Kesenjangan Sosial India yang Bikin Gemas!

Sumber: IMDB

Setelah sekian lama nonton film, akhirnya menemukan tontonan yang bikin "Anjrit, gemes banget nih gue sama film ini!" Film itu adalah The White Tiger (2021) yang merupakan besutan sutradara Rahmin Bahrani. Saya enggak akan ngulas filmnya sih, tapi lebih ke situasi sosial di India yang menurut saya menarik.

Hati-hati, ini akan ada spoiler.

Ceritanya tentang Balram Halwai, seorang pemuda dari kasta rendah di India. Dia dan keluarganya tinggal di lingkungan yang kumuh dan berdebu, sering ditodong oleh tuan tanah untuk bayar sewa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka membuka kedai kecil dan jualan kue manis.

Balram melihat bahwa si tuan tanah memiliki anak bungsu bernama Ashok. Ia mengetahui bahwa Ashok membutuhkan supir pribadi. Balram berniat menaikkan kondisi ekonominya dengan menjadi supir Ashok. Setelah minta uang ke neneknya untuk belajar mengemudi, Balram pergi ke rumah tuan tanah tersebut, meyakinkan mereka bahwa ia bisa jadi supir, dan akhirnya keterima.

Ashok memiliki seorang istri bernama Pinky, seorang India yang tinggal di Amerika. Pikirannya maju sekali dan mengkritisi sistem kasta yang baginya enggak perlu ini. Meski Ashok juga kurang setuju dengan menindas orang-orang dengan kasta rendah, ia tidak berani melawan keluarga bapak atau kakaknya saat menindas Balram. Tapi Pinky berani melawan bapak mertuanya saat menendang Balram.

Klimaksnya adalah saat Pinky dan Ashok mabuk, lalu berkendara, dan menabrak seorang anak kecil di jalan. Ya, seperti yang sudah diduga, Balram yang harus bertanggung jawab. Untungnya, mereka punya kenalan polisi dan membayar sejumlah uang ke keluarga korban agar tidak melaporkan hal ini. Balram enggak jadi dipenjara.

Balram, yang kayaknya lahir untuk mengabdi, memang senang dan bangga jadi pelayan. Dia tampak melakukan hal itu sepenuh hati. Pinky udah pernah bilang ke dia kalau dia enggak boleh kayak gitu. Tapi ya meski si Ashok mengkhianati kebaikan pelayannya dengan menjadikan Balram sebagai tumbal buat masuk penjara, Balram tetap merawat Ashok saat sedih karena istrinya meninggalkannya.

Akhir ceritanya, karena terus tidak diapresiasi, Balram membunuh Ashok. Ia menggunakan uang Ashok--yang awalnya akan dipakai untuk menyuap partai--sebagai modal usahanya untuk buka usaha taksi di kota lain. Caranya? Ya dengan menyuap polisi supaya nurut sama dia. Hehe. 

Kesenjangan ekonomi yang tajam

Karena saya bukan anak jurusan hubungan internasional, jadi saya kurang tahu dengan pasti keadaan ekonomi dan sosial di India. Tapi kalau dilihat dari film dan berita, tampaknya jurang perbedaan ekonominya cukup lebar. Ada pengusaha kaya India yang bangun rumah 27 tingkat, ada pula masyarakat yang masih mulungin tinja.

Sumber: Unsplash/Arihant Daga

Kalau lihat keadaan kotanya di televisi, saya suka bergumam dalam hati, "Wah India kumuh dan berantakan ya." Padahal, mungkin itu juga yang dilihat orang-orang dari negara maju saat melihat Indonesia. Di sini banyak orang kaya, tapi yang buang hajat di sungai dan keluarga yang tidur laksana pindang juga bertebaran. 

Hanya, untungnya kita tidak memiliki sistem kasta. Kayaknya sistem itu yang memperparah keadaan di sana. Melihat banyak orang-orang India yang jadi bos di perusahaan mutinasional, dan teknologi di India yang maju, tanpa sistem kasta mungkin negaranya akan lebih maju lagi.

Kasta di India

Ada empa kasta di India, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Brahmana untuk para rohaniawan, Ksatria untuk orang pemerintahan, Waisya disandang para petani dan nelayan, serta Sudra untuk para pelayan.

Iseng, saya jadi browsing Priyanka Chopra ini kastanya apa sih? Ternyata ia seorang Brahmana. Pantes Nick Jonas mau nikah sama dia. *lah malah gosip*

Ada satu kasta lagi yang paling dianggap kotor dan bahkan ada di luar empat sistem kasta. Kasta tersebut adalah Dalit. Dikutip dari Tirto, kasta ini dianggap “mencemari” masyarakat Hindu, diberi pekerjaan paling kotor dengan gaji terendah. 

Sekotor apa pekerjaan itu? Ya kotor secara harafiah. Mereka adalah pemulung manual yang mengambil kotoran manusia di toilet kering, hanya menggunakan tangan, tanpa pelindungan apapun. Kenapa enggak buka toko aja sih? Karena enggak ada yang mau datang ke toko mereka. Selain dikucilkan, menyentuk fisik orang Dalit bisa dianggap tercemar. 

Dr. Vinod Sonkar, seorang pengajar bergelar Phd di salah satu kampus di India, pernah disuruh mencuci piringnya sendiri setelah pemilik kedai tahu bahwa ia adalah seorang Dalit. Sonkar dengan yakin menyebut India sebagai negara penganut apartheid, seperti yang pernah diterapkan di Afrika Selatan.

Banyak kasus pelecehan seksual 

Mengapa saya tertarik membahas India? Mungkin karena negara ini selalu ada di ujung otak saya. Selain gambar tentang kumuhnya negara ini dan ketidakadilan yang tinggi, saya sering membaca berita tentang para perempuan yang diperkosa di India. 

Saya sampai berpikir kalau saya enggak mau mengunjungi negara ini, meski banyak tempat untuk wisata budaya atau sejarah. Atau jangan pergi sendirian deh supaya aman.

Di September 2020, ada kasus pemerkosaan beramai-ramai seorang perempuan Dalit berusia 19 tahun. Ia diperkosa, diabaikan sambil menunggu kematian, dan meninggal 14 hari kemudian.  

Dikutip dari CNN, penelitian Gerakan Nasional HAM Dalit menunjukkan bahwa sekitar 67 persen perempuan Dalit mengalami kekerasan seksual. Biro Catatan Kejahatan Nasional mencatat di Uttar Pradesh, empat perempuan Dalit menjadi korban pemerkosaan, dua di antaranya meninggal dunia.

Para aktivis dari menyerukan unjuk rasa skala nasional. Mereka juga kecewa dengan pemerintah India. Meski ada undang-undangnya untuk melindungi Dalit, realitanya tetap aja diskriminasi itu terjadi.

Banyak orang Dalit yang meningkatkan derajatnya melalui pendidikan, sehingga mereka bisa jadi aktivis, pengajar, dan artis. Meski demikian, tidak serta merta langsung dihargai. Jalan mereka untuk setara masih panjang.

Oke, balik lagi film, menurut saya akting si aktor yang memerankan Balram ini bagus sekali. Saya sering merasa kasihan saat ia ditindas. Salah satunya saat ia sedang memijat kaki tuannya, merasa lega akhirnya tidak penjara, dan ia bersandar ke lutut tuannya karena lega. Bukannya bersimpati, tuannya menendang Balram dan suruh cepat kerja lagi. Huhu.

Diskriminasi, rasisme, atau kejahatan yang menurunkan nilai manusia itu memang perlu ditindak sih. Ini bukan masalah India, tapi kita semua, termasuk negara yang kita tinggali ini. Menurut saya, menurunkan kualitas manusia hanya karena atributnya itu adalah kejahatan yang paling rendah.

Ada satu kalimat yang menarik dari Balram di film The White Tiger ini, "Namun untuk orang miskin hanya ada dua cara untuk menuju puncak, kejahatan atau politik."

Comments

  1. Iya nih di India masih ada perbedaan kasta, bbrp film masih sering menggambarkan isu ini, btw saya jadi kepo sama filmnya mb hehe

    ReplyDelete
  2. Waa mudah-mudahan gak jadi spoiler yaa saat nonton nanti. hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Wajib Dicatat! Ini Cara Menghemat Kuota Telkomsel yang Efektif

Pasang IUD di Puskesmas