Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Terkagum-kagum Saat Pertama Kali Naik MRT

Sekitar awal bulan Juli, saya, suami, dan Elora berkesempatan liburan ke Jakarta. Kami berniat menghadiri pernikahan teman, main ke kantor lama saya, dan.. naik MRT. Wah, ini rencana yang satu itu enggak boleh terlewat karena saya benar-benar penasaran.


Sebelumya saya browsing dulu. Ternyata jalur MRT Jakarta dimulai dari Bunderan HI hingga Lebak Bulus. Nah, enggak kayak TransJakarta yang tarifnya sama setiap jarak, tarif MRT berbeda. Misalnya dari Bunderan HI ke Dukuh Atas hanya sekian ribu, tetapi Bunderan HI ke Lebak Bulus sekian belas ribu.

Saya naik dari Bunderan HI ke tujuan akhir Fatmawati. Kalau enggak salah tarifnya sekitar Rp13.000. Begitu masuk ke ruang bawah tanah, ternyata suasana penuh. Banyak orang yang tidak punya kartu terus mengantre.

Saya punya kartu Flazz BCA. Mulanya saya kira kartu ini bisa dipakai oleh lebih dari satu orang. Ternyata satu orang satu kartu. Jadi suami saya mau beli single trip ticket. Tapi karena lama ngantrenya dan kami sekalian mau ke kondangan, jadi ia memutuskan untuk beli Flazz BCA juga. Harganya Rp40.000 dengan saldo Rp20.000.

Satu orang harus punya satu kartu.

Pintu MRTnya sangat aman yaitu terbuka dan tertutup otomatis. Orang-orang pun mengantre di bagian pinggir pintu, bukan di depan pintu, jadinya orang-orang bisa keluar dengan lancar. Selain itu, ada jam juga yang menunjukkan waktu MRT akan datang.

Begitu datang, saya dan suami duduk di kursi. Lalu pintu tertutup, lalu kereta mulai jalan. Wah, rasanya cepet dan mulus banget! Kata temen-temen yang udah nyobain ke luar negeri sih MRT Jakarta ini enggak kalah sama MRT di luar. Dan jujur kita kampungan banget karena terkagum-kagum dengan kecepatannya. :D

Sebuah bukti sejarah pernah naik MRT.

Suara pengumuman keberhentiannya bisa didengar jelas jadi enggak usah takut kelewat. Selain itu, tanda stasiun berikutnya di atas pintu juga berfungsi dengan baik. Jadi, kita bisa mengira-ngira apa stasiun berkutnya.


Orang-orang juga kayaknya excited nyobain tranportasi baru ini. Banyak juga yang foto-foto. Jadi enggak usah malu kalau mau foto-foto. Hehe.

Pastikan untuk tidak makan di dalam kereta dan tidak mengotori kereta yaa. Ayo kita jaga kebersihannya supaya MRT ini bertahan lama dan jadi kebanggaan kita semua!

Kamu sudah pernah naik MRT? Ceritain pengalamannya dong.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba