Posts

Showing posts from February, 2021

Anak, Korban Pandemi Covid-19 yang Terlupakan

Image
Kita udah tahu kalau pandemi Covid-19 ini membuat sosialisasi kita terbatas. Jelas, pandemi membuat kita cemas . Enggak bisa ngantor, enggak bisa hangout , enggak bisa kumpul keluarga. Kita juga sering curhat betapa kangen teman-teman, betapa bosan di rumah., betapa stresnya mengajarkan anak SFH. Namun, ingatkah kita bahwa si anak yang tampak cerah ceria ini juga merasakan dampaknya? Kecemasan anak selama pandemi Covid-19 juga banyak terjadi lho. Dari awal pandemi, Elora udah stop main perosotan dan ayunan di taman dekat rumah. Ia pernah beberapa kali ke taman, tapi kami cari yang enggak ada permainannya supaya dia enggak pegang-pegang. Di beberapa kesempatan, dia sempat berinteraksi dengan anak-anak lainnya, tapi itu juga kami melihatnya dengan perasaan was-was. Awal-awal pandemi dia masih suka bilang kalau pengin main perosotan di taman. Namun kami jelaskan bahwa lagi ada virus korona, jadi belum bisa main di taman. Sekarang ini, dia udah enggak minta main lagi. Dia juga udah tahu h

Kesenjangan Sosial India yang Bikin Gemas!

Image
Sumber: IMDB Setelah sekian lama nonton film, akhirnya menemukan tontonan yang bikin "Anjrit, gemes banget nih gue sama film ini!" Film itu adalah The White Tiger (2021) yang merupakan besutan sutradara Rahmin Bahrani. Saya enggak akan ngulas filmnya sih, tapi lebih ke situasi sosial di India yang menurut saya menarik. Hati-hati, ini akan ada spoiler . Ceritanya tentang Balram Halwai, seorang pemuda dari kasta rendah di India. Dia dan keluarganya tinggal di lingkungan yang kumuh dan berdebu, sering ditodong oleh tuan tanah untuk bayar sewa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka membuka kedai kecil dan jualan kue manis. Balram melihat bahwa si tuan tanah memiliki anak bungsu bernama Ashok. Ia mengetahui bahwa Ashok membutuhkan supir pribadi. Balram berniat menaikkan kondisi ekonominya dengan menjadi supir Ashok. Setelah minta uang ke neneknya untuk belajar mengemudi, Balram pergi ke rumah tuan tanah tersebut, meyakinkan mereka bahwa ia bisa jadi supir, dan akhirnya kete