Posts

Showing posts from November, 2017

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Melting Pot Para Seniman Sedunia

Image
Terbayang tidak rasanya jadi orang kaya yang memiliki 800 karya seni nasional dan internasional? Haryanto Adikoesoemo adalah orang beruntung itu. Dari ratusan karya seni koleksinya, ia memamerkan 90 karyanya di sebuah museum yang ia dirikan yaitu Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN). Museum ini berada di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan baru dibuka pada tanggal 7 November lalu. Pertama kali saya kenal Musem MACAN karena Aaron Seeto, Direktur Museum MACAN, hadir di acara pembukaan pameran re-emergence di Selasar Sunaryo Art Space yang saya hadiri saat itu. Saya pikir kok namanya lucu yaitu "macan". Mulanya malah saya kira museum ini tentang binatang. Dan saat browsing , kok museum ini dekat dengan tempat tinggal saya tapi saya tidak pernah tahu keberadaannya. Jadi semakin penasaran dong ya. Namun setelah lihat Instagram-nya, saya jadi bingung ini sebetulnya museumnya sudah buka atau tidak. Kok terlihat segmented dan eksklusif. Hingga ak

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Image
Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark . Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi. Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga . Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa

Blessed but Stressed

Image
Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama. Aih, curhat banget, sis? Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asur