Posts

Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Mengenal Diponegoro Lebih Jauh

Image
Dalam ingatan saya, Diponegoro adalah seorang Pahlawan. Titik. Saya tidak ingat kapan perang terjadi hingga bagaimana perang itu tercetus. Diponegoro hanyalah sebuah dongeng tak berkesan yang diceritakan saat berada di bangku sekolah. Begitu juga pahlawan-pahlawan lainnya. Begitu juga cerita sejarah lainnya.

Justru saya lebih melek sejarah semenjak ikutan komunitas sejarah di Bandung. Di situ kami jalan kaki mengunjungi tempat atau gedung yang merupakan saksi sejarah dan fasilitator menceritakan sejarah melalui gedung yang ada di depan mata. Saya jadi bisa membayangkan dan mengasosiasikan langsung cerita zaman dulu dengan kehidupan sekarang. Uh, mungkin dulu ada kesalahan metode pengajaran pada guru.

Perkenalan saya terhadap Diponegoro justru terjadi pada tahun 2012, yaitu ketika Galeri Nasional memamerkan karya-karya Raden Saleh di pameran "Raden Saleh and the Beginning of Modern Indonesian Painting". Salah satu lukisan terbaiknya adalah Arrest of Pangeran Diponegoro (1857)…

Reguk Pahit Kopi

Image
Mungkin sekitar lima tahun ke belakang, kopi menjadi sebuah gaya hidup. Saya tinggal di Bandung dari kecil. Di kisaran rumah yang begitu strategis, pesat sekali pertumbuhan coffee shop di sini. Dari yang rasanya enak hingga yang rasanya biasa saja. Dari dibuat secara manual brew, hingga dibuat oleh mesin. Dari harganya biasa, hingga mahal.

Kalau bicara produsen kopi, di Bandung ada yang namanya Kopi Aroma. Pabrik kopi ini sudah berdiri dari tahun 1930. Kopi Aroma bukanlah coffee shop yang orang-orang bisa minum, duduk-duduk, dan hangout. Tempatnya murni untuk jual beli kopi, orang datang dan pergi dengan cepat. Produknya juga sudah masuk ke pasar swalayan.

Kemarin saya berkesempatan pergi ke Kopi Es Tak Kie yang ada di kawasan Glodok. Informasi tentang tempat ini saya dapatkan dari teman kantor yang liputan ke sana. Yang membuat saya ingin ke sana adalah kopi, Pecinan, dan--kalau kata si pacar-- adalah faktor "sejak". Saya menyukai hal-hal yang vintage karena untuk bisa berd…

Jelajah Bekas Rawa

Image
Semenjak ranah politik kedatangan (mantan) walikota Solo sebagai pendatang baru yang fenomenal, saya mulai tertarik mengamati politik. Tentu sebagai komentator. Komentator sotoy, lebih tepatnya. Kemudian si pendatang baru ini menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Meski saya bukan warga Jakarta, saya ikut senang kalau orang yang portofolionya baik bisa memimpin kota yang saya tinggali sekarang. Jadi memiliki harapan.

Di awal-awal jabatannya, salah satu aksi yang mengundang perhatian adalah ia menggusur warga di sekitar Waduk Pluit. Seharusnya waduk ini berfungsi untuk menyimpan air dan bebas dari pemukiman, namun bibir waduk dipenuhi oleh perumahan sehingga waduk ini mengalami pendangkalan. Otomatis jadi meluber dan banjir di saat hujan. Apalagi area tersebut milik negara dan seharusnya tidak boleh dibangun rumah--baik permanen maupun non permanen.

Jokowi, si pendatang baru itu, berdiskusi dalam sebuah acara makan siang dengan warga sekitar agar mereka mau dipindahkan. Akhirnya mereka…

Synchronizing

Image
+ I want to get married because I want to be with someone I love forever.
- But people can get along together although they are not married.
+ But I want to build a family. I am not looking for an accompany to sleep.

Beberapa bulan belakangan ini, kami seringkali bertengkar. Kebanyakan pertengkaran disebabkan oleh karakter dan jalan berpikir yang benar-benar berbeda. Bagi saya, dia terlalu cuek, santai, dan kadang tidak berperasaan. Dan bagi dia, saya terlalu negatif dan gemar melebih-lebihkan. Bagi saya, beberapa perilakunya itu salah. Bagi dia, tidak ada yang salah. Sampai akhirnya saya sebal dan muak juga sehingga memutuskan untuk meminta jarak. Mungkin orang lain melihat alasan saya itu mengada-ada. Tapi kalau sudah dijalani lama dan masih sulit untuk dikompromikan, saya butuh jeda (meski hanya sebentar).

Menyesuaikan dua orang itu butuh usaha dan waktu. Kalau komunikasi baik-baik tidak cukup, kadang butuh pertengkaran yang mengeluarkan ego dan keinginan masing-masing dengan keras…

Berteriak dalam Senyap

Image
Mengarungi Timur dari Barat di Jakarta bukanlah hal yang mudah. Terutama saat jam pulang kantor. Ketidakmudahan serta risiko telat sampai di tempat tujuan tidak menghalangi saya, teman-teman kantor, dan teman penulis, Myra, untuk nonton film dokumenter karya Joshua Oppenheimer yaitu Senyap. Dan saya pikir, ini satu-satunya film dimana saya begitu niat untuk melihat sehingga hujan pun diterabas.

Senyap adalah film yang menceritakan kisah tragis pembantaian komunis di Indonesia pada tahun 1965-1966. Tahun lalu, Oppenheimer menggemparkan masyarakat Indonesia dengan film dokumentasi dengan tema yang sama yaitu Jagal (The Act of Killing). Jagal bercerita tentang pembantaian dari sisi pembunuh, sementara Senyap bercerita dari sisi keluarga korban pembantaian.



Bercerita tentang Adi Rukun, seorang adik dari  Ramli--kakaknya yang dibunuh, yang mencari siapa yang bertanggung jawab di balik pembantaian tahun 1965. Meskipun Adi lahir setelah kakaknya dibunuh, Adi dibebankan oleh orang tuanya bahwa…

Am I Wrong or Am I Wronged?

I rarely write on my diary because of some moments are too painful to be writen. I am afraid if I re-read it again someday, the negative memories will appear in my mind. This is just too much. I want to forget it.

But what happened couple weeks ago still lingers here. I can't deny. I still don't understand why you did that. What's on your mind? Why are you so defensive everytime I ask about it? You had a chance but why you didn't use it? Don't you think about my feelings when you did that? I know I am so much overthinking or being paranoid in some times. But apparently it makes you think that every complain from me reflects my irrational thoughts. But I am not brainless and you are not one hundred percent right.

It makes me sad. I keep thinking about it. And my heart is racing.

Questioning God

Dalam beriman kepada Tuhan, sebagian dari kita mengalami jalan yang naik turun. Pertanyaan-pertanyaan kepada sesuatu yang abstrak itu mengemuka dan mengarahkan pada ragu. Jawaban tidak langsung ditemukan dengan mudah. Keraguan bisa saja berubah menjadi keenganan bahkan kemuakkan jika kita bertemu dengan kaum agamawan atau seseorang yang membawa atribut agama namun berperilaku tidak sesuai ajaran. Ilfeel, singkatnya.

Mempertanyakan agama dan Tuhan adalah hal yang tabu di negara yang mayoritas penduduknya beragama ini. Belum apa-apa sudah dicap kafir. Saya pernah dihardik, "Jangan banyak tanya. Ikuti skenario yang sudah ada saja!" oleh senior di kampus yang agamais saat bertanya tentang Tuhan. Kemudian banyak sekali rutinitas keagamaan yang saya ikuti agar bisa lulus mata kuliah dasar. Banyak sekali aturan. Bisakah saya cinta Tuhan apa adanya, tanpa aturan, tanpa batasan?

Keraguan dan kebingungan itu seharusnya berdampingan dengan orang yang membimbing dan terbuka, bukan denga…