Hectic

Akhir-akhir ini saya merasa bahagia. Walaupun hidup penuh cobaan seperti judul skripsi ditolak, ke rumah sakit dengan niat untuk mewawancara psikolog tentang anorexia nervosa tapi saya sendiri yang dikira pasiennya, sampai mungkin sebentar lagi saya jadi buronan dosen karena saya dikira memakai obat penenang. Ah, nasib.
Oh ya, apa kabar semuanya? Gud gud? Akhir-akhir ini dunia repot banget ya. Dari Roy Martin yang jatuh ke lubang yang sama, Achmad Albar yang punya relasi dengan istri bandar internasional bernama Cece yang semula saya sangka Cece itu orang Depok karena saya kira Cece dilafalkan dengan Ceu-Ceu yang berarti kakak, fenomena Rob di Jakarta Utara tapi pemerintah cuman bisa menyalahkan global warming. Tragisnya, yang kena tuh negara kita yang notabene ngga peduli dengan global warming. Dan kemungkinan airport bertaraf internasional Soekarno- Hatta akan lumpuh efek dari pembangunan Pantai Indah Kapuk yang iklannya santer disiarkan di Metro TV dengan pembawa acara Feni Rose yang meyakinkan bahwa perumahan ini hanya untuk orang menengah ke atas sedangkan yang miskin tetep dibawah jembatan. Nasib negara miskin tapi gengsinya gede.
Belum lagi teman-teman saya hanya bisa misuh-misuh mendengar Reog diklaim negara tetangga setelah batik, angklung, lagu Rasa Sayange, dan ancaman kalau kita masih meributkan hal tersebut maka Malaysia akan mengklaim bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasanya.
Atau belum ada yang tahu dengan ancaman tersebut? Simak kutipan dari koran Galamedia tanggal 26 November 2007.
Lucu. Setahu saya Amerika saja tidak berani mengklaim bahasa Inggris sebagai bahasanya. Lagian bukannya bahasa Indonesia sudah mengalami perkembangan dan mempunyai perbedaan yang signifikan dari bahasa Melayu yah? Setidaknya sebagian besar masyarakat kita tidak menggunakan istilah jamban untuk menjelaskan kamar mandi.
Kembali ke Reog. Ternyata sekitar dua ribu pasukan Reog sudah mendatangi kedubes Malaysia dan akhirnya ia mengakui bahwa kedubes milik Indonesia. Pasukan Reog pun mengancam kalau ada kejadian yang serupa, mereka akan demo ke pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia. Lho, kok diputuskan? Jangan dong. Kasian Bunga Citra Lestari dan Ashraf.
Kesel? Ya tentu. Budaya di Jawa kok bisa menclok ke Malaysia? Kalau mau ngaku-ngaku pun, kenapa tidak mengklaim budaya yang satu pulau dengannya yaitu Kalimantan. Itu lebih masuk akal. Dan kenapa batik? Kenapa tidak mengklaim, "Koteka adalah milik Malaysia"?
Tapi kesel dan menyalahkan negara lain saja engga cukup. Karena kesalahan untuk tidak menjaga dan melestarikan budaya itu kan kita juga. Kita baru bergerak dan memberi hak paten ketika budaya kita diklaim orang lain. Kenapa dari dulu kita lupa untuk bertindak? Jangankan untuk bertindak, arca atau benda-benda museum yang penuh nilai historis saja dijual sama pemiliknya sendiri. Ya mau gimana lagi, apresiasi masyarakat memang kurang untuk pergi ke museum apalagi segala sesuatu yang berhubungan dengan kebudayaan kalau tidak ada tugas akhir atau rekreasi tahunan.
Saya ngga mau menjelek-jelekan Malaysia karena blog ini bisa diakses dimana saja. Mungkin sebaiknya kita berterima kasih karena Malaysia sudah menyadarkan kita untuk melestarikan kebudayaan sendiri. CMIIW. Saya menulis bukan sebagai orang HI yang ahli dalam bidang hubungan internasional, saya juga bukan antroplog yang mendalami kebudayaan, tapi saya hanya masyarakat yang takut kalau pemerintah tidak segera bertindak, apa yang menjadi hasil cipta, rasa, dan karsa orang Indonesia diklaim negara lain.
Yah semoga (warga) Indonesia semakin pinter. Agar pendidikan maju, kemiskinan berkurang, dan engga ada lagi anak kecil yang meninggal karena diare. Engga ada lagi wapres yang menjenguk korban diare hanya 15 menit. Engga muncul lagi penyakit langka seperti tumbuhnya kutil ganas yang menyerupai tanduk karena para ilmuwan Indonesia dengan segera menemukan obatnya.
That's all folks.
Have a nice weekend!!

Benyamin Sueb

Tahu Benyamin Sueb?

Mungkin semua orang pernah lihat Benyamin di tv karena dulu film Si Doel Anak Sekolahan heboh banget. Filmnya polos, apa adanya, menggambarkan cerita Jakarta (terutama betawi) yang sebenarnya dan yang penting ini laguIndonesia aseli! Benyamin berperan sebagai ayahnya Doel (Rano Karno). Namun ditengah-tengah film, Benyamin meninggal.

Tapi apa semua mendengarkan lagu-lagunya Benyamin? Saya termasuk orang yang mendengarkan lagu-lagunya Benyamin. Aneh, lucu, unik, khas dan Betawi abis deh. Itu juga karena saya disuruh oleh teman saya. Teman saya itu penggemar fanatiknya Benyamin. Orangnya rada aneh dan nyentrik. Kadang ia dugem sambil pakai kaos Benyamin, kuliah pakai tas yang disablon Benyamin, pakai pin, lagu Benyamin menghiasi iPod. Persatuan dua budaya yang berbeda dari yang kebetawi-betawian dan kebarat-baratan.

Semua lagunya Benyamin pendek-pendek. Rata-rata lagunya berkisar 1-2 menit. Lagu-lagunya menceritakan kehidupan sehari-hari, bukanya hanya cinta dan patah hati doang. Contohnya lagu yang menceritakan tentang Badminton, tentang orang yang belajar bahasa inggris dan lagunya berhenti ketika ditanya apa artinya 'I don't know' dan dijawab 'Engga tahu', tentang seorang perempuan yang protes karena suaminya selalu menghabiskan waktu buat istri mudanya, tentang Jakarta yang selalu banjir dan lainnya.

Mungkin ada beberapa lagu yang dikenal contohnya Nangke Blande. Begini lirik lagunya. Sorry ngga tau bener apa engga, soalnya nulisnya steno dari mp3:

"Jande mude romannye udah tue
laga lakunye kayak perawan aje
gandeng sane sebentar gandeng sini
tapi sayangnye ngga ade nyang jadi

nangke blande matengnya kene paku
dimakan gajah giginye pada ngilu
ade jande lame gak laku-laku
saban hari die ngaca melulu (muke lo tujuh!)

ahahah!

nah to mengkennye gua kate juge ape
jadi prempuan jangan suke menghine
kalau lelaki biar gak ade mungkenye
kantongnya tebel (disebut-sebut dapet lime)

nangke blande dienyot-enyot jande
jande engga laku ketiban nangke lande
yang mane jande yang mane ikan pede
gue perhatiin due-duenye same"

Ada satu lagu judulnya Sang Bango tapi lirik lagunya tidak mencerminkan bango sekali. Malah ia bercerita tentang kodok.
"Ade-ade.. sekarang ncing emin mau jadi kodok. Denger ye.

Sang bango eh sang bangau kenape elo-elo delak delok?
mengkennya aye aye delak delok sang kodok eh kerak kerok
sang kodong eh eh sang kodong kenape elo elo kerak kerok?
mengekennye aye aye kerak kerok orang-orang eh pade ngorok

uh.. ek.. uh.. ek.. kayak kodok buduk
bang orang eh eh bang orang kenape elo elo pade ngorok?
mengkennye aye aye pade ngorok sang kodok eh kerak kerok."

Mungkin sebaiknya kita sekali-kali mendengarkan lagu yang mencerminkan kebudayaan lagu Indonesia walaupun bukan lagu daerah. Atau sebaiknya dengarkan lagu daerah kemudian kita hak patenkan. Biar tidak diaku oleh negara tetangga. Hihi.

Coba denger lagu-lagunya Benyamin Sueb. Enjoy!

