Skip to main content

Perlengkapan yang Diperlukan Untuk Newborn

Setelah drama rewel selama lima hari karena Elora harus stop ASI untuk sementara dan dikasih sufor karena breastmilk jaundice, hari ini Elora balik lagi minum ASI. Ia lebih tenang dan tidur siangnya lebih lama, jadi saya bisa update blog. Kalau sebelumnya ia minta digedong terus. Kalau tidur dan ditaruh ke tempat tidur malah bangun dan nangis. Sekalinya tidur, cuman satu jam. Mungkin karena dia biasa merasa aman dan nyaman kalau dipeluk sambil mimik susu langsung sama puting.

Anyway, di sela drama tersebut, saya jadi kepikiran barang-barang yang diperlukan saya selama 1,5 bulan ini. Inspirasi ini muncul karena saya berkutat dengan botol susu, sterilizer, dan pompa ASI di lima hari kemarin. Saya jadi kepikiran perlengkapan lainnya yang harus dimiliki oleh ibu baru untuk menyambut newborn. Setiap ibu kebutuhannya berbeda. Nah, kalau ini kebutuhan saya nih:

1. Pakaian
- Baju 3-4 buah. Saya paling suka jumpsuit pendek karena bajunya enggak akan naik kalau tidur.
- Bedong 3 buah
- Selimut bayi 1 buah
- Popok sekali pakai atau cloth diaper (clodi). Untuk clodi, bisa dibaca yang lebih rinci di sini.
- Kaos tangan dan kaki 2 pasang
- Topi bayi 1 buah. Sebenarnya enggak terlalu kepakai kalau enggak sering ke luar rumah. Jadi, punya satu aja cukup.
- Selimut topi 1 buah. Ini berguna kalau mau imunisasi ke rumah sakit atau jalan-jalan. Berguna biar bayinya enggak keanginan.

2. Perlengkapan mandi
- Sabun
- Sampo
- Handuk bayi 2 buah biar ada back up kalau dicuci
- Bak mandi plastik
- Wash lap
- Minyak telon
- Baby oil kalau berencana mau pijet bayi sendiri
- Body lotion kalau kulit bayinya kering kayak bayi saya karena kelamaan di dalam ketuban. Hihi.
- Bedak cair. Sebenernya saya enggak tahu fungsi bedak, hehe. Tapi kalau mau pakai, beli yang cair ya. Kalau yang serbuk, butiran bedaknya nanti terhisap bayi.
- Kain kasa untuk bersiin lidah bayi yang putih karena ASI. Caranya, kain kasa dililit ke jari kelingking, celup ke air hangat, dan pelan-pelan bersihkan lidah bayinya.
- Sisir bayi kalau rambut bayinya tebaal. Rambut Elora tebal sekali, jadi saya merasa sisir bayi berguna.
- Perlak
- Tisu basah atau wash cloth. Tisu basah ternyata boros sekalii. Itu satu pak aja kayaknya untuk 3 hari. Kalau mau ribet dikit, pakai kain saja.

3. Perlengkapan ASI
- Pompa ASI. Saya lebih suka yang manual karena saya bisa kontrol kecepatannya dan lebih mudah dibawa-bawa.
- Botol susu 2 buah. Waktu saya beli pompa Pigeon, itu udah termasuk botol susu dua buah. Ini bisa dipakai kalau kamu mau pergi dan bawa asi perah
- Plastik/kantong ASI untuk menaruh ASI perah. AIMI menyarankan untuk pakai botol kaca karena nutrisi yang tertinggal di botol kaca lebih dikit dari botol plastik. Tapi saya pakai plastik ASI karena space kulkasnya masih rebutan sama kulkas dapur. Jadi plastik lebih gak makan tempat.

Untuk newborn, beli ukuran 100 ml saja.

- Steamer untuk mensterilkan botol susu dan pompa. Sebelumnya saya pakai teknik jadul yaitu rebus pakai air matang. Tapi buang-buang air banget, bo! Dan ribet lagi. Apalagi pas Elora harus minum sufor, itu sehari bisa berkali-kali sterilin botol. Jadi steamer ini berguna banget. Wajib punya.
- Nursing cover alias apron untuk menutupi dada kita kalau menyusui di tempat umum.
- Cooler bag dan ice gel. Ini berguna untuk kamu yang akan bekerja lagi setelah cuti melahirkan. Kamu pasti akan perah susu di kantor dan butuh tempat untuk menyimpan ASI perah sampai pulang. Selain itu, ini juga berguna kalau mati lampu. ASI perah di dalem kulkas bisa dimasukkin ke cooler bag supaya terjaga.
- Sikat botol

4. Perlengkapan lainnya
- Gendongan. Terserah mau gendongan jarik yang tradisional, gendongan kaos yang trendi, atau gendongan lain yang mahal, yang pasti harus punya karena memudahkan kita bergerak, apalagi kalau bayinya semakin berat. Kesukaan saya gendongan kaos dan baby wrap. Elora sering digendong ala-ala kangguru. Kalau udah posisi kayak gitu, dia lebih cepet tidurnya. Hehe.

Si anak kangguru.

- Baby box atau tempat tidur bayi berguna untuk kamu yang tempat tidurnya kecil kayak tempat tidur saya. Hehe. Kalau bisa ada kelambunya karena Elora enggak punya kelambu, jadinya digigitin nyamuk terus.
- Termometer. Ini wajib ada karena kita bisa memantau suhu bayi kalau terasa badannya hangat.
- Gunting kuku bayi. Ini suka terlupakan. Dalam sebulan, Elora udah 3-4 kali potong kuku karena kukunya cepat panjang. Kasian kalau panjang, muka sendiri bisa kecakar.
- Nose cleaner

Jadi, kira-kira itu deh yang saya inget. Waktu mempersiapkan kedatangan Elora, saya enggak langsung beli semuanya. Jadi satu per satu dicicil karena di tengah jalan baru tahu kalau saya ternyata butuh barang tersebut. Enggak usah kalap dalam membeli, nanti pasti banyak kado. Misalnya saya sekarang punya selimut bayi sampai 8 buah! Sabun dan sampo bayi juga enggak kalah banyak. Wkwk. Tapi yang pasti, saya jadi tahu mau kasih apa ke teman-teman yang baru melahirkan.

Paling enak punya teman yang bertanya dulu barang yang kita butuhkan sebelum ngasih. Hihi. Kayak saya minta clodi, steamer, mainan gantung ke teman-teman saya. Atau, kamu bisa kasih daftar barang yang kamu butuhkan ke teman-temanmu. Kasih yang mahal, jangan mau rugi. :p

Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…