Posts

Showing posts from September, 2019

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Mencari Air di Desa Wae Sano

Image
Sekarang tahun 2019, sudah jauh sekali dari kemerdekaan Indonesia. Namun, beberapa wilayah tetap saja kesulitan air. Warganya harus berjalan berjam-jam, naik turun bukit atau gunung, bahkan masuk ke dalam hutan sambil membawa 4 jerigen setiap harinya. Mencari sumber mata air Salah satu daerah yang baru "merdeka" dari sulitnya mencari air adalah Desa Wae Sano, di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Awalnya mereka harus naik gunung atau turun ke sungai untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, semenjak ada program CSR dari PT SMI, warga desa ini bisa mendapatkan air tepat di depan rumah. Sebelumnya mereka sudah memiliki sumber mata air sendiri yang ditampung dan dialiri dengan cara sederhana yaitu menggunakan bambu. Pipa plastik pernah ada namun sayangnya sudah rusak. PT SMI memperbaiki infrastruktur ini dengan membuat penangkap air, penampung air, dan kerannya. Penangkap airnya pun tutup beton agar sumber mata air terjaga jika terjadi longs

The Best Homestay Near Sano Nggoang Lake at Wae Sano Village

Image
I went to Wae Sano Village, West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara last week for business travel. Wae Sano is famous because of Sano Nggoang Crater Lake. Although it's quite far from Labuan Bajo, no decent road signs and streetlights, the road is quite bumpy, many foreigners came to see this lake. Sano Nggoang Lake Sano Nggoang Lake is really peaceful to see because of not many tourists visits this volcanic lake. There are no water sport attractions such as a banana boat or canoeing because of the acid water is really corrosive. You can find almost no local people swim there because they can't swim well and there were several drowning cases. I slept in a very well homestay, owned by Petrus. To be honest, I was surprised when I saw the homestay for the first time! The building was nice, the bed and bathroom were clean. Electricity was only available from 6 to 10 pm. It's because electricity poles have not yet reached this village but some people like Petru

Unboxing Zero Waste Tools dan Natural Skin Care

Image
Ada yang lagi belajar zero waste juga seperti saya? Kamu mungkin akan suka tulisan ini, karena saya akan cerita pengalaman beli beberapa peralatan yang mendukung zero waste dan produk perawatan kulit yang alami di sebuah toko online. Sebelumnya, kalau mau tahu cara bikin sampo pakai lerak , review menstrual cup , deterjen ramah lingkungan , dan lainnya, bisa klik " older posts " yang ada di bagian bawah ya! Bisa dibilang Green Mommy Shop  (GMS) adalah surga pecinta produk kecantikan yang alami dan produk-produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Nah, saya sudah tahu tentang toko ini sejak lama, tapi baru sempat beli produknya kemarin-kemarin ini. Saya membeli empat buah produk yaitu facial cloth, reusable coffee filter, fountain serum, dan herbal facial oil . Kita bahas kesan pertamanya satu persatu yuk! 1. Facial cloth Facial cloth berguna sebagai penganti kapas. Saya membeli ini karena ingin mengurangi sampah kapas saat membersihkan muka. Waktu saya memegan

Cara Menyeduh Teh Hijau dengan Benar

Image
Sebenarnya, daripada kopi, saya lebih suka minum teh. Sayangnya harga teh yang grade-nya tinggi harganya muahal banget, apalagi teh putih atau silver white needle bisa mencapai Rp150 ribu untuk 15 gram saja! Di Indonesia, ada pakar yang pernah menjabat sebagai ketua Dewan Teh Indonesia yaitu Ratna Somantri. Saya bertemu mbak Ratna waktu saya masih jadi wartawan. Saya pernah menghadiri acaranya dan mendapatkan 3 jenis teh yaitu teh putih, teh hijau, dan teh hitam. Ia merekomendasikan teh hijau atau sencha dari KBP Chakra. Kebetulan teh ini bisa ditemukan di supermarket dan harganya cukup terjangkau. Saya paling suka teh hijau ini karena rasanya tidak terlalu pahit dan tidak sepet. Teh-teh yang biasa saya gunakan juga teh yang berbentuk daun karena saya bisa pakai filter sendiri. Teh yang sudah di dalam kantung menghasilkan sampah. Selain itu, biasanya teh yang dijual dalam kantung itu grade-nya rendah. Daun teh yang baik membutuhkan ruang untuk mengembang, sementara kantu

Reaksi Suami Makan Sushi dan Udon Pertama Kali

Image
Suami saya belum pernah makan udon dan sushi. Jadinya, waktu saya gajian, saya bernazar akan mengenalkan ia pada kedua makanan ini. Kebetulan di dekat rumah ada kedai teh dan restoran Jepang di Bandung yang baru buka, serta ada promo, jadinya kami pergi ke sana. Kami jalan kaki ke Teapotto dan Ni Juu Go --yang sepertinya restoran ini berada di grup yang sama--di Jl. Bengawan, Bandung. Saat baru buka, saya lebih tertarik ke Teapotto karena saya pecinta teh. Begitu lihat di Instagram Teapotto kalau ada promo paket makan udon dan teh, semakin kuat niat saya ke sana. Kami memesan paket promo udon dan teh. Pelayannya bilang kalau promo udon ini hanya setengah porsi. Saya sih setuju dan membeli katsu curry udon, beef curry udon dan salmon nigiri untuk mengganjal. Sekalian suami suruh coba makan. Walau setengah porsi, cukup mengenyangkan buat saya. Saat makan udon, suami bilang belum terasa enak, tapi bisa diterima oleh lidahnya. Tapi udahnya dia bilang, "Kayaknya ini en