Posts

Anak, Korban Pandemi Covid-19 yang Terlupakan

Image
Kita udah tahu kalau pandemi Covid-19 ini membuat sosialisasi kita terbatas. Jelas, pandemi membuat kita cemas . Enggak bisa ngantor, enggak bisa hangout , enggak bisa kumpul keluarga. Kita juga sering curhat betapa kangen teman-teman, betapa bosan di rumah., betapa stresnya mengajarkan anak SFH. Namun, ingatkah kita bahwa si anak yang tampak cerah ceria ini juga merasakan dampaknya? Kecemasan anak selama pandemi Covid-19 juga banyak terjadi lho. Dari awal pandemi, Elora udah stop main perosotan dan ayunan di taman dekat rumah. Ia pernah beberapa kali ke taman, tapi kami cari yang enggak ada permainannya supaya dia enggak pegang-pegang. Di beberapa kesempatan, dia sempat berinteraksi dengan anak-anak lainnya, tapi itu juga kami melihatnya dengan perasaan was-was. Awal-awal pandemi dia masih suka bilang kalau pengin main perosotan di taman. Namun kami jelaskan bahwa lagi ada virus korona, jadi belum bisa main di taman. Sekarang ini, dia udah enggak minta main lagi. Dia juga udah tahu h

Kesenjangan Sosial India yang Bikin Gemas!

Image
Sumber: IMDB Setelah sekian lama nonton film, akhirnya menemukan tontonan yang bikin "Anjrit, gemes banget nih gue sama film ini!" Film itu adalah The White Tiger (2021) yang merupakan besutan sutradara Rahmin Bahrani. Saya enggak akan ngulas filmnya sih, tapi lebih ke situasi sosial di India yang menurut saya menarik. Hati-hati, ini akan ada spoiler . Ceritanya tentang Balram Halwai, seorang pemuda dari kasta rendah di India. Dia dan keluarganya tinggal di lingkungan yang kumuh dan berdebu, sering ditodong oleh tuan tanah untuk bayar sewa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka membuka kedai kecil dan jualan kue manis. Balram melihat bahwa si tuan tanah memiliki anak bungsu bernama Ashok. Ia mengetahui bahwa Ashok membutuhkan supir pribadi. Balram berniat menaikkan kondisi ekonominya dengan menjadi supir Ashok. Setelah minta uang ke neneknya untuk belajar mengemudi, Balram pergi ke rumah tuan tanah tersebut, meyakinkan mereka bahwa ia bisa jadi supir, dan akhirnya kete

Mengapa Kita Senang Melihat Orang Susah?

Image
Photo by Jakayla Toney on Unsplash Akhir tahun lalu, tanah air kita dihebohkan oleh berita seorang artis yang tersandung skandal video dewasa. Beritanya terus digoreng, kolom media sosialnya penuh hujatan, sindiran, melecehkan, bahkan jadi bahan tawaan. Kayaknya orang-orang puas aja gitu melihat kemalangan dia. Atau, mungkin kita pernah nyetir mobil dan disalip oleh orang lain. Di depan, mobil yang menyalip itu ditilang polisi. Pas lihat itu, kita merasa puas dan senang karena merasa mereka mendapatkan ganjarannya. Kenapa sih kita senang melihat ketika seseorang mengalami kegagalan atau kejadian yang tidak mengenakkan? Iri bilang, bos!   Arthur Schopenhauer, seorang filsuf Jerman, melontarkan istilah " Schadenfreude " atau " harm-joy " untuk menggambarkan fenomena di atas. Schadenfreude adalah pengalaman menyenangkan atau memuaskan saat melihat orang lain mengalami masalah, kegagalan, bahkan hal memalukan. Ini bisa dialami anak kecil juga? Bisa banget. Inget enggak