Mimpi

Hai, bloggers. How ya doin? Ada perubahan di template blog-nya yah. Saya baru tahu ternyata blog sudah secanggih itu dalam meng-upgrade content-nya. Hihih.
Mimpi apa semalam? Kapan terakhir mimpi buruk? Kapan terakhir mimpi sesuatu yang menurut Anda tidak biasa? :D
Tiba-tiba mau sharing tentang mimpi nih. Soalnya beberapa hari ini saya mimpi air bah.
Salah satu mimpi saya adalah saya mimpi Bandung kebanjiran. Ketika saya ada di atas flyover, air sudah menggenangi flyover. Berarti rumah dan gedung yang berada di bawah flyover sudah terendam air. Tapi airnya tidak cokelat ala Jakarta, warnanya biru tua seperti air laut. Disebelah saya ada seorang nenek-nenek. Saya pegang tangannya dan saya bilang saya takut. Dia memegang tangan saya kemudian dia bilang semuanya akan baik-baik saja.
Malang tak dapat ditolak, untung ngga dateng-dateng. Mobil yang saya naiki keluar dari pembatas flyover dan nyemplung ke air laut. Semuanya megap-megap, kecuali saya karena.. entahlah.. kepala saya selalu diatas permukaan air. Bahkan muka saya ngga basah oleh cipratan air. Saya menarik si nenek-nenek yang tenggelam di bawah saya, tapi dia ngga mau muncul ke atas permukaan. Dan tanpa saya sadari tangan si nenek lepas dari tangan saya.
Akhirnya air mulai surut, mungkin hanya satu meter lebih. Saya bertemu dengan orang-orang yang selamat. Saya merasakan ada sejumput rambut ditangan saya. Saya tarik ke atas, ternyata rambut dan teman saya nyangkut di tangan saya. Dia dalam keadaan sudah meninggal. Saya menampar-nampar mukanya agar ia hidup lagi, dan akhirnya dia hidup.
Btw, sebenarnya teman saya yang ada di dalam mimpi itu adalah sahabat baik saya di kampus. Ketika saya menceritakan mimpi saya dan melihat dia mati, dia.. no comment. Tapi dari mukanya memancarkan perasaan putus asa. Apalagi ketika saya ceritakan kalau saya menamparnya. Dia bilang, "Itu mau nyelametin atau dendam pribadi sih??" Hehe.
Sahabat saya bilang, kalau mimpi air bah itu pertanda mau mendapat musibah. Terus dia nanya apakah airnya kotor atau bersih. Saya bilang airnya bersih, seperti air laut. Dia bilang kalau airnya bersih akan mendapat rezeki.
Uh, ngga tau juga itu primbon dari mana. Secara logika pun, siapa sih yang mau kebanjiran air kotor. Air bersih aja ngga mau.
Saya sih berharapnya apa yang dibilang teman saya itu ngga bener. Karena dulu saya pernah mimpi ibu saya ditusuk berkali-kali oleh saya memakai gunting, saya bermimpi ternyata saudara perempuan saya adalah orang yang suka mengumpulkan tulang manusia dan menguburnya di halaman belakang kemudian karena ketahuan oleh suaminya, ia menusuk suaminya, dan saya mimpi anak-anak menusuk-nusuk teman mereka sendiri memakai ujung sapu.
Keesokannya saya mendengar kabar kalau teman saya, si debt collector, hampir ditusuk orang lain karena dendam. Oh Oh. Hebat sekali.
Mimpi selanjutnya adalah saya ditinggalkan teman saya yang bilang mau menemui ibunya tapi ngga balik lagi. Ketika saya ceritakan mimpi saya, dia bilang ibunya memang sedang sakit.
Mimpi tentang hantu udah banyak. Pertamanya serem. Hari pertama dan hari kedua mulai deg-degan karena banyak orang yang bilang kalau tiga hari berturut-turut akan kejadian. Ternyata mimpinya tidak sampai hari ketiga. Tetapi keempat, kelima, keenam dan seterusnya. Dari kunti dan pocong terbang, hantu anak sma di kamar mandi kampus dan sampai diri sendiri ngesot karena saking takutnya di dalam mimpi.
Banyak interpretasi mimpi sendiri dan dari teman-teman. Ada yang bilang kalau mimpi hantu itu artinya ada hantu disebelah kita dan ia ingin komunikasi. Ada yang bilang kalau mimpi buruk sebaiknya kita bangun kemudian meludah ke sebelah kiri (mungkin maksudnya ngeludahin setan apa?). Selain jorok, ogah deh dihantuin beneran.
Jadi apa itu mimpi? Apakah ini BMB (bukan mimpi biasa, red)?
Seorang teman, yang aseli psikolognya (bukan sarjana psikolog yang ngaku-ngaku psikolog), bilang sebaiknya saya mengendalikan mimpi saya yang istilahnya lucid dream. Lucid dream adalah mimpi dimana si orang tersebut sadar dengan apa yang dia impikan ketika proses mimpi sedang berlangsung. Gimana caranya mengendalikan mimpi? Mengendalikan untuk tidak pipis dicelana aja susah. Hehe.
Mimpi adalah pengalaman gambar, suara, ide, emosi dan sensasi lainnya selama tidur. Katanya, Freud, emosi yang berada di dalam mimpi biasanya anxiety. Kadang anak kecil kalau lagi ingin pipis, dia mimpi lagi kencing di dalam mimpi. Kalau kita deg-degan mau diinterview masuk kerja, biasaya kebawa mimpi. Freud melihat simbol universal yang mempunyai arti yang sama dari mimpi setiap orang. Karena mimpi sifatnya begitu pribadi, banyak orang yang menginterpretasi mimpi mereka sendiri di dalam konteks dimana ia tinggal atau pengalaman masa lalunya. Mereka membuat kesimpulan umum yang dianggap cocok dengan kehidupan pribadinya. Beberapa orang menemukan arti mimpi mereka begitu menyenangkan dan beberapa orang percaya ada sebuah pesan yang mereka temukan di mimpi mereka berguna untuk menyelesaikan masalah.
Ah mimpi itu susah dijelaskan atau diteorikan. Karena Freud sendiri memulai interpretasi mimpi dari pengalaman subjektifnya. Gimana caranya dia menyamaratakan arti mimpinya ke pasien-pasiennya? Mimpi bersifat mistis, kadang bersifat vertikal dan ketuhanan. Kadang kejadian setelahnya yang sesuai dengan mimpi tidak bisa diterima akal sehat. Tapi kalau kita sendiri yang mengalaminya, kita akan percaya bahwa mimpi lebih dari sebuah kebetulan.
Mimpi. Mengurai kehidupan alam bawah sadar yang tidak akan pernah selesai.

Geng Motor

Mungkin kamu udah pada liat di berita tentang maraknya geng motor di Bandung?
Jujur aja, itu issue udah lama. Selama ini yang tahu hanya orang Bandungnya saja. Media sekarang layaknya pahlawan kesiangan.
Semenjak saya SMP, nama geng motor Brigez dan XTC sudah sering terdengar (sama seringnya mendengar kakak kelas meninggal karena OD). Selain ada beberapa orang yang saya tahu dia anak geng motor, nama-nama mereka juga sering terlihat di tembok, flyover, pintu toko dan lainnya. Kasus perampokan dan pembunuhan juga sudah lama terdengar, tapi baru sekarang happening karena masuk berita nasional.
Baru saja teman saya membahas tentang geng motor pas kuliah tadi pagi. Dia bilang dia kenal dengan salah satu alumnusnya. Saya ngga tau bener apa engga karena saya belum mencari tahu sejarahnya, teman saya menceritakan asal mula geng motor.
1. XTC adalah singkatan dari Exalt To Coitus (memuliakan/menyembah hubungan senggama). Akar ceritanya karena sekitar tahun 80an, ada buku porno yang sedang marak (temen saya menyebutkan pengarangnya, tapi saya lupa). Nah, pada waktu itu ada salah satu murid ketahuan bawa buku itu ke sekolah kemudian ia ditampar sama guru sekolah. Karena sakit hati, ia mengajak teman-temannya untuk membuat geng XTC.
2. Brigez beda lagi sejarahnya. Diawal dari kekerasan orang tua terhadap anak sehingga si anak melarikan diri dengan membentuk geng motor. Jadi, budayanya geng ini ya salah satunya menyuruh untuk melawan orang tua.
Kedua geng itu membawa samurai dan senjata api dalam operasinya. Dipakainya bukan hanya untuk melawan musuhnya, tapi untuk merampok orang lain. Merampok pun bukan harta saja yang diambil, tapi nyawa juga.
Beberapa hari yang lalu, salah satu anggota geng motor diwawancarai di berita Lativi. Wartawan mengajukan pertanyaan, "Kenapa Anda melakukan itu?"
Dan dia menjawab, "Biasa lah.. anak muda."
WTF? Jujur saja, ini jawaban yang sangat dangkal. Apalagi dia berbicara sambil cengengesan. Kayaknya ringan banget dia ngomong kayak gitu. Dimana sih otaknya? Apa otaknya sudah dimakan gengsi karena masuk geng motor?
Lalu kenapa sih ini semua terbentuk?
Mungkin kalau tidak ada kekerasan dari pendidik atau orang tua, ngga akan ada yang namanya geng motor. Api jangan dilawan dengan api, kekerasan jangan dilawan dengan kekerasan. Ketika seorang anak dipukul, harga dirinya tersinggung dan ego-nya semakin naik. Ada perasaan tidak terima dihatinya (walaupun dia diam saja) kemudian disimpan dan menjadi dendam. Bayangkan kamu ditampar dosen kamu karena kamu terlambat masuk kuliah. Worth it ngga? Masalah kekerasan yang dilakukan guru (menampar atau memukul) pernah saya lihat langsung. Waktu saya SMP, saya pernah dirazia kemudian disetrap di ruang guru. Saya sih cuma telanjang kaki aja di ruang guru yang lantainya marmer. Memang ngga dipukul tapi disuruh berdiri selama dua jam rasanya darah turun ke kaki semua. Kakak kelas yang berdiri disebelah saya yang dihukum karena rambutnya panjang melebihi telinga. Kemudian ia dipanggil untuk mendekati si guru. Si guru mengambil gunting kemudian menggunting acak dan dilanjutkan dengan menampar.
Why oh why? Kenapa oh kenapa?
Kalau engga mau dipukul, ya jangan pukul orang lain. Kalau mau dihargai, ya hargailah orang lain. Coba kalau pendidik memberi hukuman yaitu analisis tiga buah jurnal, mengadakan penelitian, soal matematika 100 buah, presentasi mendadak atau membuat senyawa kimia baru. Mungkin si anak ngga akan dendam karena hukuman masuknya ke otak, bukan ke hati. Karena mereka mendapat hasil yaitu memperluas kesadaran dan menjadi mengetahui sesuatu sedangkan hukuman fisik malah memperkecil kesadaran. Dipikirannya hanya akan ada perasaan negatif dan dendam.
Lucunya, dinas pendidikan mengeluarkan surat untuk disebarkan ke sekolah-sekolah dan memberi tahu bahwa anak yang terlibat geng motor mendapatkan sanksi dikeluarkan dari sekolah. Kalau kata saya sih, solusi yang non sense! Kenapa?
1. Apa keluar dari sekolah bisa membuat anak berhenti atau keluar dari geng motor?
2. Apa keluar dari sekolah bisa menurunkan kriminalitas? Maaf ya bapak-bapak di dinas pendidikan, setahu saya.. ini malah akan membuat kriminalitas naik. Orang yang tidak berpendidikan jago dalam kriminalitas berdarah-darah sedangkan orang yang berpendidikan jago dalam kriminalitas nilep duit negara.
3. Ternyata pendidikan tidak memberi solusi. Karena mengeluarkan anak dari sekolah malah akan menambah hancur masa depannya. Sudah hancur malah dibuat semakin hancur.
4. Saya pikir, mereka ngga takut tuh dengan ancaman keluar dari sekolah. Karena kalau sudah ada mind set melawan orang tua dan guru, ya buat apa sekolah? Mending jalan-jalan naik motor daripada menghabiskan waktu dan belajar di sekolah.
Seharusnya pendidik (terutama orang tua) mendekatkan diri sama anak. Coba ajak diskusi atau memberikan perhatian karena si anak tidak akan lari ke orang lain yang mau mendengarkan. Gunanya geng itu untuk apa sih? Ya apalagi selain untuk mencari teman yang satu nasib, teman yang mau mendengarkan, merasa nyaman dan merasa diterima. Pernah lihat video penerimaan anggota baru geng motor? Mereka sepertinya ngga masalah dipukuli seniornya. Ini demi identitas dan konformitas, agar mereka bisa dianggap hebat dan nomer 1. Orang tua ngga berhak melarang anaknya untuk tinggal di rumah sementara dia sendiri keluyuran sampai malam. Guru engga berhak melarang anak didiknya untuk tidak terlambat tapi dia sendiri terlambat.
Sebagai warga Bandung, saya jadi makin cemas karena berita ini udah masuk berita nasional. Karena mereka semakin dikenal, maka prestige mereka semakin naik. Ada kemungkinan yang masuk geng motor akan bertambah lagi. Ingat, tayangan kriminal bukan malah mengurangi kriminal itu sendiri, tapi membuatnya naik. Berita tentang suicide bukan malah mengurangi suicide, tapi semakin banyak orang yang suicide. Kadang media mengemasnya dengan sangat menarik dan ciamik sampai lupa dengan pesan negatifnya.
Well, ini bukan teori yang harus diingat-ingat atau dijadikan kontraversi. Ini hanya sebuah pendapat pribadi. Jujur, sekarang rada parno pulang malem. Apalagi lewat jalan-jalan besar yang biasanya dipakai untuk balapan. Lebih baik pulang dan menonton berita meletusnya anak Krakatau.

Pelem Hantu!

Kemarin ini tanggal 31 Oktober yang katanya itu Halloween. Jadinya, bioskop Trans TV selama satu minggu ini nayangin film hantu terus. Dan puncak-puncaknya adalah: Suster Ngesot!
Sebelumnya saya lagi seneng-senengnya nonton dvd film hantu jepang dari One Missed Call 1, One Missed Call 2, One SMS, One Voicemail, One MMS (hehe, ngarang) and am sooo ready for Exorcist. Tapi sayangnya pas Trans TV nayangin Exorcist, malah ketiduran.
Ok. Pada nonton film Suster Ngesot gak? Lucu lho. Alasannya adalah sebagai berikut:
1. Plot yang non sense.
2. Mike Lewis ngga pantes memancarkan roman muka takut. Abisnya Mike Lewis ganteng!
3. Hantunya ngga serem. Apalagi dia membunuh hanya dengan memegang kaki korbannya. Kesannya mungkin mau dibuat konsep The Power of Hands.
4. Nia Rahmadhani terlalu over react pada plot pertama padahal hantunya belum muncul.
Masalah film-film hantu di Indonesia kayaknya udah mirip Circle K artinya ada dimana-mana. Dari Jalangkung 1-2-3, Kuntilanak, Lawang Sewu, Bangsal 13, Pocong, Mirror daaan lainnya. Film hantu yang bener-bener nakutin waktu itu adalah Jalangkung karena mungkin itu film hantu pertama setelah ngga muncul sekian lama. Atau mungkin euforia anak-anak SMA yang ngantrinya edan-edanan?
Saya pikir, ini film hantu kok sepertinya melanggengkan budaya Indonesia sekali? Kalau kita ngga diingat-ingatkan dengan hantu apa aja yang ada di Indonesia, kita engga akan percaya dan kayaknya hantu itu engga akan pernah ada. Inget ketika presiden Bush ke Indonesia terus ada seorang paranormal Indonesia mengirimkan voodoo dan Bush ternyata.. sehat majenah turmaninah! Ya karena Bush ngga percaya dengan ilmu-ilmu kayak gitu, jadinya dia ngga kenapa-kenapa.
Balik lagi ke film hantu, kayaknya tokoh hantu di dunia perfilman kita perlu pembaharuan deh.
1. Coba dan hantu laki-laki. Saya pikir, kenapa harus perempuan sih? Seperti saya bertanya pada Freud kenapa yang menderita hysteria harus perempuan sih?
2. Kalaupun perempuan, coba rambutnya shaggy atau layer. Saya pernah nanya ke teman saya, "Eh kalau perempuan meninggal dalam keadaan rambut pendek. Apa pas jadi hantunya rambutnya panjang?"
Dan teman saya jawab, "Mungkin disana ada salon. Hair extension."
Sompral.
3. Coba pakaiannya diganti jangan baju putih panjang
4. Dan jangan tertawa 'Hihihi'. Ganti dengan 'Hahaha' biar lebih bebas.
5. Ketika hantunya mau datang, coba jangan tangan yang merayap duluan. Kaki kek, atau kepala kek.
6. Film hantu asia udah mirip banget sama film hantu Indonesia.
7. Tapi dari segi cerita, lebih kreatif hantu asia, contohnya Shutter.
8. Mungkin sama-sama asuhan alumus India itu. Duet Punjabi. (Sorry, am a lil bit cynical about Punjabis. Coz sometimes they do sumthin plagiarsm from other movie in their country.)
Well, akhir-akhir ini saya pilih film luar negeri. Horornya bikin nagih. Semoga aja Indonesia, selain film hantu yaitu film percintaan seperti Love is Cinta, Hate is Benci, semakin bagus dan digemari oleh masyarakat.

Menuju Kehidupan Yang Solid

Akhir-akhir ini saya berpikir tentang kematian dan ingin sekali menulis tentang kematian (bahkan menulis di blog pun susah payah memilih kalimat dan judul agar blog ini tidak menimbulkan kesan menyeramkan). Bukan karena saya ingin mati atau karena pikiran-pikiran destruktif. Ide itu datang karena:
1. Saya sedang membaca tentang Viktor Frankl
2. Teman saya bertanya tentang Jacques Lacan (seorang psikolog) kemudian ia membuat shocking statement dengan berkata, "Gw pernah mati suri."
Wwwwooottt??
Keterkejutan berakhir setelah dia tertawa kemudian berkata, "Engga lah, gw bercanda! Hahaha!"
Fiuh.

Tapi ternyata ia tidak main-main dengan topik awal yang dibuatnya sehingga kami membicarakan tentang kematian. Ia bercerita bahwa ia pernah hampir mati di pesawat menuju Medan. Pada saat itu ia terjebak di awan. Pesawatnya berguncang, lampunya mati, pramugari mencoba menenangkan padahal ia pucat pasi. Orang-orang panik dan beberapa orang menyebutkan ayat suci. Dan dia berkata pada dirinya, "Gw mau mati ... Gw mau mati ..."
Endingnya adalah si pilot bisa mengeluarkan mereka dari awan dan landing dengan selamat. Buktinya dia hidup sampai sekarang dan bisa membuat shocking statement tentang mati suri. Hehe.

Saya jadi berpikir, apa ya perasaan orang yang mau mati terutama suicide ketika ia beberapa senti sebelum menghujam tanah karena jatuh dari gedung tinggi atau beberapa detik sebelum nafas terakhirnya hilang karena menggantung diri? Apa dia merasa menyesal karena bunuh diri itu ternyata menyakitkan? Apa akhirnya dia bilang, "Oh ... ini toh yang namanya mati"?

Beberapa bulan yang lalu, teman saya meninggal karena kecelakaan motor. Beberapa hari setelah kecelakaan, saya melihat buket bunga kematiannya ada di pinggir jalan raya beserta foto dan namanya, Cindy. Ia terjatuh dari motor dan kepalanya menghantam tanah. Beberapa orang bilang (entah benar atau tidak karena saya tidak mendatangi funeral-nya) kepalanya hancur sehingga ketika masuk peti mati, kepalanya harus ditutupi oleh kantung plastik.

Saya berpikir, apa ya yang ada dipikiran Cindy ketika kepalanya menyentuh aspal dan merasakan sakit yang luar biasa dan tahu bahwa ini akhir hidupnya? Apakah sebelum kecelakaan Cindy berpikir tentang kematian? Apakah ia merasa senang atau sedih karena ia tidak akan melihat orang-orang yang ia sayangi? Cindy memang tidak meninggal di tempat karena Cindy koma. Menurut saya, mati di tempat lebih baik daripada koma karena kita dipacu oleh mesin-mesin sehingga merasakan ambang batas dunia dan akhirat lebih lama. Tapi bisa saja koma lebih baik karena Tuhan mau memberikan Cindy kesempatan untuk hidup.

Beberapa tahun lalu kakaknya ibu saya meninggal karena serangan jantung. Mungkin ia sudah meninggal ketika di rumah, tapi ketika dibawa ke UGD, terus saja jantungnya dikejutkan oleh setrika listrik. Di monitor, jantungnya terlihat masih berpacu tapi ia tidak pernah membuka matanya. Mungkin sebenarnya gerakan di monitor itu disebabkan kejutan listrik, bukan karena ia hidup lagi. Adik-adiknya (termasuk ibu) hanya bisa melihat dengan tatapan sedih dan ngeri. Bagaimana tidak? Mereka sudah berada di usia senja, tinggal menunggu kematian yang konon katanya hanya merenggut orang di usia tua. Mereka beruntung karena mereka dikelilingi oleh keluarga yang mencintai. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang di panti jompo? Mereka ditinggalkan anak mereka karena mereka dirasa merepotkan bersama orang-orang yang seusia dan duduk di teras menunggu ajal tiba?

Dosen saya bilang bahwa kematian adalah sebuah awal. Ia membentuk energi solid dan menjadi diri sendiri yang autentik. Ada orang yang menganggap kematian adalah hal yang menakutkan karena selama ini ia sudah terbiasa mengalihkan perhatian dari kematian dengan cara bekerja sekeras mungkin, membicarakan hal-hal yang dangkal daripada membicarakan tentang kematian dan mengadakan diri di dunia khayalan.

Dosen saya mengandaikan bahwa orang yang mati pada waktunya akan dituntun menuju akhirat. Sedangkan orang yang suicide itu laksana memotong antrian kematian dan tidak ada yang menuntun sehingga ia seperti orang limbung karena ia tidak diterima oleh akhirat dan jika kembali ke dunia, tubuhnya telah rusak.

Dosen saya menerangkan kematian dengan bahasa yang indah sehingga ketika mendengarnya saya merasa nyaman. Saya pikir, mungkin kematian itu sebenarnya tidak menakutkan. Yang membuat kematian menjadi menakutkan selama ini mungkin tentang persepsi yang digambarkan tentang kematian. Misalnya, kematian dalam kartu tarot digambarkan sebagai tengkorak yang membawa pedang sabit panjang. Di gambar lainnya, kematian digambarkan dengan seorang malaikat berjubah hitam yang terbang dan membawa pedang sabit panjang. Seringkali kematian digambarkan dalam bentuk yang menyeramkan karena mungkin orang yang menggambarkannya telah melihat seseorang meninggal dalam posisi yang mengerikan. Atau mungkin gambar-gambar di bawah ini dibuat karena persepsi masyarakat ketika perang (seperti pembantaian atau pembunuhan massal) seperti masa revolusi atau Perang Dunia I dan II? Dan apa iya proses pengambilan nyawa itu menyakitkan sekaligus mengerikan?


Balik lagi ke topik awal, apa sih rasanya beberapa detik sebelum ajal? Sebenarnya apa pengalaman spiritual apa yang kita alami terdekat sebelum kematian?

