Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Film di bioskop sedang rame-ramenya. Ada Murder on the Orient Express yang diangkat dari novelis favorit saya yaitu Agatha Christie, ada The Disaster Artist buatan James Franco yang terkenal humor garing gimana gitu, ada Coco yang katanya bikin mata sembab karena ceritanya menyentuh, dan ada Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak yang ditayangkan di berbagai festival kelas dunia.

Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menonton Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Alasannya adalah kami percaya ini film bagus, suami juga jatuh cinta dengan soundtrack-nya yaitu Zeke Khaseli dan Cholil, dan biasanya film Indonesia akan susah dicari jika sudah turun dari bioskop. Berbeda dengan film Hollywood yang bisa dicari di.. ehm.. streaming website. ;)

Dok. Cinesurya

Saya mau cerita secara singkat sinopsisnya. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang janda muda yang terlilit hutang dan ia harus menyerahkan tubuhnya sebagai bayarannya. Enam orang pria mendatangi rumahnya dan memutuskan untuk memperkosa secara bergilir. Dengan keteguhan hati, Marlina membunuh lima orang tersebut dan memenggal salah satu kepala pria yang sempat memperkosanya.

Saya dan suami berkali-kali terperangah dengan pemandangan Sumba yang menjadi latar belakang film ini. Sutradara, Mouly Surya, mengambil dengan lensa kamera yang lebar sebuah pemandangan sabana yang luas, berbukit, dan kering. Scoring film ini juga mengingatkan pada film koboi atau film karya Quentin Tarantino. Apalagi momen di saat Marlina naik kuda di tengah jalan yang gersang, sangat jagoan!

Dok. Cinesurya

Belum lagi dialog para tokoh yang digunakan dengan bahasa Sumba, bukan bahasa Indonesia yang sok-sokan diberi logat Sumba. Untung film ini ada subtitle bahasa Inggris, jadi kami bisa melihat subtitle jika tidak mengerti. Menurut saya penggunaan bahasa Sumba dan dialog yang lucu namun getir membuat film ini semakin bagus saja.

Selain tokoh Marlina yang cenderung emotionless (bayangkan, dia membawa potongan kepala tanpa rasa jijik), saya suka tokoh Novi. Novi adalah teman sekampung yang sedang hamil 10 bulan. Kehamilannya sering disangka sial karena bayi yang tidak kunjung keluar itu dianggap sungsang. Berbeda dengan Marlina yang dingin, tokoh Novi ini sangat ekstrovert dan polos. Dia juga bercerita tanpa batas bagaimana ia ingin sang suami memenuhi nafsu seksnya yang meningkat selama hamil. Dalam kondisi hamil tua, Novi tampak lincah dan kuat. Dia adalah tokoh kesukaan saya.

Secara cerita, saya suka bagaimana Marlina dan orang-orang di sekelilingnya bersikap seolah-olah membunuh dan membawa potongan kepala itu hal yang wajar. Selain itu, tokoh-tokoh perempuan di sini juga dicitrakan sebagai tokoh yang kuat. Misalnya Marlina yang bisa melampiaskan dendam, Novi yang bisa membawa dirinya walau sedang hamil tua, atau tokoh ibu yang bersikukuh ingin naik truk bersama dua ekor kuda karena mau menikahkan keponakannya (atau anaknya? lupa, hehe).


Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berhasil membuat saya ingin mengetahui cerita lebih tentang hal ini. Misalnya bagaimana kehidupan Marlina dan mendiang suaminya (yang jasad suaminya diawetkan dan masih tersimpan di rumah tamu rumah) terdahulu dan bagaimana kehidupan Novi setelah bayinya lahir. Kekurangannya hanya film ini hanya satu, kok yang memerankan suaminya Novi itu Indra Birowo sih? Hahaha. Jomplang banget.

Intinya, film ini wajib tonton. Ceritanya tidak klise dan tidak cinta-cintaan. Belum lagi Mouly bisa memotret bagian timur Indonesia dengan cara berbeda. Tidak mendayu-dayu atau diiringi musik etnik seperti yang sering ditemui di film lokal. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak digambarkan secara kuat namun tetap indah.

Comments

Tira Soekardi said…
makasih reviewnya, belum nonton
Nia Janiar said…
samasamaaa..
esthy wika said…
Kalo Indra Birowo, dari baca review ini, cocok aja sih mbak, buat Novi. Asal bukan suaminya si Marlina aja ✌
Nia Janiar said…
Hehehe iya ya? Abisnya menurut saya Indra Birowo terlalu putih dan mencrang di film ini. Hihi. Mungkin selera aja yah..
Anonymous said…
Wkwkw filmnya manteb banget, aku suka mbak. Kesedihan perampokan pemerkosaan kematian kelahiran semua ada.4 babak 3 hari 2 kepala
Nia Janiar said…
Trueee..