Kierkegaard Part II

Hari ini saya hidup dengan penuh keragu-raguan apakah saya mandi dengan bersih atau tidak. Hari ini saya bangun pukul 06.15 (Hey.. mana shalat subuhnya??) dan harus berangkat pukul 06.20. Mandi pun secepat The Flash menyelamatkan korbannya. Betul-betul kilat sehingga ada keraguan di dalamnya. De omnibus dubitandum est. Ternyata dosen menelepon saya dan mengatakan bahwa beliau tidak bisa mengajar. Ah.. bagun pagi dan mandi kilat saya sia-sia!!
Tapi agar postingan hari ini tidak kosong, akan saya isi dengan Kierkegaard yang saya baca sendiri. Iya.. baca sendiri! Mahasiswa dengan potensi sukses seperti saya kan harus membaca sendiri (Amin duh Gusti...). Membosankan memang tapi itu adalah sebuah keputusan yang berada dalam subjektivitas karena objektivitas berada dalam kesalahan. Dan gawatnya.. kebosanan itu adalah akar dari kejahatan. Ketika Tuhan bosan, ia menciptakan Adam. Ketika Adam bosan, Tuhan menciptakan Hawa dan ketika Adam dan Hawa bosan.. mereka menciptakan keluarga yang menjadi sebuah massa. Massa merasa bosan lalu mereka menciptakan menara2 tinggi melebihi bukit sehingga itu merupakan bukti dahsyat bagaimana kebosanan berkuasa. Amin!
Lucunya penemuan saya hari ini adalah.. saya mengerti mengapa laki2 mudah melupakan perempuan. Karena mereka tidak jatuh cinta pada perempuan tetapi dengan pikiran tentang perempuan. Mereka membayangkan badannya.. sifatnya.. dan pokoknya hanya banyangan perempuan..
Owh.. apa yang saya katakan setelah semua ini?? Apakah saya hanya penjiplak dari buku yang di proyeksikan kepada blog? Bukan. Saya hanya ingin menceritakan kembali apa yang telah saya lihat.. dengar.. dan membungkusnya dengan sebuah tulisan yang abadi.

Comments

  1. mungkin loe blom ketemu laki-laki yang bener-bener jatuh cinta sama perempuan, tanpa notabene, nota bon, ataupun nota-nota yang lain.

    btw, post comment ? kan ada di bagian pojok kanan setiap end of section postingan ?

    ReplyDelete
  2. mungkin seperti itu.. karena mostly (lagi2 mostly) gue ngeliat.. kayaknya kok mereka gampang ya memindahkan perasaannya ke orang lain.. pdhl gue percaya mereka pny perasaan (tentu saja)

    btw, ada ya? kok saya tidak melihat? Hohohohoh..

    ReplyDelete
  3. huhuhu ...
    mostly kan bukan berarti every :D (mungkin dengan rasio 3:2 *anjrit*)

    btw, pasang shoutbox sahaja :D

    ReplyDelete
  4. Anonymous7:07 PM

    Excellent, love it!
    »

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Wajib Dicatat! Ini Cara Menghemat Kuota Telkomsel yang Efektif

Cara Hemat Listrik 900 Watt yang Cermat agar Pengeluaran Tetap Terkontrol

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?