Niacinamide, Sahabat Kulit Berjerawat

Image
Banyak skincare specialist yang menyarankan untuk menggunakan niacinamide untuk kulit berjerawat. Memangnya apa sih manfaat niacinamide untuk wajah? Katanya sih kandungan ini bisa melembapkan wajah, mengatasi peradangan, mengobati jerawat, hingga mengatasi noda hitam bekas jerawat.  Kiri: November 2020, Kanan: Desember 2020. Noda hitam di pipi memudar. Nah, saya pernah coba kandungan niacinamide tanpa disengaja, yaitu beli serum wajah Brassica dari The Bath Box. Saat beli pertama kali, saya enggak tahu kalau ada niacinamide di dalamnya. Pas dipakai beberapa minggu, eh bekas noda hitam di pipi jadi berkurang dan wajah terasa mulus. Suami juga bilang muka jadi cerahan. Lalu jadi sadar ternyata Brassica adalah serum niacinamide lokal yang bagus. Meski bagus, saya "nakal" coba-coba merek skincare lokal lain, seperti Elsheskin , Kleveru , dan Avoskin. Ternyata, tidak ada yang dampaknya signifikan seperti si Brassica ini. Malah face oil Kleveru pernah bikin muka saya jerawatan

Tahun akan Berlalu, tapi Korona Masih di Sini

Image
Kita tahu bersama kalau 2020 akan menjadi tahun yang akan diingat oleh semua orang. Tahun ini virus korona datang dan membuat kita hidup di tengah pandemi. Ini adalah pengalaman baru bagi kita semua (kecuali mereka yang pernah juga mengalami pandemi Flu Spanyol). Dari sini, kita belajar banyaak seperti cara hidup, cara kerja, cara sekolah, cara mengelola stres yang berkepanjangan, dan cara beradaptasi. Photo by Kevin Grieve on Unsplash Secara personal, Covid-19 berdampak pada kehidupan saya. Di awal tahun ini, saya mulai kerja kantoran lagi setelah dua tahunan bekerja paruh waktu. Hanya tiga bulan ngantor, pandemi datang dan membuat saya work from home sampai sekarang. Di satu sisi, saya bisa dekat dengan anak. Di sisi lain, tentu ada potongan tunjangan dari penghasilan yang lumayan signifikan dan benefit lain yang hilang. Baca juga: Begini Cara Kami Bekerja Lancar Saat WFH Sejujurnya, dampak negatif dari korona terhadap penghasilan ini lumayan bikin bete. Rencana kerja jadi lumayan b

Tea Blend, Gerbang ke Dunia Teh

Image
Mungkin, tanpa kita sadari, kita sering minum tea blend atau teh campur sejak kecil. Misal, kita familiar dengan teh hitam campur melati (yang sering ditemukan di warteg) atau teh hitam dicampur vanilla (yang sering ditemukan di rumah makan Padang. Seperti yang pernah saya tulis di Teh dalam Budaya Indonesia , pencampuran ini disebabkan untuk menutupi rasa sepat dan pekat akibat petikan daunnya tidak dipilih dan memang jenis tehnya tidak wangi. Kalau kata Oza Sudewo, dikutip dari IG Live bareng Suji Premium, untuk membiasakan lidah peminum teh lokal untuk bisa minum speciality tea seperti oolong Bengkulu atau teh putih Gambung, lompatannya terlalu jauh. Padahal Indonesia memiliki sumber daya alam speciality tea yang melimpah. Karena minimnya permintaan dari dalam negeri, teh-teh berkualitas ini jadinya diekspor dari luar negeri Supaya ada jembatan agar peminum teh lokal ke speciality tea Indonesia--yang nantinya akan meningkatkan penjualan di dalam negeri--maka banyak tea specialist me

Menghirup Aroma Teh dari Oza Tea

Image
Kalian percaya enggak bahwa cerita ( storytelling ) memiliki kekuatan untuk membeli barang? Ya, inilah yang terjadi pada saya saat melihat postingan Oza Sudewo, seorang spesialis teh di Bandung, tentang bagaimana ia menemukan ramuan  tea blend Dark Opium.  Rupanya aroma campuran teh ini terinspirasi dari parfum Black Opium dari YSL yang pernah dicobanya dulu. Sejak saat itu, wanginya terus terngiang hingga ia menciptakan teh ini.  Dark Opium Dark Opium Setelah 10 kali eksperimen, akhirnya Oza menemukan Dark Opium yang ideal. Teh ini merupakan representasi dari parfum Black Opium milik YSL yang sama-sama mengeluarkan aroma sweet, spicy, floral, dan fruity. Bagi Oza, empat kata yang mewakilkan teh ini adalah dark, deep, mysterious , dan grand . Lalu bagaimana kesan saya saat menghirup Dark Opium pertama kali? Menurut saya aromanya manis, segar karena ada aroma bunga dan buah, dan "nyaman". Kenapa "nyaman"? Karena saya suka sekali dengan aroma vanila yang menenangkan,