Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Baca Buku Sebelum Tidur, Yuk!

Demi menciptakan generasi cerdas dan gemar baca, ceritanya saya ingin membiasakan Elora membaca buku sedini mungkin alias sejak umurnya dua bulan. Haha, dini banget bo! Walaupun Elora mungkin belum mengerti ceritanya, tapi anggap saja itu latihan untuk menambah kosa kata, melihat gambar warna-warni, dan familiar terhadap buku. Maklum, emaknya enggak punya mainan warna-warni yang bisa stimulus otaknya. Modal emaknya hanya buku, banyak bercerita, dan boneka tangan saja. Huhu.

Sejauh ini Elora punya empat buku berbahasa Inggris dan satu buku berbahasa Indonesia. Sebenarnya bukan sok-sokan agar Elora ngomong Bahasa Inggris nantinya, tapi semua buku berbahasa Inggris itu adalah pemberian sahabat saya alias saya mendapatkannya gratis. Hehe. Buku luar negeri itu tipikal sekali: ilustrasi bagus, penuh warna, dan hard cover! Pengin deh koleksi buku dari luar negeri.

Koleksi buku yang sebenarnya segera bertambah

Ternyata anak bayi dua bulan sudah bisa menyimak buku yang kita ceritakan lho! Kalau sedang rewel, Elora jadi anteng kalau sudah ada buku di depannya. Bahkan ia juga bisa memusatkan perhatian pada buku. Lucunya lagi, ia ikut bercerita saat saya membacakan kisahnya. Hihi.

Dari semua buku di atas, Elora paling gemar buku Cinta yang Aneh dan Before After. Mungkin karena gambarnya besar dan penuh warna. Sayangnya buku Before After memiliki kekurangan yaitu terlalu tebal sehingga saya sering pegal memegangnya.

Buku dan tangan saling merebut perhatian

Angsa kecil menjadi angsa besar di buku Before After

Taman yang berantakan menjadi taman yang rapi di buku Before After

Walaupun saya bukan ahli di psikologi perkembangan anak (tapi pernah belajar), baca buku membuat kita bercerita dengan struktur kalimat yang lengkap kepada anak. Seorang psikolog pernah bilang bahwa sebaiknya kita menggunakan kalimat dengan struktur yang lengkap. Misalnya anak bilang "mau makan", kita harus tanya "siapa yang mau makan?" dan "mau makan apa?". Jadi, anak diajak ngomong dengan struktur yang lengkap yaitu "Elora mau makan nasi". Nah, struktur kalimat yang lengkap ini juga bisa menambah kosa kata anak.

Menurut website The Guardian, selain perkembangan bahasa, baca buku sebelum tidur bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan bonding antara anak dan orang tua. Apalagi kalau anak sudah cukup besar untuk bisa membalikkan halaman buku, nanti perkembangan motorik anak juga berkembang.

Di bagian belakang buku Cinta yang Aneh juga disebutkan manfaat baca buku seperti; 1) daya imajinasi dan kreativitas anak meningkat, 2) kemampuan konseptual dan memecahkan masalah meningkat, 3) moral bertambah, 4) wawasan jadi luas, dan 5) kemampuan mendengar meningkat.

Sebagai orang tua baru yang masih semangat dan idealis, saya pengin Elora jauh dari televisi dan handphone. Hehe. Kadang kalau saya dan suami nonton berita di televisi, Elora suka ikutan merhatiin. Mungkin karena televisi itu warna-warni. Dan sebenarnya kalau nangis, bisa saja saya kasih lihat animasi dari YouTube biar dia anteng sendirian, tapi takut dia ketagihan dan saya juga keburu malas berusaha mendistraksi. Hahaha. Tapi pasti dia akan mendapat screen time, kalau sudah besar. Rich Brian aja belajar Bahasa Inggrisnya dari YouTube. *lho

Selanjutnya saya ingin membacakan kisah Nabi supaya dia tahu tentang agama. Jadi semacam satu dua pulau terlampaui gitu. *emak-emak males*

Yang jelas, selain Elora, saya juga ternyata menikmati baca buku bersama. Apalagi melihat respons anaknya yang excited. Mudah-mudahan buku Elora semakin banyak sehingga bacaannya lebih bervariatif dan punya perpustakaan mini. Amin!

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba