Shampo Anti-rontok dan Hair Tonic yang Cocok

Akhir-akhir ini saya senang beli produk skin care. Setelah dipikir-pikir, kok saya hanya memerhatikan kulit wajah, padahal kulit kepala juga banyak permasalahan? Rambut saya tipis, rontok, kering, dan kusam. Kemarin ini sempat coba Thrandual Hairtonic, tapi ternyata masih rontok juga.

hair tonic anti-rontok
Produk hair tonic yang baru dicoba


Rambut rontok memang normal. Katanya orang dewasa punya 10.000 hingga 15.000 helai rambut di kepala. Nah, sekitar 50-100 helai rambut akan meranggas setiap hari. Cuman yang bikin saya concern adalah, setiap keramas dan sisir rambut, rontoknya banyak bangeett!

Memang enggak boleh sisir rambut saat basah karena rambut lebih rapuh. Tetapi karena buru-buru ke kantor, jadinya gitu deh. Hehe. *ngeles

Kemudian saya mencoba Mylea Hair Tonic yang intensive dan shampo anti-rontok dari Miranda Sampo Kuda. Sebenernya beli merek Miranda ini enggak sengaja. Awalnya saya mau beli merek Mane 'n Tail, tapi karena depannya sama-sama gambar kuda, jadinya ketuker. Selain itu, saya beli Mylea karena murah yaitu sekitar Rp48 ribuan untuk 200 ml. Ini jauh lebih murah daripada Natur, Neril, Rudi Hadisuwarno dan NR.

Hasil menggunakan produk Mylea selama dua minggu.

Hasilnya? Rontoknya jauh berkurang meski saya tetep nyisir setelah keramas. Selain itu, rambut rontok di lantai juga jauh berkurang. Seneng banget! Rambut saya memang suka terbang-terbang (bisa dilihat dari foto yang enggak berubah signifikan), tetapi ujung rambut yang awalnya kasar jadi lebih halus.

Sejauh ini, hasilnya memuaskan.

Setelah melihat progres itu, saya jadi ambisius. Selain pengen rambutnya enggak rontok, saya pengen rambut saya bercahaya karena sebelumnya kusam. Nah, kemarin saya repurchase Mylea Hair Tonic yang ginseng dan daily instant mask-nya yang intensive. Hasilnya rambut jauh lebih lembut.

Berbeda dengan produk skin care wajah yang sering gonta-ganti, buat rambut sih enggak akan banyak coba-coba deh. Soalnya kalau udah rusak kayaknya lebih susah dibenerinnya. Jadi, saya akan pakai produk di atas terus.

Kalau kamu yang lagi cari shampo anti-rontok beserta hair tonic-nya, mungkin bisa dicoba. Semoga bermanfaat!

Review Votre Peau, For Skin's Sake, Elsheskin, Cetaphil, Hada Labo, dan Indoganic

Kesukaan saya mencoba-coba skin care lokal semakin menjadi-jadi saat WFH. Enggak usah berlama-lama lagi, saya mau mengulas produk-produk skin care lokal yang sudah lama dicoba atau yang baru dibeli beberapa minggu yang lalu.

For Skin's Sake

Dok. Pribadi

Saya membeli hyaluronic acid karena waktu itu kulit lagi kering parah, terutama di daerah hidung. Saya pernah bangun tidur dengan keadaan kulit hidung yang mengelupas, padahal malamnya sudah pakai moisturizer Anti-Ox yang mengandung squaline dari The Bath Box. Karena tidak manjur, saya beli hyaluronic acid yang katanya melembabkan.

FYI, hyaluronic acid berguna sebagai humectant atau pengumpul air pada kulit wajah. Jadi, kulit seperti diberi minum. Tampil lembab, segar, dan enggak kusam.

Apakah bikin lembab di kulit saya? Lebih baik, tapi menurut saya tidak stand out. Kalau kata Susan Yara, kita sebenernya enggak perlu beli produk khusus hyaluronic acid karena banyak produk skin care yang memiliki kandungan ini. Sebaiknya, investasikan di pelembab yang bagus saja. Hmm, bener juga. Kayaknya sih saya enggak akan beli lagi hyaluronic acid dari For Skin's Sake, mengingat hasilnya yang biasa saja.

Indoganic


Sebenarnya saya beli produk Brightening Vitamin C Serum dari Indoganic karena lagi diskon. Saat itu, saya mau beli jojoba oil-nya, tapi karena ini produk baru dan sedang masa promo, ya sudah saya beli.

