Posts

Showing posts from February, 2019

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Genesis, Kedai Kopi di Lembang yang Seriusan

Image
Suka ngopi? Wah, kalau berencana wisata kuliner di Lembang, Genesis  Coffee wajib dikunjungi. Saya rekomendasiin banget banget. Keahlian Genesis di dunia kopi udah enggak diragukan karena mereka udah mengelola kopi dari cherry ke green bean selama 4 dekade! Bagian depan Genesis Coffee Mau kopi lokal? You name it, they got it! Kalau kamu suka kopi arabika single origin , Genesis adalah gudangnya. Literally. Mereka punya banyak varian kopi dari Aceh, Sumatra, Jawa Barat, Toraja, sampai Papua. Kopi dari luar negeri kayak Ethiopia juga ada. Harga kopi Genesis itu murah, misalnya biji kopi Ciwidey itu Rp25.000 per 250 gram. Kalau saya enggak suka kopi arabika karena asam. Jadi saya beli kopi house blend -nya Genesis. Kopi kesukaan saya adalah Italian Espresso yang kuat dan enggak asam. Cocok banget kalau mau dibikin tubruk. :) Bisa makan di dalem gudang. Tapi nggak boleh merokok di sini. Ada properti alat kopi zaman dulu. Nah, kenapa tadi saya bilang literally

Suka Buang Limbah Elektronik ke Tempat Sampah? Segera Hentikan Deh!

Image
Sebelum baca, coba lihat sekeliling, yuk! Ada berapa limbah elektronik yang disimpan di rumah karena bingung mau buang ke mana? Biasanya sampah elektronik seperti handphone , laptop, kabel, atau baterai ditumpuk atau dibuang gitu aja ke tempat sampah. Sampah elektronik jadi bercampur dengan sampah rumah tangga. Padahal sampah elektronik bisa berbahaya buat lingkungan lho! Limbah elektronik yang telah saya tumpuk bertahun-tahun :( Apa dampaknya pada lingkungan? Sampah elektronik punya mengandung bahan beracun seperti timbal, polivinil klorida (PVC), merkuri, atau rominated flame retardants (BFR). PCV sering ditemuin di pembungkus kabel dan BFRP digunakan untuk papan sirkuit. Kalau sampah elektronik itu kita biarin atau dibuang sembarangan, bahan-bahannya bisa mencemari air, tanah, dan udara. Ini berdampak pada kesehatan manusia yaitu keracunan pada ginjal, anemia, atau kanker! Nah, semenjak tahu bahaya sampah elektronik, saya jadi melarang anak saya main kabel charger nih.

Review Pakai Menstrual Cup dari OrganiCup Pertama Kali

Image
Menstrual cup dan tampon sepertinya belum familiar di Indonesia. Banyak perempuan Indonesia yang pakai pembalut. Sepertinya ini terkait dengan norma keperawanan yaitu enggak boleh memasukkan apapun sebelum menikah. Selain itu, menstrual cup atau tampon susah ditemukan juga. Salah satu merk menstrual cup. Dok. Pribadi Keinginan saya pakai menstrual cup sudah lama, tapi banyak pertimbangan seperti bingung belinya di mana, takut memakainya, serta harganya yang cukup mahal. Akhirnya saya membulatkan niat saya untuk "hijrah" dari pembalut biasa ke menstrual cup karena semakin prihatin dengan kondisi bumi yang banyak sampah.  Kenapa pilih menstrual cup ?  Sebenarnya, kalau alasannya pengen mengurangi sampah, saya bisa pakai menstrual pad atau pembalut kain. Tetapi, saya sudah punya beban cuci clodi anak saya, jadi saya malas harus cuci-cuci lagi. Selain itu, sejak pakai IUD, menstruasi saya banyak banget. Selain jadi harus sering ganti dan pakai pembalut panjang, saya

Mau Hirup Udara Segar? Ke Forest Walk Babakan Siliwangi, Yuk!

Image
Ternyata enggak perlu pergi jauh kalau mau jalan-jalan di hutan. Kamu bisa jalan di tengah rimbunnya pohon di Forest Walk, yang terletak di Babakan Siliwangi, Bandung. Letak Forest Walk ini berada di tengah kota, mudah dijangkau oleh angkutan umum. Forest Walk, Babakan Siliwangi, Bandung. Foto: Dok. Pribadi Forest Walk Bandung dibuat oleh mantan wali kota Bandung yaitu Ridwan Kamil. Jadi, beliau membuat sebuah jembatan sepanjang 2,2 km di tengah hutan kota tersebut. Orang-orang bisa jalan kaki sambil menikmati pohon dan menghirup udara segar. Nah, walaupun udah lama dibangun, saya baru berkesempatan menjajal jembatan akhir pekan lalu. Ternyata asyik juga! Cara masuk ke Forest Walk Arahkan motor atau mobil kamu ke pintu masuk Babakan Siliwangi, yang letaknya dekat Teras Cikapundung. Nanti akan terlihat banyak gerobak jualan serta parkiran motor. Dari pintu gerbang juga udah kelihatan jembatannya kok! Nanti, di sisi kanan jembatan, ada sebuah pintu kecil yang terleta