Skip to main content

Baca Buku Sebelum Tidur, Yuk!

Demi menciptakan generasi cerdas dan gemar baca, ceritanya saya ingin membiasakan Elora membaca buku sedini mungkin alias sejak umurnya dua bulan. Haha, dini banget bo! Walaupun Elora mungkin belum mengerti ceritanya, tapi anggap saja itu latihan untuk menambah kosa kata, melihat gambar warna-warni, dan familiar terhadap buku. Maklum, emaknya enggak punya mainan warna-warni yang bisa stimulus otaknya. Modal emaknya hanya buku, banyak bercerita, dan boneka tangan saja. Huhu.

Sejauh ini Elora punya empat buku berbahasa Inggris dan satu buku berbahasa Indonesia. Sebenarnya bukan sok-sokan agar Elora ngomong Bahasa Inggris nantinya, tapi semua buku berbahasa Inggris itu adalah pemberian sahabat saya alias saya mendapatkannya gratis. Hehe. Buku luar negeri itu tipikal sekali: ilustrasi bagus, penuh warna, dan hard cover! Pengin deh koleksi buku dari luar negeri.

Koleksi buku yang sebenarnya segera bertambah

Ternyata anak bayi dua bulan sudah bisa menyimak buku yang kita ceritakan lho! Kalau sedang rewel, Elora jadi anteng kalau sudah ada buku di depannya. Bahkan ia juga bisa memusatkan perhatian pada buku. Lucunya lagi, ia ikut bercerita saat saya membacakan kisahnya. Hihi.

Dari semua buku di atas, Elora paling gemar buku Cinta yang Aneh dan Before After. Mungkin karena gambarnya besar dan penuh warna. Sayangnya buku Before After memiliki kekurangan yaitu terlalu tebal sehingga saya sering pegal memegangnya.

Buku dan tangan saling merebut perhatian

Angsa kecil menjadi angsa besar di buku Before After

Taman yang berantakan menjadi taman yang rapi di buku Before After

Walaupun saya bukan ahli di psikologi perkembangan anak (tapi pernah belajar), baca buku membuat kita bercerita dengan struktur kalimat yang lengkap kepada anak. Seorang psikolog pernah bilang bahwa sebaiknya kita menggunakan kalimat dengan struktur yang lengkap. Misalnya anak bilang "mau makan", kita harus tanya "siapa yang mau makan?" dan "mau makan apa?". Jadi, anak diajak ngomong dengan struktur yang lengkap yaitu "Elora mau makan nasi". Nah, struktur kalimat yang lengkap ini juga bisa menambah kosa kata anak.

Menurut website The Guardian, selain perkembangan bahasa, baca buku sebelum tidur bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan bonding antara anak dan orang tua. Apalagi kalau anak sudah cukup besar untuk bisa membalikkan halaman buku, nanti perkembangan motorik anak juga berkembang.

Di bagian belakang buku Cinta yang Aneh juga disebutkan manfaat baca buku seperti; 1) daya imajinasi dan kreativitas anak meningkat, 2) kemampuan konseptual dan memecahkan masalah meningkat, 3) moral bertambah, 4) wawasan jadi luas, dan 5) kemampuan mendengar meningkat.

Sebagai orang tua baru yang masih semangat dan idealis, saya pengin Elora jauh dari televisi dan handphone. Hehe. Kadang kalau saya dan suami nonton berita di televisi, Elora suka ikutan merhatiin. Mungkin karena televisi itu warna-warni. Dan sebenarnya kalau nangis, bisa saja saya kasih lihat animasi dari YouTube biar dia anteng sendirian, tapi takut dia ketagihan dan saya juga keburu malas berusaha mendistraksi. Hahaha. Tapi pasti dia akan mendapat screen time, kalau sudah besar. Rich Brian aja belajar Bahasa Inggrisnya dari YouTube. *lho

Selanjutnya saya ingin membacakan kisah Nabi supaya dia tahu tentang agama. Jadi semacam satu dua pulau terlampaui gitu. *emak-emak males*

Yang jelas, selain Elora, saya juga ternyata menikmati baca buku bersama. Apalagi melihat respons anaknya yang excited. Mudah-mudahan buku Elora semakin banyak sehingga bacaannya lebih bervariatif dan punya perpustakaan mini. Amin!

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…