Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

5 Tips Agar Sukses Kerja Freelance

Kalau sudah biasa kerja kantoran, pasti deg-degan saat memutuskan untuk kerja freelance. Pemasukan yang tidak pasti, harus gigih cari peluang, atau harus memutuskan segala sesuatunya sendiri. Tetapi, kalau keadaan yang memaksa kita untuk kerja paruh waktu seperti ibu yang baru melahirkan dan tidak bisa lanjut kantoran, mau tidak mau harus nyemplung juga ke dunia ini.

tips sukses kerja freelance
Pakai ilustrasi karena enggak ada foto cantik kerja dari rumah. Maklum, biasa pake daster. :p

Setelah hampir dua tahun kerja paruh waktu dan merasa alhamdulillah enggak pernah kurang kerjaan, saya mau berbagi agar sukses kerja freelance. Tips ini bisa diterapkan dari sebelum memutuskan untuk keluar kantor ya!

1. Segera cari batu untuk berpijak
Waktu saya hamil besar dan saya sudah tahu mau keluar kerja, saya melamar ke sebuah agensi penulis yang bisa kerja secara remote. Alhamdulillah saya diterima. Ini memudahkan transisi saya untuk tetap kerja walaupun sudah tidak ngantor, serta tetap ada pemasukan walau dikit-dikit. Apalagi di agensi ini saya mendapat pengetahuan baru tentang SEO.

2. Berhubungan baik dengan orang kantor
Banyak sekali pekerjaan yang saya dapat dari (eks) teman kantor. Biasanya kalau kantor butuh kontributor atau teman punya project sampingan, mereka akan kontak saya. Jadii, penting sekali untuk berhubungan baik dengan teman-teman kantor. Walau enggak bisa ketemu langsung, usahakan untuk selalu keep-in-touch di media sosial.

3. Networking itu penting
Bisnis apapun, mau kerja full time atau part time, membangun jejaring pertemanan itu penting. Ikuti komunitas atau klab yang ada di kota kamu. Buat pertemanannya tulus aja, murni karena mau mencari teman. Kalau ikut komunitas hanya untuk dapat project, pasti teman-teman merasa kalian itu bergabung karena ada maunya saja.

Mayoritas pekerjaan yang saya dapat itu berasal dari teman-teman lho. Pernah secara enggak sengaja ikut kelas yoga, eh ketemu teman lama dan dapet kerjaan untuk bikin konten Instagram dia. Pernah juga dikenalkan sama klien oleh teman kuliah yang hampir enggak pernah ketemu. Alhamdulillah pekerjaannya berlanjut terus sampai sekarang.

4. Iklankan diri di media sosial
Menurut saya enggak ada salahnya suka pasang karya yang sudah dipublikasikan di media sosial. Nantinya citra kita sebagai penulis, desainer, programmer, dan lainnya akan terbentuk. Mempromosikan diri di media sosial bertujuan untuk membangun kesadaran teman-teman kita bahwa kita ahli di bidang ini.

Memiliki blog ini adalah salah satu cara saya untuk mendapatkan klien baru. Kalau tulisan kita cocok buat mereka, traffic-nya bagus, InsyaAllah rezeki akan datang sendiri. Hehe.

5. Pay it forward
Penting banget untuk berbuat baik setelah kita menerima kebaikan. Misalnya teman-teman saya memberi pekerjaan pada saya. Nah, ketika saya punya kerjaan dan butuh bantuan, saya akan ingat dan kasih ke mereka. Ini bakal menguatkan hubungan pertemanan dan bisnis sekaligus.

Apakah kalianpunya pengalaman agar berhasil kerja freelance? Bagikan di kolom komentar ya! :)

Comments

  1. Terima kasih sharingnya. Buat saya, selain 5 poin di atas penting juga membuat "work space" tersendiri di rumah (atau tempat lain) supaya kita bisa tetap fokus ketika melakukan proyek-proyek freelance.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Terima kasih atas tambahannyaa :)

      Delete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba