

Menyimpan dan Memunculkan Ingatan

Image
Segala pengalaman dan peristiwa yang diterima oleh panca indera pasti akan tersimpan pada ingatan--secara sadar atau tidak sadar. Untuk yang gemar musik, kita akan mengingat sosok musisi, konser, atau peristiwa seperti kematian musisi yang disayangkan banyak orang seperti Kurt Cobain atau Amy Winehouse. Untuk yang gemar seni pun demikian; kita mengingat sosok seniman, karya-karya yang ditampilkan di pameran yang telah diselenggarakan, dan peristiwa lainnya.

Khusus untuk seni, ingatan tersebut masuk ke dalam memori artistik. Memori artistik bisa simpan atau digali agar bisa muncul kembali. Nah, menyimpan dan memunculkan memori artistik ini menjadi latar belakang kurator pameran seni berjudul re-emergence (2017) yaitu Agung Hujatnikajennong. Agung meminta para seniman untuk mengingat perjumpaan artistik yang bermaka sepanjang hidup para seniman. Mereka saling berdiskusi. Nama-nama seniman lain yang muncul diingatan berasal dari berbagai konteks tempat dan masa: Agus Suwage, Andry Moch,

Membaca Skala, Mengartikulasikan Makna

Image
Mendengar kata "skala", biasanya terbayang sebuah ukuran. Tapi bagi Rizki A. Zaelani dan Asikin Hasan, dua orang kurator seni, "skala" tidak hanya sekadar membandingkan jarak, melainkan menerjemahkan secara jelas makna dari hal-hal secara mental dan konseptual. "Skala" ini dijadikan tema dari pameran Trienal Seni Patung Indonesia yang ke-3.

Karena penasaran dan sudah lama tidak pernah main ke galeri, saya dan teman saya memutuskan untuk pergi ke Galeri Nasional. Di sini terdapat 46 pematung Indonesia yang beberapa saya kenal seperti Asmudjo, Nyoman Nuarta, Sunaryo, dan Eko Nugroho.

Seperti yang ditulis di atas bahwa pameran ini bermaksud untuk mengartikulasikan makna dari hal-hal yang ada di sekitar itu maksudnya kenangan dan imajinasi tentang budaya yang kita hidupi. Tidak hanya bersifat materi seperti kumpulan objek, barang, atau benda-benda, kebudayaan merupakan aneka kejadian dan pemahaman individu terhadap sesuatu yang terus berubah. Seni patung menj…

Sakit Pinggang? Berenang, Yuk!

Image
Pada bulan lalu, saya menulis tentang hal yang saya alami saat masuk ke trimester kedua yaitu tentang sakit pinggang akibat jalan terlalu jauh. Sakit pinggang yang lumayan nyeri itu saya rasakan selama hampir dua minggu. Saya tidak bisa membungkuk, tidak bisa mengangkat hal yang berat (bahkan ember cucian), dan kesulitan bangun dan jalan dari duduk--saya harus bangun dan diam sebentar.

Ada yang bilang saya harus pijat di mom and baby spa dan ada yang bilang saya harus olahraga senam, yoga, dan renang. Jadi, selama itu saya mencoba beberapa kegiatan. Yang pasti saya tidak melakukan pijat di mom and baby spa karena mahal. Hehe. Jadi, pertama adalah saya melakukan peregangan di pagi hari. Saya melakukan peregangan dari kepala hingga kaki, walaupun fokusnya di pinggang. Pinggang saya putar-putar ibarat penyanyi dangdut. Hehe. Rasanya sakit, oleh karena itu saya melakukannya pelan-pelan tapi konsisten setiap pagi.

Kedua, dulu saya pernah ikut yoga, sekarang sudah tidak lagi. Rencananya saya…

Over Idolizing

Image
Beberapa hari lalu, santer banget dengan berita menikahnya pasangan selebritis Raisa dan Hamish. Raisa adalah penyanyi solo terkenal Indonesia, karena suaranya yang bagus dan wajahnya yang cantik. Hamish adalah presenter dan aktor yang maskulin dan wajahnya rupawan. Raisa banyak digandrungi oleh para pria, Hamish banyak digandrungi oleh para wanita. Ketika keduanya menikah, maka warganet membuat tagar Hari Patah Hati Nasional yang cukup membuat gegar dunia per-media-sosial-an.

Ish, enak aja bawa-bawa kata nasional. Situ kali yang patah hati, gue mah enggak.

Saya suka suaranya Raisa, menurut saya bagus. Tapi apakah ia begitu sempurna sampai bisa membuat orang-orang patah hati? Saya kira tidak. Bahkan pernikahan mereka banjir dengan komentar 'terpotek' karena banyak yang bersedih, foto mereka diunggah di mana-mana, kisah percintaannya pun diulas terus-menerus. Aih, sebegitunya?

Pengidolaan terhadap seseorang bukan hanya pada kasus Raisa dan Hamish. Banyak dari kita yang mengido…