Vitamin C-nya adalah ascorbic acid. Artinya, kandungan tersebut tidak stabil dan mudah teroksidasi. Memang Indoganic menyuruh agar produk ini disimpan di dalam lemari es. Kekurangannya memang jadi ribet harus bolak-balik ke dapur saat mulai rutinitas perawatan wajah. Jadi, enggak akan beli lagi deh. Ada rekomendasi vitamin C yang bagus?

Keduanya difoto pakai mode otomatis


Hasilnya? Kalau dari foto di atas sepertinya cukup mencerahkan ya? Tetapi untuk flek-fleknya masih belum berkurang. Selain itu, karena saya sempat mensturasi dan break out, jadi timbul bekas jerawat baru. Kayaknya sih saya enggak akan beli dulu produk dari mereka, mau coba yang lain. Kalau enggak ada yang bagus, baru balik lagi. Hehe.

Dok. Pribadi

Seperti yang saya cerita di atas kalau moisturizer Anti-Ox Squalane dari The Bath Box kurang oke buat kulit yang sedang kering, saya beli Jojoba Oil. Ini juga atas rekomendasi Cassandra Bankson, seorang YouTuber yang punya pengalaman jerawat parah. Menurut dia, jojobal oil meniru sebum alami kulit, tetapi memiliki fatty acid atau struktur molekul yang berbeda dan bisa mencegah bakteri tidak baik untuk berkembang.

Pakai ini enak banget, malah lebih enak dari Anti-Ox Squalane dari The Bath Box. Menurut saya, ini lebih meresap ke kulit dan tidak terasa diam di atas permukaan kulit. Selain itu, kelembabannya juga tahan seharian meski kulit kering selama bulan puasa. Berbeda sama moisturizer sebelumnya yang hanya lembab di awal-awal pemakaian saja.

Elsheskin

Dok. Pribadi

Bisa dibilang saya love-hate relationship sama produk ini. Awalnya saya kira enggak ada ngaruh apa-apa, tapi pas dilihat perjalanan fotonya, ternyata Radiant Skin Serum-nya bener-bener mengurangi flek hitam bekas jerawat, meski agak lama. Kalau yang Smoothing Serumnya kurang nampol buat saya (saya lebih suka Brassica dari The Bath Box yang auto bikin kulit terasa mulus). Kayaknya saya akan bakal repurchase yang Radiant Skin Serum-nya. :)

Cetaphil
Eh ini bukan produk lokal deng, tapi saya masukkin aja ya! Pakai pembersih ini enak banget! Sesuai namanya, sangat gentle di kulit. Enggak bikin kering dan ketarik-ketarik. Cara pakainya bisa dilap pakai facial cloth atau disiram pakai air. Ini cocok banget untuk cuci muka sehari-hari. Kalau pakai makeup, pastikan untuk dibersihkan dengan cleansing oil ya sebelumnya!

Dok. Pribadi


Hada Labo
Ini juga bukan produk lokal, tapi saya masukkin juga. Hehe. Nah, lupa beli ini atas rekomendasi siapa. Tapi beli ini saat kulit kering dan menjadi penyeimbang exfoliating toner dari Some By Mi agar dipakai bergantian. Biasanya saya pakai toner ini di pagi hari. Berbeda dengan toner umumnya yang bening seperti air, toner ini putih dan kental. Kandungannya juga bagus, ada collagen, retinol, dan hyaluronic acid. Selama ini cocok-cocok aja di kulit, kayaknya akan beli lagi agar ada selingan dari exfoliating toner.

Dok. Pribadi


Votre Peau
Jujur, udah naksir merek ini semenjak Affi Assegaf review di Female Daily. Tapi waktu itu kayaknya mahal. Akhirnya coba beli, tapi yang paling murah aja, yaitu Retinol ini. Hehe.

Salah satu fungsi retinol anti-aging dan mengurangi kerutan di wajah. Sebenernya keluhan utama saya bukan kerutan, tapi lebih ke flek dan jerawat. Jadi, sejujurnya saya enggak melihat perubahan di wajah. Tapi terus saya pakai sebagai tindakan pencegahan aja biar enggak muncul kerutan.

Apakah akan beli lagi? Kayaknya enggak. Saya mau coba retinol serum dari Avoskin yang kandungannya lebih tinggi yaitu 3%. Siapa tahu jadi ada perbedaan kan di kulit. :) 

Dok. Pribadi

Saya ngertii banget kalau produk skin care itu berbeda-beda hasilnya setiap orang. Saat beli produk-produk skin care lokal di atas, saya baca dulu ulasannya dan hasilnya banyak yang positif, tapi ternyata biasa aja saat diaplikasikan. Mungkin produk-produk di atas engga oke menurut saya tapi justru baik buat kamu. Semoga ulasannya bermanfaat ya!