Tetap Waras di Tengah Wabah

by - March 30, 2020

Ilustrasi Jcomp/Freepik

Semakin hari, berita wabah enggak semakin baik. Ya, ada sih yang baik seperti datangnya bantuan-bantuan dari dalam negeri kayak perlengkapan medis. Beberapa pengusaha besar juga menyumbangkan dana yang miliaran buat melawan Covid-19. Sayangnya, berita buruk masih mendominasi. Penderita positif bertambah, pasien yang meninggal juga masih lebih banyak daripada yang sembuh, dan lainnya.

Berita-berita buruk di media diperparah dengan pendapat-pendapat yang merasa paling benar di media sosial. Misalnya menyalahkan pemerintah, kasih teori ideal apa yang harus dilakukan pemerintah, merasa kasihan dengan petugas medis yang diusir dari kontrakan akibat mengurus pasien posifi, tetapi juga tetap nyinyir dengan pasien 01 dan 03 yang sembuh.

Belum lagi digoreng secara politik seperti "kamu buzzer politik ya?" atau "pantesan Presiden bela Cina karena bantuannya dari sana" daaannn lainnya.

Di media sosial, semua memiliki pendapat masing-masing dan tampak benar.

Setiap orang khawatir dengan kesehatan dirinya. Kemudian hal ini ditambah dengan "teror" dari media sosial yang hanya bikin lebih khawatir. Makanya enggak heran banyak orang yang merasa stres, cemas, hingga panik setiap melihat media sosial.

Kepanikan secara fisik yang saya rasanya itu nyata. Saya merasa pusing, tenggorokan tercekat, nafas pendek, berkeringat, jantung deg-degan, leher terasa ketarik, dan merasa akan pingsan/mati. Saya juga enggak bisa tidur, padahal sudah pukul setengah 4 pagi.

Saat sadar akan hal itu, saya jaga kesehatan mental dengan saya tarik nafas panjang, minum air hangat, memberi sugesti positif pada diri, baca doa/shalawat nabi/dzikir untuk berserah diri dan menenangkan hati.

Kita memang enggak bisa menghentikan orang untuk berpendapat dan media mencari uang dengan "cara yang buruk" yaitu membuat judul bombastis, tetapi kita bisa jaga kesehatan mental dengan melakukan hal-hal ini:

1. Mute kata-kata yang ingin dihindari. Misalnya, Twitter punya layanan mematikan kata-kata, seperti Covid-19, Corona, wabah, daaan lainnya.

2. Uninstall aplikasi tersebut. Saya sendiri sudah uninstall Facebook, Twitter, dan Instagram karena saya bener-bener udah enggak kuat. Satu-satunya aplikasi yang masih dipasang adalah YouTube karena di situ lebih banyak hiburan.

3. Bangun pagi, berjemur, lakukan peregangan, dan tarik nafas panjang supaya tubuh lebih rileks dan sehat.

4. Lakukan kegiatan yang bisa mendistraksi kayak menjalani hobi, main sama anak, atau kerja.

5. Dengerin lagu di radio atau Spotify. Kita bisa pilih lagu atau podcast kesukaan di Spotify dan dengerin penyiar radio yang lucu-lucu.

 Yuk, puasa dulu dari media sosial untuk jaga kesehatan mental. Kita coba bagaimana efeknya terhadap kita.

Semoga kita selalu bahagia dan sehat selalu yaa!

You May Also Like

0 comments

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.