Hmf. Let it be the unanswerable (istilah sendiri) question. Mengenai Cindy, biarkan ia tenang dengan kehidupan barunya. Mungkin Cindy mengalami death and reborn sehingga sekarang sebenarnya ia berada di dalam jiwa bayi kecil yang baru dilahirkan. Who knows?

MOCCA

Kemarin malam, saya sama temen saya dateng ke konser kecilnya Mocca di Studio Aru, deket Circle K. Karena Circle K cuman beda tiga nomer rumah, saya datang. Dan yang terpenting adalah FREE ENTRY. Disana ada acara "Swinging Friends Launching Mocca Friends (Fans Club Mocca)". Berikut ada beberapa fotonya:


Masih belum mulai. Mau nyoba foto tanpa flash biar keliatan suasana aslinya tapi malah nge-blur. MC-nya Manik Laluna!


Arina Ephipania Simangunsong (vocalist and flute) cheering us up. Suara aslinya sama kayak di albumnya. Menandakan kalau artis tersebut bagus. Heheh. Go Arina!

Riko Prayitno (guitar - kiri) dan Achmad Pratama / Toma (bass - kanan). Ada kesan pribadi yang mendalam kepada Riko. Entah karena saya berdiri pas di depannya atau karena saya foto dengannya atau saya memang mengagumi orang yang bisa main gitar? Masih kebayang lho pas sampai rumah. Hehehe.

Indra Massad (Drum). Indra emang ganteng. Tapi sayang baru keliatan pas mau bubar aja. Tempatnya di belakang sih.

Arina dan Manik. Ternyata mereka imut sekali. Lucu. Gak kedinginan apa ya? Padahal lagi gerimis lho.

Ow yea. Mocca for sure.


Sebelumnya saya pernah nulis tentang Mocca di post Bjork karena dia nyanyiin ulang lagu Hyperballad. Sayang banget pas disini mereka engga nyanyiin Hyperballad. Mungkin karena emang engga masuk list atau Arina-nya lagi sakit. Huhuhuh. Padahal yang nge-request Hyperballad udah teriak-teriak kayak orang kebakaran minta air.
Bagi yang belum tahu Mocca, berdasarkan Wikipedia adalah sebagai berikut:

Mocca are Indonesians music band formed in town of Bandung in 1997. The band's musical style inspired from retro sound of the '70s with a bit of swing, bossanova, Swedish pop and jazz. The story began when two best friends -- Arina and Riko -- got together in a college band. After a year of struggling with the boredom of performing other people's music, they decided to write their own songs. In 1997, they composed four songs that unfortunately were not well-received by the rest of the band. After much squabbling and conflict the band split up, leaving Arina and Riko mystified and alone with their deserted material.
In late 1999, they asked Indra and Toma to join and MOCCA was born. They now had a group with the same vision and awareness of music. Their debut album "My Diary" contains 13 songs written from a girl's point of view and her diary entries. The album starts with a Once Upon A Time and is followed by a song telling of a first encounter with her Secret Admirer. Then after much hesitation in Twist Me Around, she decides to go steady with the boy in Me & My Boyfriend. In Telephone they break up, understanding that When the Moonlight Shines, they just weren't meant for each other and thus, Rain Will Fall, Life Keeps On Turning.
From waltz and bossanova to '70s disco and rock, each song (written in English) has a different beat determined by the girl's mood. When playing live, MOCCA is supported by six additional players on keyboards, guitar, percussion, trumpet, trombone and sax.

Dan Mocca terkenalnya ngga hanya di Indonesia aja, tapi negara-negara tetangga. Mungkin karena lagunya yang berbahasa Inggris jadinya lebih mudah diterima oleh negara lain. Coba kalau Mocca rela-rela engga kuliah tapi nyanyinya berbahasa Indonesia terus main film bareng sama Jerry Yan (hihihih.. kamu pasti tahu siapaaaa), pasti belum tentu.
Saya suka Mocca mungkin karena album pertamanya, My Diary, dalam bentuk story telling sih. Terus suaranya Arina bagus banget. Album yang terakhir ini, Colours, juga suka banget. Lagu kesukaan saya banyak terutama Hyperballad, I Love You Anyway. Kalau I Love You Anyway sih pribadi banget :P Kalau di album lain, saya suka dengan I Remember, itu lebih pribadi lagi. Coz someone sez that when he listen that song, he can`t stop thinking of me. Uh, sad.
Silahkan denger lagu-lagunya Mocca. Semoga kamu dapat kesenangan seperti yang saya dapat tadi malam.