Posts

Showing posts from June, 2018

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Baby Blues, Fase Penuh Penyesalan

Image
Sebagai sarjana psikologi, saya tahu secara teori tentang baby blues . Pengetahuan tentang psikologi membuat saya merasa bisa mengatasi jika saya terkena baby blues . Tapi, ya, teori tinggal teori. Benar kata orang, "Psikologi itu untuk Anda, bukan untuk saya." :D Bagi yang belum tahu apa itu baby blues , saya jelasin singkat, ya. Jadi, baby blues adalah gangguan suasana hati yang umum dirasakan oleh 70% ibu setelah melahirkan. Gangguan ini terjadi karena perubahan dalam diri si ibu yang terjadi secara drastis, seperti perubahan hormon, perubahan rutinitas, dan diperparah karena capek dan kewalahan urus bayi.  Gejala yang paling sering kelihatan adalah ibu jadi mudah nangis, lebih mudah marah, dan lebih sensitif. Perilaku baby blues yang pernah ditunjukkan oleh teman saya adalah dia abai dan cuek tidur saat bayinya nangis. Jadi si bayi ditangani sama neneknya. Saat hamil tua, saya sudah mengungkapkan isu tentang baby blues ini ke suami, dan cerita pengalaman  b

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba

Image
Beberapa minggu yang lalu, Elora diare. Awalnya saya menduga diare karena kok sehari bisa sampai 8 kali BAB. Saya takut dengan dampak diare yaitu dehidrasi karena harus diinfus. Selain itu, karena sering cebok, pantatnya Elora juga sudah mulai lecet. Sebelumnya, Elora BAB setiap dua atau tiga hari sekali. Bentuknya juga tidak seperti selai, tapi lebih encer, berlendir, warnanya hijau, dan ada biji-bijinya (seperti BAB bayi baru lahir). Saya tanya ke saudara sepupu saya yang merupakan seorang dokter anak. Ia bilang bahwa bayi dikatakan diare jika BAB lebih dari tiga kali dengan bentuk encer dan lembek. Wah, ini sih Elora banget! Sepupu saya menyarankan untuk memberikan Lacto b. Lacto b bukan obat, melainkan probiotik yang menumbuhkan bakteri baik di usus. Kayak Yakult gitu lah. Bentuknya seperti susu bubuk. Saya memberikan kepada Elora dengan cara dilarutkan ke ASI. Setelah dua hari pemberian Lacto b, tidak ada tanda membaik. Elora juga suka merintih di malam hari. Karena khawatir