Skip to main content

Aromaterapi Untuk Melegakan Nafas? Bisa!

Belakangan ini cuaca engga menentu. Kadang panas banget, kadang hujan angin. Selama kehamilan, kayaknya ada tiga periode flu yang menyerang teman-teman kantor. Yang pertama, saya masih tahan dan tidak ketularan. Yang kedua, mulai kerasa sakit tenggorokan sedikit tapi langsung saya gempur makan sehat sama banyak makan buah, jadinya enggak sampai flu. Nah, yang ketiga, baru deh tubuh saya enggak tahan dan akhirnya batuk pilek juga. Walaupun, syukurnya, tidak parah seperti teman saya yang juga sedang hamil.

Ternyata bener deh. Sakit flu saat hamil itu ribet banget. Udah mah nafas kita mulai sesek karena bawaan body, ditambah lagi hidung mampet dan badan engga enak. Apalagi ibu hamil enggak boleh makan obat. Kalau pun dikasih resep sama dokter, saya enggak mau makan obat deh. Takut ada efek sampingnya sama bayi. Terus saya keingetan amunisinya temen-temen saya dalam menangkal flu yaitu pakai aromaterapi dari Botanina.

Ini bukan postingan sponsor atau iklan lho ya. Murni pengalaman pribadi.

Kalau ngeliat testimoni customer Botanina, semuanya pada positif. Semua usia, dari newborn sampai dewasa, bisa pakai produk ini karena bahan-bahannya natural. Apalagi saya emang suka produk bahan-bahan organik, alami, dan natural buatan dalam negeri. Jadi bener-bener penasaran sama produk ini, dan ingin membuktikan testimoni positif mereka, jadinya saya beli cold & flu aromatherapy spray.

Dok. pribadi


Kalau mau beli ini harus diperhatikan bahwa cold & flu aromatherapy spray dari Botanina dibagi jadi tiga berdasarkan usia. Pertama, cold & flu baby aromatherapy spray. Kedua, cold & flu kids aromatherapy spray. Ketiga, cold & flu adult aromatherapy spray. Kandungan aromaterapinya dibedakan berdasarkan usia. Karena saya bentar lagi mau lahiran, akhirnya saya beli cold & flu baby aromatherapy spray yang aman bagi newborn. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhanmu.

Cara pakainya adalah kocok dulu sebelum disemprot ke bantal, selimut, mobil, dan lainnya. Namanya juga aromaterapi, jadi jangan disemprot ke badan layaknya perfume ya! Haha. Nah, saya udah dua kali mencoba. Walaupun pileknya tidak 100% hilang (Botanina juga tidak klaim menyembuhkan flu kok), nafas saya lebih enteng saat mau tidur.

Selain dapat melegakan saluran nafas, katanya aromaterapi ini juga bisa bantu membersihkan udara dan lingkungan. Mudah-mudahan bisa bantu menghilangkan residu rokok yang nempel di pakaian suami kemudian nyebar di ruangan. Maklum, dia masih egois belum bisa berhenti rokok. Padahal si jabang bayi bentar lagi hadir.

Produk natural itu biasanya mahal. Haha. Saya beli trial size (30 ml) Botanina cold & flu baby aromatherapy spray ini harganya Rp55 ribu. Sedangkan regular size (60 ml) harganya Rp90 ribu. Padahal saya pengin sekali coba produk Botanina lainnya seperti stretch mark improver, acne oil, all purpose healing salve, dan jaga sukma massage oil.

Kayaknya produk ini cocok untuk kamu yang suka jaga kesehatan enggak pakai obat-obatan. Ada beberapa cara lain untuk melegakan nafas seperti vicks humidifier yang dipasang di malam hari, pakai aromatherapy diffuser, atau sekadar taruh air panas di ember. Kalau kamu, cara apa yang paling kamu suka? Share ya!

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…