Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Cara Membuat Kopi Tubruk yang Enak

Kopi tubruk udah jadi bagian dari budaya Indonesia yang enggak terpisahkan. Setiap orang punya cara masing-masing membuat kopi tubruk yang nikmat.

Cara Membuat Kopi Tubruk
Dok. pribadi
Dinikmatinya pun beragam, ada yang langsung diminum, ada yang dibiarkan turun dulu bubuk kopinya, dan ada yang dituang di cangkir. Meski banyak kedai kopi yang bermunculan dengan beragam gaya seduh kopi, tetap saja kopi tubruk menjadi primadona.

Namun apakah ada aturan membuat kopi tubruk yang enak? Jawabannya ada. Nah, kira-kira ini ilmu yang saya dapatkan hasil baca dari berbagai sumber. Sudah dipraktikkan juga lho!

1. Siapkan kopi dengan gilingan halus

Cara Membuat Kopi Tubruk
Dok. pribadi
Kopi dengan gilingan yang halus akan membuat rasa kopi semakin keluar. Selain itu, bubuk kopinya cepat turun kebawa dibandingkan gilingan medium. Saya sih enggak suka dengan bubuk kopi yang banyak tersisa di permukaan.

Jenis kopi yang saya pakai adalah robusta karena karakter rasanya lebih pahit. Selain itu, pilih kopi dark roast karena lebih wangi saat diseduh. Kopi-kopi dark roast paling cocok kalau mau dicampur susu atau gula. Jadi, lebih cocok untuk dibikin tubruk, kan?

Kopi langganan saya kalau bikin tubruk sih Italian Espresso dari pabrik kopi Genesis di Bandung. Tapi kalau di atas sih pakai robusta Tambora.

2. Gunakan rasio kopi dan air yang tepat

Cara Membuat Kopi Tubruk
Dok. pribadi
Air yang terlalu banyak akan terasa encer, sedangkan kopi yang terlalu banyak akan membuat karakter kopinya tidak terasa. Maka rasio antara kopi dan air yang disarankan adalah 1:15. Jadi, kalau mau pakai 20 gr kopi, maka airnya 300 ml.

Saya sih biasanya pakai gelas 200 ml. Jadinya, saya pakai kopi antara 13-14 gram.

Tapi kalian bisa coba ganti rasionya, misalnya jadi 1:10. Nanti rasanya jadi lebih pahit. Siapa tahu lebih cocok.

Suhu air yang disarankan adalah 90 derajat Celcius. Kalau terlalu panas, nanti kopinya terasa gosong dan karakter rasanya jadi enggak dapet.

Oh ya, saat menuangkan air panas, saya rendam kopinya dulu selama 30 detik. Proses ini dtiinamakan blooming atau mengeluarkan karbon dioksida yang ada di kopi. Kalau sudah, lanjut dituang hingga 200 ml.

3. Diamkan selama 4 menit sebelum diaduk

Cara Membuat Kopi Tubruk
Dok. pribadi
Saat air sudah dituangkan semua sesuai yang diinginkan, diamkan dulu selama 4 menit. Kalau sudah, boleh deh diaduk.

Gimana nih setelah baca cara membuat kopi tubruk? Enggak ribet kan ya? Tapi semua balik lagi ke selera orang sih. Mungkin ada yang nyaman dengan cara biasa dilakukan, tapi ada yang mau eksplor cara baru seperti di atas.

Selamat ngopi!

Comments

  1. Bikin kopi itu memang ga bisa sembarangan di tuang trus aduk yaaa. Pantesan slama ini kalo bikin sendiri ga prnh sukses wkwkwkwk. Makanya ttp LBH seneng beli mba :D. Padahal pernah dikasih kopi bubuk Siantar yg pas dibikinin ENAAAAK banget. Eh, nyoba sendiri di rumah nth Napa beda hahaha. Salah bikin pasti..

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba