Akhirnya Vaksin! Ini Dia Efek Vaksin Astrazeneca

Banyak orang yang enggak mau vaksin, khususnya karena takut dengan efek vaksin AstraZeneca. Memang sih, di awal-awal banyak kejadian seperti ada yang lumpuh dan ada yang meninggal. Apalagi ada berita bahwa vaksin Astrazeneca juga disebut sebagai penyebab penyumbatan darah. 


Setelah melakukan riset, ternyata risiko penggumpalan darah akibat vaksin AstraZeneca hanya 4 kejadian dari 1 juta orang yang disuntik kok. Malah kasus penggumpalan darah lebih banyak ditemukan di kasus perokok aktif yaitu 2 ribu kejadian per 1 juta orang dan pengguna pil KB yaitu 500 kejadian per 1 juta orang. Vaksin AstraZeneca ini juga ternyata lebih efektif mencegah varian Delta hingga 94 persen!

Ya sudah, saya semakin mantap untuk vaksin AstraZeneca. Ini juga merupakan usaha saya untuk menjaga kesehatan.

Cara mendapatkan vaksin Covid-19

Mulanya, kantor saya mendaftarkan seluruh pegawai melalui vaksin Gotong Royong. Karena tidak ada panggilan, akhirnya saya dan teman-teman mendaftarkan diri ke puskesmas dekat kantor, yaitu Puskesmas Grogol Utara 2. Kami mendaftarkan diri secara online.

Saya dan teman-teman adalah perantau, sehingga kami membawa surat keterangan kerja. Kami datang pukul 9 pagi. Memang saat itu kondisi puskesmas agak penuh, tapi masih kondusif alias tidak berjubel. Proses konfirmasinya juga gampang, mereka sudah punya daftar peserta vaksin. Saya hanya kasih KTP, surat keterangan kerja, dan petugas hanya mencocokan dengan data yang ada.

Waktu menunggunya agak lama yaitu 1 jam. Sepertinya yang lain datang lebih pagi dari kami, karena setelah kami konfirmasi pendaftaran, tidak ada yang mengantre untuk daftar vaksin lagi. Jadi, kami menunggu dengan sabar.

Saat tiba waktunya, saya dipanggil untuk ditensi. Alhamdulillah normal yaitu sekitar 128/90-an. Tekanan darah saya cenderung rendah, terutama di pagi hari. Makanya sebelum vaksin, saya sarapan dan minum teh manis biar tekanan darahnya bagus.

Lalu petugas juga tanya-tanya riwayat penyakit saya. Pertanyaannya singkat, tidak sebanyak saat saya mengantarkan mama saat vaksin Covid lansia. Setelah itu, saya pun langsung ke ruangan dan disuntik deh. Rasa jarum suntiknya enggak berasa sama sekali, mungkin karena biasa donor darah dengan jarum yang segede dosa kali ya. Heheh.

Setelah menunggu beberapa menit, petugas memberi sertifikat vaksin covid. Di sertifikat tersebut, itu ada nomor yang bisa dihubungi jika kita mengalami sesuatu terkait setelah vaksin. Selain itu ada keterangan kapan kita kembali untuk vaksin ke-2. Petugas menyarankan kami untuk makan Panadol biru jika ada demam atau pegal-pegal.

Efek vaksin AstraZeneca

Setelah vaksin, saya pulang ke kos untuk istirahat. Tidak ada dampak berarti sampai sore hari. Tidak ada rasa lapar atau ngantuk. Baru deh, sekitar jam 7 hingga 10 malam, badan saya terasa anget seperti orang mau sakit. Selain itu agak linu di bagian pinggang. Supaya enak tidur, saya makan Panadol.

Saya merasa badan pegal-pegal di pagi harinya. Persis seperti orang sakit flu. Saya pun pesan makanan secara online dan minum kopi. Enggak lama setelah itu, badan segar bugar. Hehe. That's it!

Kalau kata teman-teman saya, efek vaksin yang saya rasakan ini terbilang ringan. Beberapa teman saya setelah vaksin Covid ada yang sakit kepala, panas, mual, dan muntah. Ya, memang efek vaksin berbeda-beda untuk setiap orang. Mungkin efeknya tergantung dengan hal-hal yang ia lakukan sebelum vaksin:

Tips sebelum vaksin Covid-19

1. Olahraga
Untuk saya pribadi, saya enggak melakukan olahraga dadakan karena akan vaksin sih. Saya termasuk orang rutin berolahraga selama bertahun-tahun. Saya olahraga di rumah sebanyak 3-5 kali per minggu.

2. Makan makan seimbang
Saya jarang makan mie atau fast food. Biasanya jajan warteg aja seperti nasi, sayur, dan daging (ikan atau ati ampela). Sebenarnya ini lebih ke arah hemat sih daripada pengin sehat. Hahaha. Maklum anak kos. Tapi ya saya memang suka sayur, jadi kalau sehari enggak makan sayur rasanya badan enggak "seger" gitu.

3. Puasa
Nah ini enggak tau ngaruh apa engga ya. Tetapi sebelum saya vaksin, saya puasa 3 hari. Lagi-lagi, ini karena alasan bayar puasa dan berhemat menjelang akhir bulan. :D

4. Tidur cukup dan sarapan
Nah, kalau ini wajib, setidaknya di malam sebelum vaksin. Tidur cepat memang PR saya. Jadi, sebelum vaksin, saya benar-benar stop hp dan mencoba tidur secepat mungkin. Sarapan juga perlu agar tubuh kita punya tenaga untuk menerima "virus" dari luar.


Intinya, sepertinya kita engga bisa tiba-tiba bergaya hidup sehat karena mau vaksin saja. Gaya hidup itu harus dipupuk sedari awal. Kalau masalah demam setelah vaksin, saya jadi inget Elora saat imunisasi sih. Dia juga mengalami panas kok. Jadi menurut saya demam setelah vaksin Covid-19 adalah hal yang wajar. Jadi, tidak usah takut!

Kamu sendiri gimana, sudah vaksin Covid-19? Ada yang pakai AstraZeneca juga? Bagaimana efeknya? 

Comments

  1. Aku pakai AZ, Krn disarankan Ama travel langgananku. Mendingan AZ aja Krn jika ada plan traveling ke Eropa, udh ga perlu karantina :D. Dan Krn aku memang traveler, cuma Krn covid ini off dulu sampe aman, ya udhlaah pake AZ aja. Walo aku tau kipi nya LBH berat

    Aku sendiri beda hari vaksin Ama suami mba. Takutnya kami sama2 drop. Jadi suami dulu. Dia demam meriang 3 hari. Laper Mulu dan ngantukan.

    Nah kalo aku dan asisten ku, yg sekalian aku ajak vaksin, kami meriang seharian. Tapi aku ketambahan batuk dikit dan pusing. Trus ngantuk luar biasa. Laper malah ga. Tapi aku seneng JD ngantuk, tidur jadi nyenyak :D. Selama ini susah banget tidur senyenyak itu. Ga sabar nunggu vaksin kedua, 30 Agustus ntr kalo aku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, infonya bermanfaat sekali, terutama enggak perlu dikarantina kalau mau traveling ke Eropa.

      Justru ngantuknya membawa manfaat yaa. Hehee. Aku sekitar September vaksin ke-2nya. Semoga lancar ya, mba..

      Delete
  2. semua berbeda ya dampaknya , jd gak perlu takut ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Wajib Dicatat! Ini Cara Menghemat Kuota Telkomsel yang Efektif

Cara Hemat Listrik 900 Watt yang Cermat agar Pengeluaran Tetap Terkontrol

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?