Posts

Showing posts from April, 2019

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Scrub Berbahaya Bagi Laut, Lho. Ganti Pakai Kopi Deh!

Image
Beberapa orang suka lulur atau pakai pembersih muka yang ada microbead -nya. Biasanya butiran super kecil ini dipakai untuk scrubbing atau mengangkat kulit mati. Saya baru tahu kemarin ternyata scrub ini berbahaya bagi laut. :( Sumber foto: Inhabitat.com Memangnya bahaya gimana sih? Microbead  di produk perawatan kulit itu terbuat dari mikroplastik. Saat terbuang melalui saluran air kamar mandi, ke sungai, lalu ke laut, maka spesies yang ada di laut bisa nggak sengaja menelan mikroplastik itu. Mikroplastik yang ada di tubuh mereka bisa kita makan, dan pindah deh plastik itu ke tubuh manusia. Gimana kalau pakai produknya dikit-dikit? Ternyata penelitian dari Plymouth University bilang sekali mencuci wajah terdapat 94.500 bulir mikroplastik yang lepas ke lautan. Kebayangnya nggak kalau dipakai setiap hari oleh milyaran orang? Cari produk alternatifnya yuk! Idealnya sih kita nggak pakai produk yang mengandung microbead ya. Kamu bisa lihat daftar produknya di website Beat

Toko Kopi Kapal Selam dan Kopi Legendaris Bandung Lainnya

Image
Toko kopi legendaris Bandung selalu memiliki tempat spesial di hati. Lamanya toko kopi itu berdiri menandakan mereka dapat melewati berbagai zaman, mengatasi banyak pesaing, dan tentunya bisa memikat pelanggan lamanya. Salah satu kopi tertua di Bandung, Kopi Kapal Selam. Dok. Pribadi. Bandung memiliki para pemain kopi yang bertahan selama 8 dekade! Mereka adalah Kopi Aroma, Kopi Malabar, Kopi Javaco, dan Kapal Selam. Keempat toko tersebut memanggang kopinya sendiri. Kopi Kapal Selam, terinspirasi dari Perang Dunia II Selama 30 tahunan tinggal di Bandung, saya baru tahu dengan toko Kopi Kapal Selam kemarin-kemarin ini. Toko kopi ini sudah berdiri sejak tahun 1930 lho. Orang tua dari pemilik toko memberi nama "Kapal Selam" karena terinspirasi dari perangkat perang yang terkenal saat perang dunia. Mereka berharap tokonya sepopuler seperti kapal selam. Kopi Kapal Selam terletak di Jl. Pasar Baru Barat No. 42, Bandung. Tidak jauh dari toko jamu Babah Kuya yang telah be