Unboxing Zero Waste Tools dan Natural Skin Care

by - September 12, 2019

Ada yang lagi belajar zero waste juga seperti saya? Kamu mungkin akan suka tulisan ini, karena saya akan cerita pengalaman beli beberapa peralatan yang mendukung zero waste dan produk perawatan kulit yang alami di sebuah toko online.

Sebelumnya, kalau mau tahu cara bikin sampo pakai lerak, review menstrual cup, deterjen ramah lingkungan, dan lainnya, bisa klik "older posts" yang ada di bagian bawah ya!

zero waste tools


Bisa dibilang Green Mommy Shop (GMS) adalah surga pecinta produk kecantikan yang alami dan produk-produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Nah, saya sudah tahu tentang toko ini sejak lama, tapi baru sempat beli produknya kemarin-kemarin ini.

Saya membeli empat buah produk yaitu facial cloth, reusable coffee filter, fountain serum, dan herbal facial oil. Kita bahas kesan pertamanya satu persatu yuk!

1. Facial cloth
Facial cloth berguna sebagai penganti kapas. Saya membeli ini karena ingin mengurangi sampah kapas saat membersihkan muka. Waktu saya memegang pertama kali facial cloth dari GMS ini rasanya lembut.

Lalu saya coba aplikasikan saat membersihkan muka pakai susu pembersih. Meskipun dari kain, ternyata tidak terasa kasar di muka. Selain itu, kotoran yang ada di kedua sisi hidung juga terangkat.

Saya juga mengaplikasikan toner dengan kain ini. Cairan juga dapat menyerap dengan baik. Wah, pokoknya saya rekomendasikan produk ini deh!

2. Reusable coffee filter
Saya lagi keranjingan membuat kopi dengan metode v60, termasuk japanese iced coffee. Biasanya saya menggunakan penyaring kopi yang terbuat dari kertas. Saya memutuskan untuk membeli penyaring kopi dari kain agar bisa dipakai berulang kali.

reusable coffee filter
Dok. pribadi

Saya agak kaget juga waktu menerima penyaring kopi ini karena warnanya biru tua (karena saat pesan warnanya putih). Tapi enggak masalah sih, bagus juga. Pastikan untuk cuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Saya mencucinya dengan direndam di air panas dan ternyata air berubah jadi biru. Untung dicuci dulu, kalau airnya nyampur sama kopi deh.

Setelah dicoba bikin kopi, rasa kopinya tidak sekuat yang biasa saya bikin pakai penyaring kertas. Biasanya tingkat ketebalan dan keasamannya terasa, ini malah sedikit yang keluar rasa kopinya.

Sejujurnya agak kecewa juga sih. Masa saya harus balik lagi pakai kertas sekali pakai? Memang ada penyaring kopi yang dapat dipakai berulang seperti dari stainless atau bambu, cuman saya belum tahu mana yang bisa mengeluarkan rasanya paling baik. Ada saran?

3. Fountain serum
Jerawat saya parah sekali. Bahkan jerawatan enggak pernah absen dari muka saya, apalagi kalau menstruasi mau datang. Kesel banget sih.

natural skin care


Nah, setelah baca-baca, fountain serum ini direkomendasikan khusus untuk orang yang kulitnya berminyak, berjerawat, dan memiliki pori-pori yang besar. Wah, gue banget! Serum ini juga dapat meregenerasi kulit jauh lebih cepat dari serum GMS lainnya.

Nah, waktu pertama kali coba, saya pakai 3-4 tetes. Padahal yang disarankan menggunakan 1-2 tetes aja. Apalagi kalau baru coba pertama kali, 1 tetes itu udah cukup. Terus sempet panik juga pas dioles ke wajah dan terasa panas gitu. Ternyata itu adalah reaksi yang wajar. Hehe. Di wajah rasanya enggak lengket dan serumnya meresap di kulit.

Jujur ya, ini serum terasa efeknya di pagi hari lho. Meski jika dilihat secara kasat mata pori-pori saya masih terlihat besar, wajah terasa lebih lembut! Terus minyak wajahnya yang muncul saat bangun tidur juga enggak lebay.

Kekurangannya paling wanginya yang jamu banget dan cukup menyengat. Selain itu, enggak ada masalah.

Oh ya, serum ini hanya boleh digunakan setiap 2-3 kali dalam seminggu dan dioles di malam hari saja. Sebenarnya boleh juga di pagi hari, asal jangan terkena matahari langsung seperti mengikuti upacara bendera.

4. Herbal facial oil
Pelembab ini memiliki wangi jamu, tetapi lebih enak dibandingkan wangi fountain serum di atas. Konsistensi minyaknya tidak tebal sehingga mudah diserap oleh kulit. Jadinya, kulit saya enggak terlihat berminyak di siang hari.

Cara saya memakai pelembab ini adalah bersihkan wajah terlebih dahulu, gunakan toner, lalu teteskan 2-3 tetes di telapak tangan dan diusapkan ke wajah. Saya juga memakai pelembab ini di malam hari, yaitu diaplikasikan setelah menggunakan serum. GMS bilang kalau serum bisa dicampur dengan pelembab, asal takarannya 1:1 tetes.

Saya suka dengan pelembabnya. Kulit juga enggak terasa kering, padahal Bandung lagi panas-panasnya. Poin utama yang paling saya suka adalah minyaknya mudah menyerap dan tidak menyumbat pori-pori.

Dari semua zero waste tools di atas, saya hanya kurang puas dengan kopi filternya. Namun saya sangat terkesan dengan produk perawatan kulitnya dan kayaknya akan coba yang lainnya. Hehe.

You May Also Like

10 comments

  1. Buat metode v60 itu mungkin harus dimainkan di suhu sama rasio nya mba. Memang dalam kopi itu perlu eksperimen biar rasanya dapet.

    ReplyDelete
  2. saya mba sekarang juga lagi belajar membiasakan zero waste, walau belum maksimal tapi sebisa mungkin mengurangi sampah dirumah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa, belum maksimal juga. Semoga one little step ini berguna ya buat bumi :D

      Delete
  3. Wah-wah baca tulisan ini bikin aku banyak bengongnya. Karena beneran baru tahu mba. Salut aku ama konsep mengurangi sampah, alami dan ramah lingkungan ini mba. Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasihh. Ah, ini belum ada apa2nya kok, baru langkah kecil aja :D

      Delete
  4. Saya juga berjerawat nih, cocok kagak buat lelaki?

    ReplyDelete
  5. Eh tertarik deh sama facial cloth-nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Facial cloth-nya 100% direkomendasikan. Enak bangettt..

      Delete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.