Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Review Cinta Tak Ada Mati

Setelah sekian lama enggak baca buku, akhirnya saya menuntaskan sebuah buku. Maklum, semenjak punya anak, waktu me-time yang sedikit itu rebutan buat antara kerja, beresin rumah, ngopi, baca, atau scrolling media sosial. Yang terakhir itu sih yang paling sering dilakuin. Huhu.

Anyways, saya baca bukunya Eka Kurniawan yang berjudul Cinta Tak Ada Mati. Sebelumnya, saya ucapkan selamat pada penulis kesukaan saya ini karena telah menang penghargaan Prince Claus 2018. Hore!

Cnta Tak Ada Mati karya Eka Kurniawan. Dok. pribadi.


Cinta Tak Ada Mati adalah kumpulan 13 cerita pendek (cerpen) yang, menurut saya, memiliki tema yang gelap. Hampir semua ceritanya membuat saya tercekat dan seperti habis menelan pil pahit. Sepertinya memang gayanya Eka seperti ini. Ia bukan penulis yang menulis cerita yang ceria, ringan, dan warna-warni. Kalaupun lucu, biasanya membuat saya tertawa ironis. Hehe.

Saya mau bahas beberapa cerpennya.

Cerita Cinta Tak Ada Mati bercerita tentang Mardio yang jatuh cinta dengan seorang perempuan bernama Melatie sampai akhir hidup perempuan tersebut. Saking terobsesinya, ia melakukan hal-hal yang "gila", termasuk menguntit suami Melati di usia yang senja. Mardio juga melakukan perbuatan yang di luar kewajaran pada ending ceritanya. Kamu harus baca!

Cerpen selanjutnya adalah Mata Gelap. Bisa dibilang ini adalah cerpen favorit saya di buku ini. Mata Gelap bercerita tentang seseorang yang matanya dicongkel karena telah menjadi saksi huru hara politik. Walau sudah dicongkel, ia tetap dicurgai akan membocorkan informasi tersebut. Maka hidungnya, kupingnya, dan indera lainnya dipotong juga. Sampai akhirnya.. ah, baca aja deh. Endingnya juga keren!

Ada cerpen Penjaga Malam dan Caronang yang berkisah para tokoh yang mati karena sebuah makhluk mitos, ada cerpen Bau Busuk yang berkisah tentang masyarakat yang terbiasa dengan bau mayat orang-orang yang dianggap komunis di sekitarnya, dan cerpen Jimat Sero yang bercerita tentang tokoh yang merelakan orang yang dicintainya akan hausnya terhadap darah.

Meski temanya tidak cerah ceria, buku ini mudah dikonsumsi kok. Eka bukan tipe penulis yang gaya penulisannya penuh dengan bunga-bunga atau majas yang bikin bingung (kecuali novel O yang usaha banget bacanya). Buku ini enggak akan buang-buang waktu kita sebagai pembaca. Hehe. Buku ini wajib baca. :)

Comments

  1. Salah satu penulis kesukaanku, pengen punya bukunya, aku suka puisi2nya Eka jg

    ReplyDelete
  2. Wah aku baru tahu kalau Eka bikin puisi..

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba