Skip to main content

Sakit Pinggang? Berenang, Yuk!

Pada bulan lalu, saya menulis tentang hal yang saya alami saat masuk ke trimester kedua yaitu tentang sakit pinggang akibat jalan terlalu jauh. Sakit pinggang yang lumayan nyeri itu saya rasakan selama hampir dua minggu. Saya tidak bisa membungkuk, tidak bisa mengangkat hal yang berat (bahkan ember cucian), dan kesulitan bangun dan jalan dari duduk--saya harus bangun dan diam sebentar.

Ada yang bilang saya harus pijat di mom and baby spa dan ada yang bilang saya harus olahraga senam, yoga, dan renang. Jadi, selama itu saya mencoba beberapa kegiatan. Yang pasti saya tidak melakukan pijat di mom and baby spa karena mahal. Hehe. Jadi, pertama adalah saya melakukan peregangan di pagi hari. Saya melakukan peregangan dari kepala hingga kaki, walaupun fokusnya di pinggang. Pinggang saya putar-putar ibarat penyanyi dangdut. Hehe. Rasanya sakit, oleh karena itu saya melakukannya pelan-pelan tapi konsisten setiap pagi.

Kedua, dulu saya pernah ikut yoga, sekarang sudah tidak lagi. Rencananya saya akan yoga saat kandungan menginjak usia 7 bulan. Saya ingat beberapa gerakan. Saat sakit pinggang, saya sering melakukan gerakan child pose dan downward dog. Di situ punggung dan pinggang saya benar-benar meregang, rasanya sakit-sakit tapi melegakan gitu. Hehe. Begitu juga kalau shalat. Saat rukuk, saya panjangkan punggung saya. Itu juga bikin pinggang terasa enak.

Melakukan kedua hal itu membuat sakit pinggang saya terasa berkurang. Saya dan suami pun mulai jalan kaki di dekat rumah di sore hari. Sepulang jalan kaki, saya merasa sakit pinggang lagi, walau tidak senyeri di awal. Kayaknya saya memang kurang cocok jalan kaki. Hehe. Maka langkah ketiga, saya mencoba olahraga lain yaitu berenang. Saya berenang di Hotel Citarum Bandung dan di kolam renang Prisma Jakarta. Btw, kolam renangnya recommended! Hasilnya lebih enak di badan ketimbang saya jalan kaki. Atau mungkin karena saya memang doyan renang dari dulu. Heheu. Selain seluruh badan jadi enak, pinggang juga tidak sesakit kalau jalan jauh.

Renang malam di kolam renang Prisma, Meruya, Jakarta Barat. 

Happy feet!

Kolam renang outdoor di Hotel Citarum, Bandung. Awas kulit menghitam.

Dan keempat, saya konsultasi ke dokter kandungan tentang masalah sakit pinggang ini yang sebenarnya sudah baikkan. Dokter bilang sakit pinggang pada saat hamil itu wajar karena tubuh butuh kalsium. Wah, saya merasa sudah sering makan pisang dan susu yang kaya akan kalsium, tapi ternyata masih kurang juga. Oleh karena itu, dokter memberi saya suplemen kalsium. Tabletnya dikunyah, teksturnya seperti kapur, dan rasanya anggur. Enak.

Dok. Pribadi

Perpaduan antara olahraga dan makan tambahan kalsium pokoknya oke banget deh. Kemarin saya jalan kaki lagi, tapi pinggang saya tidak nyeri setelahnya. Buibu yang hamil pemula seperti saya, wajib melakukan ini ya!

Oh ya, ngomong-ngomong tentang suplemen, sekarang saya makan Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold. Suplemen ini sedang hype sekali dan teman-teman saya juga banyak yang menganjurkan, makanya saya beli. Kalau kata dokter, kandungan Blackmores kurang sehingga saya harus makan ini dua kali dalam sehari (petunjuk penggunaan di botolnya memang segitu sih). Multivitamin dari Australia ini sudah masuk di Guardian. Saya beli di Guardian Lippo Mall Puri Jakarta, harganya Rp195 ribu. Kata temen saya, kalau beli di Guardian Bandung harganya bisa lebih murah sekitar Rp160 ribuan. Hiks. Isinya 60 tablet, jadi bisa dikonsumsi selama sebulan.

Bahkan ada temen yang pengin hamil lagi demi nyoba ini. Hihi. Dok. Pribadi.

Di luar topik sakit pinggang, mungkin ada yang kontra dengan penggunaan suplemen yang tidak alami. Mereka memilih untuk mendapat kandungan asam folat, DHA, minyak ikan, zat besi, kalsium dan lainnya itu dari makanan asli seperti buah, ikan, atau bayam. Karena saya anak kos yang makannya seada-adanya, kayaknya saya butuh asupan multivitamin tambahan dari dokter. Idealnya sih ya pengen serba natural. Tapi kalau dari makanan, saya takut kekurangan.

Tujuannya cuman satu yaitu si jabang bayi sehat, lahir sempurna, dan tidak ada masalah apapun. Semoga ya. Sekarang ini jabang bayi lagi aktif-aktifnya gerak di perut, terutama di malam hari. Kalau sudah gerak-gerak, bawaannya inget lirik lagu Savage Garden yang bunyinya "I knew I loved you before I met you." Wkwk. Semoga nanti kalau sudah lahir tidak nocturnal seperti ibu dan bapaknya. :)

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…