DIY: Bikin Sampo dari Lerak

Entah kenapa, saya suka banget sama produk yang label handmade, natural, organik, atau alami. Kayaknya bakal berdampak sehat gitu ke tubuh dan lebih ramah terhadap lingkungan. Sayangnya, produk-produk kayak gini tuh mahaal. Misal, sebatang sabun aja harganya bisa 40 ribu hingga 50 ribu. Huhu.

Cita-cita saya pengen bisa jualan skin care organik dari sampo, sabun, pembersih muka, dan lainnya. Selain jualan, saya juga bisa pake sendiri. Jadi, menjalani passion sambil punya uang gitu lho. Heu. Tapi itu pikiran yang masih jauuuh. Bisa bikin produk untuk dipake sendiri mah udah seneng.

Saat cari tahu tentang zero waste, atau budaya minim sampah, saya nemu artikel tentang cara bikin sampo alami dari soap berry/soap nut. Buah ini tumbuh banyak di Indonesia dan dikenal sebagai buah lerak. Di kalangan pembuat batik, lerak merupakan buah yang sering digunakan untuk mencuci batik yang telah diberi lilin.

Ini dia bentuk buahnya. Tumbuh subur di Indonesia.


Sebelum bahas manfaat lerak, saya mau kasih tau kenapa kita disarankan pakai deterjen konvensional. Saya dapet ilmu ini dari website zerowaste.id:
1. Deterjen di pasaran banyak mengandung bahan kimia, sehingga bisa menyerap ke tubuh dan mengakibatkan iritasi pada kulit.
2. Bahan kimia tersebut kalo dibuang ke lingkungan bisa menganggu hewan dan meninggalkan jejak karbon yang sangat besar.
3. Beberapa deterjen mengandung microbeads (plastik).

Ternyata lerak ini banyak manfaatnya. Manfaat lerak adalah sebagai berikut:
1. Bisa mencuci buat pakaian, bisa cuci piring, bersiin dapur, bersiin perhiasan, sampe dibikin sampo. Wogh, manfaat terakhir ini yang bikin penasaran karena saya lagi cari alternatif perawatan buat rambut.
2. Hypoallergenic dan cukup lembut untuk kulit sensitif, sehingga aman untuk cuci pakaian bayi.

Nah, saya tertarik banget eksperimen lerak untuk rambut. Rambut saya ini kering dan rontok. Pakai berbagai sampo, hasilnya sama aja. Kayaknya makanan yang saya makan juga cukup baik. Apakah harus perawatan di salon? Aduh, cape deh, mana pasti keluar duit banyak. *pelit

Akhirnya saya coba bikin sampo dari lerak. Caranya gampang banget. Pertama, kita bikin cairan lerak yang akan jadi bibitnya yaa..

1. Beli buah lerak di Tokopedia. Saya beli di sini.
2. Pisahkan daging lerak dengan bijinya.
3. Masukkan 2-3 lerak ke dalam 1 cup air. Satu cup itu sekitar 230 ml. Nah, di percobaan ini, saya masukkin 6 lerak ke dalam 500 ml air. (update: ternyata di website zerowaste.id itu 1 lusin untuk 500ml!)
4. Ada dua cara membuat cairan lerak. Pertama, pakai metode dingin yaitu lerak direndam di air selama satu atau dua hari. Kedua, pakai metode panas yaitu lerak direbus di atas kompor selama 15-20 menit.
Saya pilih metode dingin saat hari pertama nyoba.

Ini hari kedua
5. Sebelum dimasukkan ke dalam air, bisa digeprek dulu biar kandungan saponinnya keluar.
6. Saring lerak, masukkan ke dalam botol.

Saya bagi dua, Yang satu buat cairan lainnya, yang satu buat sampo.


Kemudian, cara bikin sampo lerak itu begini:
1. Kalau kata akun IGnya zerowaste.id, ambil 30 ml cairan bibit tadi dan larutkan ke dalam 350 ml air. Nah, saya merasa rambutnya jadi lepek karena leraknya dikit. Maka saya langsung tuang bibit itu ke rambut. Hasilnya jadi lebih bersih.
2. Kalau lihat di YouTube, ada beberapa orang yang ngeblender bibit tersebut agar jadi foam. Kalau udah, usap foam tersebut ke rambut dan pijit-pijit di kepala. Kalau saya sih enggak diblender, langsung tuang aja.
3. Beberapa orang juga suka nambahin essential oil seperti Lavender supaya wangi. Tapi menurut saya enggak perlu karena lerak wanginya segar.

Nah, si bibit tadi itu bisa disimpen. Tinggal tambah cuka, atau jeruk nipis bisa deh dipake buat ngepel atau bersiin peralatan dapur. Kalau mau dipakai buat cuci baju, tambahin baking soda dan cuka untuk baju yang nodanya banyak.

Penggunaan lerak di kehidupan sehari-hari yang udah saya coba:
1. Buat cuci clodi. Sayangnya lagi musim hujan dan clodinya belum kering, jadi belum tahu hasilnya.
2. Buat ngepel. Oke banget, lantai jadi kesat!
3. Buat cuci peralatan makan bayi. Walaupun berminyak, lerak bisa bikin mangkuk jadi kesat. Oh btw, karena pakai spons biasa, leraknya nyerep banget dan jadi cepat habis. Belum coba pakai loofah.
4. Buat keramas. Hari pertama, pakai lerak cukup banyak, hasilnya oke. Hari kedua, pakai lerak dikit, hasilnya enggak oke karena lepek. Hari ketiga, pakai lerak banyak lagi, rambut oke kembali. Saya mau pakai selama 1 bulan, mari kita lihat perbedaannya yak!

update: semakin lama semakin halus


Buah lerak ini wanginya enak. Seger gitu. Katanya kalau pakai metode dingin, wanginya lebih seger daripada pakai metode panas. Rencananya saya mau rajin pakai minyak kemiri atau minyak jarak biar rambutnya tebal.

Saya suka dengan ide lerak ini. Pertama, sampahnya bisa jadi kompos. Kedua, air bekas cuciannya bisa disiram ke tanaman. Ketiga, ringkas sekali kalau mau cuci baju pakai lerak. Caranya, tinggal masukkan 3-4 buah lerak ke dalam kantung kain atau laundry net, masukkan ke dalam tabung mesin cuci, dan jalankan deh mesinnya. Busanya langsung keluar.

Serunya lagi, buah lerak ini bisa direndem atau direbus 6-8 kali sampai kandungan saponinnya benar-benar habis. Wah, hemat banget!

Semoga bisa konsisten pakainya dan bisa ngurangin sampah yaa!

Comments

Tira Soekardi said…
wah bisa dicoba cuma beli leraknya dimana ya
Nia Janiar said…
Di Tokopedia banyaak.. hihi

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas